Konten dari Pengguna

Memperingati Hari Solidaritas Palestina 29 Nopember 2017

Nico Adam

Nico Adam

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nico Adam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peringatan Hari Solidaritas Palestina:

Setelah hampir 70 tahun belum ada tanda rakyat Palestina dapat menggapai haknya.

Memperingati Hari Solidaritas Palestina 29 Nopember 2017
zoom-in-whitePerbesar

Pada tanggal 29 November 2017, KBRI Amman ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Solidaritas Palestina yang diadakan oleh United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) – kantor operasi Yordania. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong negara-negara anggota Majelis Umum PBB untuk terus memberikan dukungan dan publisitas seluas-luasnya dalam peringatan Hari Solidaritas tersebut.

Pada kesempatan kunjungan ke kantor UNRWA, KBRI Amman menggunakan momen ini untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang ada di Yordania. Bantuan sebanyak 1 (satu) truck makanan yang keseluruhannya merupakan produk makanan Indonesia seperti mi instant, kopi instant, biskuit, kacang-kacangan, permen dan berbagai makanan kering lainnya adalah merupakan sumbangan donatur Indonesia dan juga sumbangan dari para pengusaha Yordania (importir) produk makanan tersebut.

Sumbangan yang diserahkan oleh Dubes RI Amman tersebut langsung diterima oleh Roger Davies, Direktur UNRWA, dengan disaksikan para pimpinan kantor operasi Yordania. Dalam sambutannya Dubes Andy mengharapkan sumbangan makanan ini dapat membantu sebagian pengungsi Palestina dalam menghadapi musim dingin. Tahun 2016 lalu KBRI Amman juga menyalurkan sumbangan dari masyarakat Indonesia melalui UNRWA sebesar USD 20.000 untuk membantu peralatan sekolah di camp pengungsi Rusayifah dan Jalur Gaza. Dalam sambutan balasannya, Roger menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian negara dan masyarakat Indonesia terhadap Bangsa Palestina, tidak hanya yang berada di West Bank dan Jalur gaza, namun juga kepada pengungsi Palestina yang berada di Yordania. Di tengah kondisi defisit anggaran operasional UNRWA tahun ini mencapai USD 77 juta atau sekitar Rp 1 Trilliun, berapapun sumbangan yang diberikan baik oleh suatu negara, kelompok/golongan atau bahkan sumbangan individu pun pasti akan diterima dengan senang hati, lanjut Roger yang sudah 28 tahun bergabung di UNRWA.

Pada peringatan Hari Solidaritas Palestina tahun ini, Dubes Andy dan beberapa orang staf serta perwakilan DWP KBRI Amman berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah dan fasilitas kesehatan yang terdapat di dalam camp pengungsi Palestina yang terdapat di daerah Qusour dan Marka, pinggiran kota Amman. Dalam kunjungan tersebut, Roger Davies menjelaskan informasi seputar lingkup tugasnya di Amman. Saat ini UNRWA kantor operasi Yordania melayani sekitar 2,2 juta pengungsi Palestina yang tersebar di 10 (sepuluh) camp atau sebanyak 43% dari total pengungsi Palestina yang terdapat di Yordania, Suriah, Libanon, West Bank, dan Jalur Gaza. UNRWA Yordania mempunyai staff sebanyak 7.000 orang yang 95% diantaranya merupakan para pengungsi Palestina sendiri.

Selain itu, UNRWA juga memiliki sarana pendidikan yang terdiri dari 171 sekolah dengan murid sebanyak 121.368 siswa yang belajar dari kelas 1 sampai dengan kelas 10, 1 (satu) Fakultas Sains dan Seni Pendidikan, 2 (dua) pusat pelatihan kejuruan dan teknis. Juga memiliki 25 (dua puluh lima) pusat kesehatan utama (health centres) yang mampu merawat lebih dari 1,1 juta pengungsi, 10 (sepuluh) pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 (empat belas) pusat program peningkatan sumber daya perempuan. Selain fasilitas di atas, UNRWA kantor operasi Yordania juga memberikan bantuan tunai untuk hampir 60.000 pengungsi yang paling miskin sebanyak USD 115 per orang per tahun.

Peringatan Hari Solidaritas Palestina ini memberi kesempatan kepada masyarakat internasional untuk memusatkan perhatiannya pada fakta bahwa masalah Palestina tetap tidak terselesaikan. Dan hingga saat ini rakyat Palestina belum menggapai hak-hak mereka di antaranya: hak untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan eksternal, hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional, serta hak untuk kembali ke tanah airnya.