Pengembangan Live-In di Kampung Ekowisata Ciwaluh, Kabupaten Bogor

Dosen Pariwisata di Universitas Terbuka
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nihan Anindyaputra Lanisy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bogor – Universitas Terbuka (UT) berhasil menginisiasi pengembangan program live-in di Kampung Ekowisata Ciwaluh, Desa Wates Jaya, Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sepenuhnya didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), UT mendorong lahirnya model wisata edukatif yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa lintas program studi, yaitu Nihan Anindyaputra Lanisy dan Rizky Rivaldi Afgani yang berasal dari Program Studi Pariwisata, Ni Made Ayu Krisna Cahyadi yang berasal dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, serta Sri Ratu Wijaya dan Refaldi Maulana yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT. Kolaborasi akademisi dan mahasiswa tidak hanya memperkuat transfer ilmu, tetapi juga menghadirkan inovasi nyata dalam bentuk proposal paket live-in yang terstandarisasi, pelatihan komunikasi wisatawan, hingga strategi pemasaran digital berbasis website dan media sosial.
“Melalui riset terapan dan pengabdian, kami berupaya memberikan solusi konkret terhadap tantangan pariwisata lokal. Program live-in di Ciwaluh diharapkan menjadi model pengembangan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Nihan Anindyaputra Lanisy, dosen Universitas Terbuka sekaligus Ketua Tim Pengabdian.
Dampak ekonomi dari kegiatan ini mulai terlihat. Paket live-in memungkinkan warga setempat memperoleh tambahan pendapatan dari akomodasi homestay, konsumsi, hingga aktivitas wisata. Selain itu, peluang kerja baru terbuka bagi masyarakat lokal sebagai pemandu wisata, fasilitator seni budaya, maupun tenaga pendukung kegiatan edukatif.
Ketua Pokdarwis Ciwaluh, Risandi Fadilah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Terbuka dan Kemendikti Saintek. “Dengan adanya pendampingan akademisi, kami kini memiliki standar paket wisata yang jelas dan strategi pemasaran yang lebih modern. Hal ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri kami dalam menawarkan wisata edukatif kepada sekolah, universitas, maupun instansi,” katanya.
Keberhasilan program ini menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui tridarma. Selain menghasilkan publikasi akademik, kegiatan ini juga memperlihatkan dampak nyata berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan ekonomi desa. Dengan promosi yang lebih luas, Kampung Ekowisata Ciwaluh diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukasi unggulan yang menggabungkan kekuatan akademik, budaya lokal, dan potensi ekonomi masyarakat.
