Pernyataan Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Yordania terkait Pengakuan AS atas Yerusalem

Tulisan dari Nico Adam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tanggal 13 Desember 2017, Dubes RI, Andy Rachmianto, menerima Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania, Ghinan Taufiq, beserta beberapa anggotanya yang berkunjung ke KBRI Amman guna menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap isu Yerusalem dan dukungan terhadap Palestina.
Dalam pernyataan sikapnya HPMI Yordania, menyampaikan empat hal utama, yaitu:
a. Mengecam pernyataan sepihak Presiden AS atas pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel dan rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem;
b. Menuntut Pemerintah AS untuk segera membatalkan pernyataan tersebut dan mendorong Pemri bersama dengan OKI, PBB, dan masyarakat internasional lainnya untuk melakukan berbagai upaya penyelamatan Yerusalem dan Palestina;
c. Menyerukan masyarakat di Indonesia untuk membela dan mendukung perjuangan kemerdekaan bagi Palestina; dan
d. Mendukung upaya Pemri dan masyarakat Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.
Naskah pernyataan sikap tersebut kemudian diserahkan kepada Dubes RI untuk dapat diteruskan ke Pusat.
Selanjutnya Dubes RI menyampaikan apresiasi terhadap HPMI yang telah bersikap kritis terhadap isu Yerusalem dan Palestina tersebut. Dubes meminta kiranya HPMI Yordania dapat menyerukan tindakan serupa kepada organisasi kemahasiswaan Indonesia di luar negeri lainnya, khususnya di kawasan AS, guna memberikan tekanan sosial kepada Pemerintah AS atas pernyataan pengakuan dimaksud.
Dubes RI juga menyampaikan pentingnya peran Diaspora Indonesia bekerjasama dengan Pemri dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai ruang dan peluang yang ada, sesuai dengan amanah Konstitusi.

(Perwakilan Mahasiswa Indonesia di Yordania yang mendatangi KBRI Amman untuk menyampaikan pendapat dan dukungannya kepada Palestina)
