Mahasiswa KKN UNG Bilungala Utara Wujudkan Mitigasi Bencana Berbasis Digital

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Nifa Aprilia Hanapi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
IMPLEMENTASI APLIKASI KEBENCANAAN DAN SOSIALISASI DESA TANGGUH BENCANA DI KECAMATAN BONE PANTAI

Desa Bilungala Utara, yang terletak di Kecamatan Bonepantai, kini telah siap menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2025.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Destana, para mahasiswa menciptakan sebuah aplikasi kebencanaan yang dirancang khusus untuk wilayah Kecamatan Bonepantai. Aplikasi ini diperkenalkan dalam kegiatan implementasi dan sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar di Aula Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Bilungala, pada hari Rabu, 23 April 2025.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bone Bolango, Achril Y. Babyonggo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik yang melaksanakan KKN di Kecamatan Bonepantai.
"Mahasiswa telah berbuat banyak untuk daerah ini dengan menciptakan aplikasi kebencanaan yang sangat luar biasa. Insya Allah, apa yang telah mereka hasilkan akan membawa berkah bagi daerah ini, khususnya Kecamatan Bonepantai. Semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua," ujar Achril dalam sambutannya.
Tak lupa, Kalak BPBD Bone Bolango juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Bonepantai, para Kepala Desa, serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendampingi para mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN.
"Insya Allah, segala ikhtiar yang kita lakukan bersama ini akan mendatangkan berkah dari Allah SWT. Aamiin," tambahnya.
Camat Bonepantai: Ini Teknologi Bernilai Tinggi
Camat Bonepantai, Lili Prawati Abas, mewakili Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan masyarakat Bonepantai, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) atas penempatan mahasiswa KKN dari Jurusan Teknik Informatika di empat desa wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan program KKN.
Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa sangat bermanfaat, terutama dengan adanya inovasi yang mereka hasilkan berupa aplikasi kebencanaan. Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu pemerintah kecamatan dan desa dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana.
“Dengan adanya aplikasi ini, harapannya kita dapat mengetahui secara dini jika terjadi potensi bencana, sehingga bisa langsung melakukan langkah antisipatif,” ujar Lili.
Ia juga mengingatkan bahwa wilayah Bonepantai pernah mengalami sejumlah bencana besar, khususnya banjir yang berdampak pada beberapa desa pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kontribusi mahasiswa UNG ini dinilai sangat penting dan berharga dalam mendukung kesiapsiagaan wilayah.
Lebih lanjut, Lili menyampaikan bahwa aplikasi yang dikembangkan para mahasiswa ini memiliki nilai teknologi yang tinggi. Bahkan, jika dihitung secara komersial, nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Namun kita patut bersyukur, karena adik-adik mahasiswa telah membagikan ilmu dan teknologi ini secara cuma-cuma. Kini kita bisa lebih siap menghadapi bencana karena sudah memiliki alat deteksi dan panduan tindakan awal,” tutupnya.
Harapan Pihak Kampus
Kepala Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muchlis Polin, menyampaikan harapannya agar aplikasi kebencanaan yang dikembangkan oleh mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana yang belakangan ini kerap terjadi di wilayah Bonepantai.
“SIBU adalah aplikasi yang telah dirancang oleh mahasiswa bersama tim dosen pembimbing lapangan (DPL), dan kami telah berupaya semaksimal mungkin dalam pengembangannya. Namun, kami juga menyadari bahwa masih mungkin terdapat kekurangan di beberapa bagian. Karena itu, kami sangat mengharapkan adanya masukan, kritik, dan saran yang membangun dari semua pihak agar aplikasi ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Muchlis.
Ia juga menyampaikan permohonan dukungan dan pendampingan dari masyarakat, pemerintah desa, serta Pemerintah Kecamatan Bonepantai, mengingat para mahasiswa masih akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut selama kurang lebih satu bulan dua minggu ke depan.
“Insya Allah, penarikan mahasiswa KKN akan dilakukan pada akhir Mei 2025,” tutup Muchlis.
Aplikasi Siaga Bilungala Utara (SIBU) merupakan sebuah inovasi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN MBKM Universitas Negeri Gorontalo. Aplikasi ini dirancang sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menyajikan data kebencanaan secara interaktif dan real-time, dengan fokus utama pada wilayah Bilungala Utara dan sekitarnya.
SIBU hadir dengan berbagai fitur pendukung yang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi penting terkait kebencanaan. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melihat peta wilayah rawan bencana yang dilengkapi dengan informasi mengenai jenis-jenis bencana yang pernah terjadi di setiap lokasi. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan data mengenai relawan Forum Destana yang aktif di wilayah tersebut, serta kontak darurat seperti nomor puskesmas terdekat dan nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat terjadi bencana.
Tak hanya itu, SIBU juga dilengkapi dengan fitur statistik kebencanaan, yang menyajikan data mengenai jumlah korban dan kerugian materiil selama satu tahun terakhir. Penyajian data yang akurat dan terkini ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai dampak bencana di wilayah Bilungala Utara, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mempercepat respons dalam situasi darurat.
Kepala Bidang (Kabid) dari instansi terkait menyampaikan bahwa dirinya telah lama memiliki gagasan untuk mengembangkan sebuah aplikasi kebencanaan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam merealisasikan ide tersebut.
Menariknya, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melaksanakan program di Desa Bilungala Utara justru berhasil merancang dan mengembangkan aplikasi kebencanaan yang sejalan dengan konsep yang telah lama dipikirkan oleh Kabid. Aplikasi tersebut diberi nama SIBU (Sistem Informasi Bencana Bilungala Utara).
Ibu Kabid mengungkapkan rasa kagum dan antusiasnya terhadap SIBU, karena aplikasi ini berhasil mewujudkan konsep sistem informasi bencana yang selama ini ia impikan. Ia berharap, ke depan, aplikasi SIBU tidak hanya dimanfaatkan di tingkat desa, tetapi juga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk diterapkan pada skala yang lebih luas, hingga tingkat kabupaten.
Dengan hadirnya SIBU (Siaga Bilungala Utara), diharapkan desa-desa di Kecamatan Bonepantai dapat lebih siap dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Aplikasi ini tidak hanya menjadi alat bantu bagi pemerintah dan masyarakat setempat, tetapi juga simbol dari kolaborasi yang sukses antara mahasiswa, universitas, dan masyarakat dalam menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.
Ke depannya, diharapkan aplikasi ini dapat terus berkembang dan digunakan sebagai model bagi desa-desa tangguh bencana lainnya di Kabupaten Bone Bolango. Dengan dukungan yang terus berlanjut, baik dari pemerintah maupun masyarakat, SIBU memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan bencana di wilayah ini dan menjadikan Bilungala Utara sebagai contoh keberhasilan dalam mitigasi bencana berbasis teknologi.
