Driver Go-Jek Tertipu, Oknum Pelanggan Bawa Kabur Rp 400 Ribu

Lagi-lagi modus penipuan dengan memanfaatkan jasa ojek online terjadi. Kali ini, menimpa seorang driver Go-Jek yang ditipu oknum pelanggan yang menggunakan jasa order Go-Send.
Aksi penipuan yang menimpa driver Go-Jek ini diunggah dalam sebuah postingan Facebook bernama Deni Budiansyah. Ia mengunggah empat buah foto beserta keterangan yang menjelaskan kronologis penipuan.
Driver Go-Jek tersebut mendapat pesanan dari seseorang bernama Donald dengan alamat di Palmerah. Dalam orderannya, Donald memesan sebuah penguat sinyal Wi-Fi.
Driver Go-Jek itu kemudian diminta mengambil barang pesanan tersebut di depan Mall Ratu Plaza. Pemesan meminta driver Go-Jek untuk membayarkan terlebih dahulu atau cash on delivery (COD) dengan harga barang senilai Rp 400.000.
Ketika sudah tiba di alamat pemesan, driver Go-Jek itu mencoba menelepon pemesan bernama Donald, namun setelah 30 menit tidak juga diangkat. Driver Go-Jek akhirnya kembali ke Mall Ratu Plaza sambil mencari alamat yang tertera pada kuitansi pembelian barang di Mall Ratu Plaza Lantai 2 nomor 332.
"Padahal di lantai 2 Mall Ratu Plaza itu adalah tempat jual furniture,bukan komputer atau elektronik. Jadi kuitansi yang penjual kasih ke abang gojek ternyata palsu," tulis Deni.
Ia kemudian menjelaskan, driver Go-Jek tersebut mendatangi toko tempatnya bekerja untuk menanyakan alamat yang tertera di kuintansi. Karena curiga dengan alamat yang diberi, Deni kemudian meminta izin membuka kardus pesanan yang dibawa driver Go-Jek.
"Ternyata kecurigaan ane benar, di dalam kardus tersebut bukan penguat sinyal Wi-Fi ZTE. Di dalamnya berisi VGA card bekas dan kabel," tulis Deni.
Postingan Deni langsung mendapat respons netizen. Banyak yang berempati terhadap driver Go-Jek yang tertipu. Bahkan ada yang berniat membayarkan kerugian yang diderita driver tersebut.

Beberapa menyayangkan sistem keamanan pembuatan akun pelanggan yang digunakan Go-Jek. Mereka berharap agar Go-Jek bisa meningkatkan sistem keamanan sehingga kasus penipuan tidak terjadi baik kepada pelanggan maupun driver.

