Konten dari Pengguna

Memahami Karakter Tokoh dalam Cerpen Doa Burung-Burung

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nida Khoirunnisa Fadillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Motivasi menjadi kunci untuk membaca karakter tokoh utama melalui perspektif Robert Stanton.

Ilustrasi tokoh utama dalam cerpen Doa Burung-Burung. Ilustrasi dibuat oleh penulis menggunakan Canva.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokoh utama dalam cerpen Doa Burung-Burung. Ilustrasi dibuat oleh penulis menggunakan Canva.

Ada tokoh yang dikenang karena keberaniannya, ada pula yang diingat karena kecerdasannya. Namun, tokoh utama dalam cerpen Doa Burung-Burung meninggalkan kesan melalui sesuatu yang lebih sederhana: konsistensi. Sejak ibunya meninggal hingga ia berhasil membangun kehidupannya sendiri, ia terus kembali ke makam sang ibu untuk menceritakan apa yang telah dilaluinya. Kebiasaan itu bukan hanya pengulangan alur, melainkan petunjuk yang sengaja ditinggalkan pengarang agar pembaca memahami siapa tokoh tersebut.

Sering kali pembaca menilai karakter hanya dari tindakan yang tampak. Tokoh ini bekerja keras, berarti ia pekerja keras. Tokoh itu menolong orang lain, berarti ia baik hati. Padahal, tindakan yang sama dapat lahir dari alasan yang berbeda. Di sinilah Robert Stanton menawarkan cara membaca karakter yang lebih mendalam melalui konsep motivasi.

Dalam Teori Fiksi, Stanton menjelaskan bahwa motivasi tokoh terdiri atas motivasi spesifik dan motivasi dasar. Motivasi spesifik muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu, sedangkan motivasi dasar merupakan hasrat yang mengarahkan tindakan tokoh sepanjang cerita (Stanton, 2022, hlm. 33). Dengan demikian, memahami karakter tidak cukup hanya melihat apa yang dilakukan tokoh, tetapi juga alasan yang membuatnya terus melakukan hal tersebut.

Konsep itu tampak jelas pada tokoh utama Doa Burung-Burung. Ia memang mengalami berbagai peristiwa: kehilangan ibu, mencari pekerjaan, menghadapi tuduhan mencuri, hingga akhirnya menjadi pemilik usaha. Akan tetapi, setiap keputusan yang diambil selalu berangkat dari nilai yang sama, yaitu menjaga pesan ibunya.

Hal tersebut terlihat ketika ia berkata,

"Jika aku mencuri, aku pasti akan sangat malu kepadamu. Untuk apa aku selalu menanam janji kepadamu kalau di luar sana aku khianati sendiri?"

Kutipan tersebut memperlihatkan bahwa kejujuran tokoh bukan didorong oleh rasa takut terhadap hukuman ataupun keinginan memperoleh pengakuan. Ia memilih tetap jujur karena tidak ingin mengkhianati janji yang pernah ia tanamkan kepada ibunya. Di sinilah motivasi dasar bekerja. Peristiwa boleh berubah, tetapi alasan yang menggerakkan tokoh tidak pernah bergeser.

Motivasi dasar itu kemudian melahirkan berbagai motivasi spesifik. Ketika hidup dalam keterbatasan, ia memilih bekerja daripada meminta-minta. Saat difitnah, ia tidak membalas perlakuan orang lain. Setelah kehidupannya mapan, ia justru mengangkat seorang anak yatim untuk bekerja di tokonya. Setiap tindakan muncul sebagai respons terhadap situasi yang berbeda, tetapi seluruhnya tetap mengarah pada nilai yang sama.

Menariknya, pengarang tidak pernah secara langsung menyebut tokoh utama sebagai sosok yang jujur atau penyayang. Pembaca justru sampai pada kesimpulan itu setelah mengikuti perjalanan hidupnya. Cara seperti inilah yang membuat karakter terasa lebih alami. Pengarang tidak memberi label, melainkan membiarkan tindakan tokoh berbicara atas dirinya sendiri.

Pada akhirnya, kekuatan Doa Burung-Burung bukan hanya terletak pada kisah tentang kehilangan atau bakti seorang anak kepada ibunya. Cerpen ini menunjukkan bahwa karakter tidak dibentuk oleh satu tindakan besar, melainkan oleh motivasi yang terus dipertahankan di tengah berbagai perubahan hidup. Ketika pembaca memahami alasan di balik tindakan tokoh, mereka tidak hanya mengenal siapa tokoh itu, tetapi juga memahami mengapa ia begitu membekas setelah cerita berakhir.

Daftar Pustaka

Stanton, Robert. 2022. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nur Hadi. 2022. "Doa Burung-Burung." Kompas.id, 30 April 2022.