Kumparan Logo

OJK: Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Terjaga hingga Mei 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: Dok. OJK
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: Dok. OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga hingga Mei 2026, di tengah meningkatnya inflasi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan pada 26 Mei 2026 menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di tengah peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan,” ucap Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara daring, Jumat (5/6).

Wanita yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan, konflik geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah telah mempertahankan harga energi pada level tinggi sehingga meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang kemudian mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di berbagai negara.

“Di tengah kondisi tersebut, perekonomian global masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansif meskipun dengan laju yang termoderasi,” ucap Kiki.

video story embed

Kiki pun melanjutkan, di Amerika Serikat (AS) perekonomian dinilai tetap resilien dengan dukungan pasar tenaga kerja yang kuat, meski tekanan inflasi mulai memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen. Sementara itu di China, momentum pertumbuhan ekonomi cenderung melemah akibat permintaan domestik dan investasi yang masih tertekan, meskipun kinerja ekspor tetap relatif terjaga.

“Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta volatilitas pasar keuangan, terutama terhadap aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” ucap Kiki.

Kemudian dari sisi domestik, Kiki mencatat aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang beragam. Kinerja sektor manufaktur kembali berada di zona ekspansif pada Mei 2026, sementara dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi nasional dinilai masih cukup terjaga.

Inflasi pada Mei 2026 pun meningkat seiring tekanan harga energi global, tetapi masih berada dalam tingkat yang terkendali.

“Sementara itu, neraca perdagangan masih mencatat surplus meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya,” tutur Kiki.