Kumparan Logo

Harga Nikel Membaik, PT Vale Catat Laba Bersih USD 104,38 Juta per Semester I

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
MIND ID Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar PT Vale Indonesia Tbk Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
MIND ID Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar PT Vale Indonesia Tbk Foto: Dok. Istimewa

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan laba bersih sepanjang semester I 2026 di tengah peningkatan harga nikel dan membaiknya kinerja operasional.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, laba bersih PT Vale mencapai USD 104,38 juta pada semester I 2026, dibandingkan laba sebesar USD 25,25 juta pada semester I 2025.

EBITDA juga meningkat menjadi USD 196 juta dari USD 92 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,3 persen menjadi USD 543,07 juta, dibandingkan USD 426,74 juta pada semester I 2025.

Meski demikian, dari sisi produksi, PT Vale masih mencatat penurunan. Produksi nikel dalam matte selama enam bulan pertama 2026 mencapai 29.773 metrik ton, turun sekitar 16,3 persen dibandingkan 35.584 metrik ton pada semester I 2025. Volume penjualan nikel matte juga turun menjadi 27.659 ton dari 35.119 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan menyebut kinerja operasional mulai membaik pada kuartal II 2026. Produksi nikel matte mencapai 16.153 ton, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 13.620 ton setelah selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.

MIND ID Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar PT Vale Indonesia Tbk Foto: Dok. Istimewa

PT Vale juga memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi USD 14.765 per ton pada kuartal II 2026 atau naik sekitar 4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, perseroan mencatat kenaikan biaya energi akibat gejolak geopolitik global. Harga rata-rata HSFO meningkat sekitar 25 persen, harga diesel naik 40 persen, dan harga batu bara bertambah 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski demikian, biaya tunai pokok penjualan nikel matte ditekan menjadi USD 10.005 per ton dari sebelumnya USD 10.382 per ton.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto mengatakan perseroan juga terus mempercepat proyek hilirisasi nikel, termasuk proyek HPAL di Morowali.

“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus Irmanto, dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).

Sepanjang kuartal II 2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar USD 116 juta untuk mendukung pengembangan proyek strategis. Sementara itu, saldo kas dan setara kas turun menjadi USD 110,66 juta per akhir Juni 2026 dari USD 220,12 juta pada akhir Maret 2026.