IHSG Menguat 1 Persen Jelang Review MSCI, Didorong Sentimen Damai AS-Iran
ยทwaktu baca 3 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (17/6) jelang pengumuman MSCI 2026 Global Market Accessibility Reviee pada 18 Juni 2026. Selanjutnya, MSCI 2026 Annual Market Classification Review juga akan diumumkan pada 23 Juni 2026.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat 1,07 persen ke level 6.321,96. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.254,97.
Penguatan pasar terjadi setelah penutupan IHSG sebelumnya melesat 4,04 persen, didorong membaiknya sentimen global menyusul perkembangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Pengamat pasar modal Desmond Wira menilai sentimen positif yang menopang IHSG saat ini masih berasal dari perkembangan geopolitik global.
"Sentimennya masih berupa kabar deal AS dan Iran yang membawa dampak positif bagi logistik minyak dunia," kata Desmond, kepada kumparan, Rabu (17/6).
Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi konsolidasi setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. "IHSG sudah naik tajam, kemungkinan berpotensi konsolidasi, atau koreksi minor sambil menunggu rilis keputusan review MSCI di akhir Juni," lanjut dia.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan investor kini masih menunggu rincian lebih lanjut terkait implementasi kesepakatan AS-Iran.
"Para pelaku investor menunggu rincian lebih lanjut terkait kesepakatan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz," ujarnya.
Menurut Nafan, meredanya ketegangan di Timur Tengah memberikan harapan baru bagi pasar karena dapat mengurangi risiko lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global yang selama ini menjadi perhatian investor.
Di samping itu, pelaku pasar juga mulai mengalihkan perhatian ke sejumlah agenda penting yang akan menentukan arah pasar dalam jangka pendek, termasuk keputusan suku bunga bank sentral AS dan Indonesia.
Berdasarkan konsensus pasar, suku bunga The Fed diperkirakan tetap bertahan di level 3,75 persen. Sementara itu, BI Rate diperkirakan naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain faktor global dan kebijakan moneter, perhatian investor saat ini juga tertuju pada agenda review MSCI yang dinilai akan menjadi salah satu penentu arah pasar saham Indonesia.
"Di sisi lain, para pelaku pasar juga mulai tertuju pada agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026," ujar Nafan.
Review MSCI kali ini menjadi sorotan karena mencakup dua isu utama. Pertama, terkait kemungkinan pencabutan pembekuan (freeze) terhadap penambahan konstituen baru dan perubahan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Kedua, terkait status Indonesia yang saat ini masih berada dalam kategori emerging market.
Global Market Accessibility Review MSCI akan diumumkan pada 18 Juni 2026 dan Annual Market Classification Review MSCI pada 23 Juni 2026 waktu Eropa (setelah pukul 22.30 CEST), atau sekitar pukul 03.30 WIB pada 19 Juni 2026 dan 24 Juni 2026 waktu Indonesia.
