Kumparan Logo

RI Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia Bersama China

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian Indonesia, berpose setelah wawancara dengan Reuters di kantornya di Jakarta (26/8/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian Indonesia, berpose setelah wawancara dengan Reuters di kantornya di Jakarta (26/8/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Indonesia resmi bergabung sebagai negara pendiri (founder member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diprakarsai China.

Keputusan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas pada 13 Juli 2026. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keikutsertaan Indonesia menjadi salah satu hasil kunjungannya ke Shanghai, China pada Kamis (16/7).

"Pemerintah Indonesia diminta untuk mengikut-ikut serta di dalam Deklarasi Pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artificial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO)," kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (17/7).

Airlangga menjelaskan, Indonesia menjadi pendiri bersama 28 negara lainnya. Dari kawasan ASEAN, ada lima negara yang ikut menjadi founder, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

"Founder member daripada WAICO tersebut Indonesia tidak sendirian, ini ditandatangani oleh 29 negara antara lain dari negara ASEAN adalah Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia jadi ada 5 negara ASEAN," ujarnya.

video story embed

Airlangga menyebut, pendaftaran negara pendiri masih dibuka hingga 31 Juli 2026 sehingga jumlah anggota masih berpotensi bertambah.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk ikut membangun tata kelola AI yang inklusif dan bertanggung jawab di tingkat global.

Airlangga mengatakan WAICO bakal menjadi organisasi internasional antarpemerintah yang mengacu pada prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered policy).

Ia menegaskan Indonesia juga ingin memastikan perkembangan AI tidak memperlebar kesenjangan teknologi antarnegara.

Adapun, sebanyak 29 negara telah bergabung sebagai negara pendiri WAICO, yakni Algeria, Belarus, Brazil, Cambodia, Cameroon, Congo, Cuba, Ethiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambique, Myanmar, Nicaragua, Oman, Pakistan, Russia, Senegal, Serbia, South Africa, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, dan China.