Penggunaan Istilah Asing dalam Komunikasi Bahasa Indonesia

Teknik Elektro Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Rizqi Fauzan Arrafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"HARI INI DEADLINE!!!"
Kalimat tersebut sontak membuat seisi ruangan kalang kabut. Beberapa orang langsung membuka laptop, sedangkan yang lain sibuk mencari tugas yang belum selesai. Kata deadline sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, terutama di kalangan siswa dan mahasiswa. Istilah tersebut sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Padahal, dalam bahasa Indonesia, kata deadline memiliki padanan kata, yaitu tenggat waktu atau batas waktu.
Penggunaan istilah asing dalam komunikasi bahasa Indonesia sudah menjadi hal yang biasa pada zaman sekarang. Banyak orang menggunakan istilah asing karena dianggap lebih praktis, singkat, dan mudah dipahami oleh teman sebaya. Contohnya adalah kata meeting yang berarti rapat, healing yang sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan menyegarkan pikiran, serta overthinking yang berarti berpikir secara berlebihan. Kata-kata tersebut sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.
Salah satu penyebab banyaknya penggunaan istilah asing adalah perkembangan teknologi dan media sosial. Melalui internet, masyarakat dapat dengan mudah melihat dan mendengar berbagai bahasa dari negara lain. Film, musik, video, dan konten media sosial berbahasa asing juga memengaruhi cara seseorang berbicara. Akibatnya, beberapa istilah asing menjadi populer dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan istilah asing sebenarnya memiliki dampak positif. Salah satunya adalah menambah pengetahuan dan kosakata. Dengan mengenal bahasa asing, masyarakat dapat lebih mudah memahami informasi dari luar negeri. Selain itu, penggunaan istilah asing juga dapat membantu komunikasi dalam lingkungan tertentu, seperti dunia pendidikan, teknologi, dan pekerjaan. Misalnya, istilah busy, job dan meeting sering digunakan karena sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Namun, penggunaan istilah asing yang berlebihan juga berdampak negatif. Salah satunya adalah berkurangnya penggunaan kosakata bahasa Indonesia. Jika seseorang terlalu sering menggunakan istilah asing, ia mungkin menjadi kurang terbiasa menggunakan padanan kata bahasa Indonesia. Padahal, bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat.
Contohnya, ketika seseorang berkata, "moodku sedang tidak baik hari ini" sebenarnya kalimat tersebut dapat disampaikan dengan bahasa Indonesia yang lebih tepat, seperti "Perasaanku sedang tidak baik hari ini." Meskipun kedua kalimat tersebut dapat dipahami, penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dapat membantu seseorang belajar menyampaikan pikiran dengan lebih jelas. Oleh karena itu, kita perlu memahami arti istilah asing sebelum menggunakannya.
Selain itu, penggunaan istilah asing yang tidak sesuai dengan situasi dapat menyebabkan kesalahpahaman. Tidak semua orang memahami arti kata-kata asing, terutama orang yang tidak terbiasa mempelajari bahasa asing. Dalam percakapan sehari-hari, hal ini mungkin terlihat sederhana. Akan tetapi, dalam kegiatan resmi seperti presentasi, rapat, atau pembelajaran di kelas, penggunaan istilah yang kurang dipahami dapat membuat informasi sulit diterima oleh pendengar.
Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan bahasa asing sama sekali. Bahasa asing tetap penting untuk dipelajari karena dapat membantu kita memperoleh pengetahuan yang lebih luas. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara penggunaannya. Kita sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku, terutama dalam situasi formal. Sementara itu, penggunaan istilah asing dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lawan bicara agar komunikasi tetap berjalan dengan baik.
Sebagai pelajar, kita memiliki peran dalam menjaga keberadaan bahasa Indonesia. Salah satu caranya adalah membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam tugas sekolah, presentasi, serta kegiatan pembelajaran. Kita juga dapat mempelajari padanan kata asing melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau sumber pembelajaran lainnya. Dengan begitu, kita tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap menghargai bahasa sendiri.
Pada akhirnya, penggunaan istilah asing dalam komunikasi bahasa Indonesia merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan zaman. Istilah asing dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, tetapi juga dapat menimbulkan masalah jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, kita harus mampu menempatkan bahasa sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Jangan sampai karena terlalu terbiasa menggunakan istilah asing, kita justru melupakan bahasa Indonesia yang menjadi identitas bangsa. Sebab, mempelajari bahasa asing itu penting, tetapi menjaga bahasa Indonesia juga merupakan tanggung jawab kita bersama.
