Kumparan Logo

Kemendag Bidik Ekspansi Produk Makanan-Minuman Halal RI ke Timur Tengah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan pidato pembuka saat peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 di Auditorium CSIS, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan pidato pembuka saat peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 di Auditorium CSIS, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan masa depan ekspansi sektor makanan dan minuman atau Food and Beverages (FnB) Indonesia ke luar negeri. Dalam hal ini, Timur Tengah disebut sebagai target potensial untuk ekspansi FnB halal Indonesia.

Walau demikian, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti melihat potensi dari luar negeri untuk ekspansi sektor FnB Indonesia secara umum memang sangat luas, maka dari itu sebenarnya tidak ada negara yang menjadi target spesifik untuk tujuan ekspansi sektor tersebut.

“Kalau untuk negaranya kita tidak spesifik gitu ya tertentu. Tapi kalau misalnya merujuk kepada misalnya FnB yang sifatnya halal gitu ya, tentu kita punya market yang cukup besar di Middle East misalnya, atau sebetulnya produk-produk makanan kita bahkan ada beberapa restoran yang sudah buka cabangnya di luar negeri,” kata Roro di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (11/8).

video story embed

Selain Timur Tengah, Roro juga menjelaskan beberapa restoran juga sudah melakukan ekspansi ke eropa. Ia memberi contoh bahwa tahun lalu ada Restoran Padang yang sudah ekspansi ke Eropa.

Di samping itu, Roro juga menjelaskan ekspansi FnB ke luar negeri memang memiliki potensial. Hal itu karena di luar negeri terdapat diaspora yang memiliki kebutuhan akan makanan dengan cita rasa Indonesia.

“Belum lagi diaspora kita yang di luar negeri. Itu saya lupa, karena diaspora kita walaupun tinggal di luar negeri pasti lidahnya masih Indonesia. Jadi dia butuh sourcing produk dari Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Roro berkomitmen bahwa Kemendag akan terus mendukung ekspansi sektor FnB utamanya dari segi kebijakan.

“Sehingga produk-produknya bukan hanya bisa diminati oleh pasar internasional. Tapi kita juga bisa membantu fasilitasi agar ada sebuah agreement dan commitment,” kata Roro.