Kumparan Logo

Panda Bond untuk Tutup Sebagian Defisit APBN, Purbaya Incar USD 1 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menggunakan dana hasil penerbitan Panda Bond untuk membantu menutup sebagian defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Instrumen surat utang berdenominasi renmimbi tersebut juga menjadi langkah pemerintah memperluas sumber pembiayaan di luar pasar obligasi global berbasis dolar Amerika Serikat (AS).

Bendahara negara itu mengatakan, penerbitan perdana panda bond ditargetkan senilai sekitar USD 1 miliar. Nilai tersebut sengaja dibatasi karena pemerintah masih memperkenalkan instrumen itu kepada investor di pasar China sekaligus mengupayakan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

“Yang jelas kita AAA (rating), jadi nggak bohong itu ada suratnya dari sana, ada yang bilang saya bohong katanya, bohong gimana di sana ada suratnya kan. terus kita akan issue sekitar USD 1 miliar, karena ini masih pertama untuk pengenalan pasar dulu, berikutnya kalau dibutuhkan nanti di-issue lagi atau lebih besar,” kata Purbaya di Istana Negara, Kamis (23/7).

Menurut dia, proses book building masih berlangsung, sehingga pemerintah belum dapat memastikan hasil akhir penerbitan maupun besaran imbal hasil yang akan diperoleh. Namun, ia menyebut minat investor di China terhadap Panda Bond Indonesia cukup baik.

video story embed

Dana yang diperoleh dari penerbitan Panda Bond akan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan APBN, khususnya menutup sebagian defisit. “Itu untuk nutup defisit sebagian,” ungkapnya.

Selain membiayai defisit, Purbaya menjelaskan penerbitan panda bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan pemerintah. Selama ini, penerbitan surat utang global Indonesia masih didominasi instrumen berdenominasi dolar AS. Ke depan, pemerintah ingin memperluas akses pembiayaan ke berbagai pasar, termasuk Jepang, Australia, dan China.

Menurut dia, pasar obligasi renminbi di China memiliki kapasitas yang besar sehingga berpotensi menjadi alternatif pendanaan jangka panjang. Diversifikasi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pembiayaan dalam dolar AS. Pemerintah juga akan memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT), sehingga investor membayar menggunakan yuan sementara pemerintah menerima dana dalam rupiah melalui mekanisme antarbank dan bank sentral kedua negara.