Kumparan Logo

Prabowo: 1.000 Tambang Ilegal Ditutup, Valuasi Saham PT Timah Naik 280 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Indonesia Prabowo Subianto memberi isyarat di dalam gedung parlemen pada hari ia akan menyampaikan pidatonya tentang kebijakan ekonomi dan rencana fiskal 2027 di Jakarta, Indonesia , 20 Mei 2026. Foto: Willy Kurniawan/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Prabowo Subianto memberi isyarat di dalam gedung parlemen pada hari ia akan menyampaikan pidatonya tentang kebijakan ekonomi dan rencana fiskal 2027 di Jakarta, Indonesia , 20 Mei 2026. Foto: Willy Kurniawan/Reuters

Presiden Prabowo Subianto berbicara soal penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Kepulauan Bangka Belitung dan dampaknya kepada keuntungan hingga valuasi saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) yang melejit.

Prabowo mengatakan bahwa hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026 alias semester I, PT Timah sudah mencetak keuntungan hingga Rp 2,7 triliun, setara 9 kali lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

"Saudara-saudara sekalian, artinya naik 900 persen. Dalam 6 bulan naik keuntungan 900 persen," ungkapnya saat Sidang Tahunan MPR/DPR, Jumat (14/8).

Dengan keuntungan tersebut, dia menyebutkan bahwa valuasi saham perusahaan pelat merah dengan kode saham TINS tersebut juga naik signifikan hampir 300 persen.

"Karena PT Timah adalah Tbk, PT Timah valuasinya sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025 yang lalu," tutur Prabowo.

instagram embed

Prabowo menyinggung para pemegang saham PT Timah yang otomatis mengalami kenaikan kekayaan karena valuasi saham yang meroket. Dia juga menyayangkan CEO Danantara Indonesia yang tidak memberikan proyeksi kenaikan.

"Mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300 persen. Sayang Kepala BP Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah," katanya.

Prabowo pun meminta TNI/Polri hingga Kementerian Keuangan mengusut tuntas praktik pertambangan ilegal, terutama komoditas timah yang marak di wilayah tersebut demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.

"Karena itu saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri usut! Tidak mungkin 1000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat TNI tahu! Tapi Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga! Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan, Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?" tegasnya.