Prabowo Kejar Target PLTS 100 GW dalam Empat Tahun

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun.
Hal ini diucapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Prabowo menyatakan dalam tahun ini, pemerintah masih menetapkan target pembangunan PLTS sebesar 30 gigawatt.
“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 gigawatt. Dan ini harus kita laksanakan dalam empat tahun, tapi tahun ini saja target kita adalah 30 gigawatt,” kata Prabowo dalam sambutannya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Selain itu, Prabowo meminta PT PLN (Persero) untuk mulai meninggalkan pembangkit listrik berbahan bakar diesel dengan kapasitas sekitar 13 gigawatt.
“Tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” sebut Prabowo.
Ia pun menuturkan di Indonesia saat ini masih terdapat banyak sumber energi beragam lainnya yang dapat dimanfaatkan.
“Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak (di Indonesia),” ucap Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak pengusaha berpartisipasi dalam proyek PLTS 100 gigawatt. Bahlil akan mengajak para pengusaha ikut andil dalam pengembangan proyek PLTS, yang diharapkan dapat terlaksana dalam dua tahun mendatang.
Kementerian ESDM juga mulai memprioritaskan pembangunan PLTS sebesar 17 GW sebagai tahap awal dari target besar 100 GW dalam dua tahun ke depan.
Pemerintah akan memprioritaskan pembangunan PLTS di wilayah dengan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang masih tinggi, khususnya di sistem kelistrikan milik PLN.
