Kumparan Logo

Tantangan Kurs-Pembiayaan, BTN Bidik Perluasan Dana Murah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. Foto: BTN
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. Foto: BTN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memasang strategi untuk mempertebal penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account / CASA) di tengah tantangan kurs rupiah terhadap dolar AS, persaingan likuiditas, hingga bunga perbankan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan volume transaksi nasabah serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk tak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding).

“Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Hingga April 2026, BTN mencatatkan pertumbuhan CASA secara konsolidasi sebesar 8,20 persen secara tahunan menjadi Rp 216,02 triliun, dari April 2026 sebesar Rp 199,65 triliun.

Gedung Menara BTN. Foto: Dok. Bank BTN

Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA, perseroan memanfaatkan kekuatan utamanya yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan. Ekosistem hulu-ke-hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estate.

Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Perseroan juga memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas, seperti layanan payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, solusi layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.

Selain itu, BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis (business ecosystem hub). Nixon mengatakan, jaringan fisik ini bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.

Hal tersebut guna memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.

“BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,” kata Nixon.

Perseroan menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan lainnya yang memiliki perputaran arus kas tinggi dan keterikatan kuat dengan kebutuhan harian masyarakat.

Beberapa sektor potensial yang kini tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan (sekolah dan universitas), sektor kesehatan (rumah sakit dan klinik), pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal. Lewat ekspansi ini, BTN optimistis dapat membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.