Mengenal Bahaya Penyakit Campak yang Menyerang Anak Oki Setiana Dewi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kena campak. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kena campak. (Foto: Flickr)

Anak pasangan Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio, Maryam Nusaibah Abdullah dan Khadeejah Faatimah Abdullah sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena penyakit campak.

Oki sempat panik karena ini kali pertama anaknya terkena penyakit campak hingga dirawat di rumah sakit. Sebenarnya apa itu penyakit campak?

Penyakit campak memang cukup umum ditemukan di Indonesia. Meski kasusnya terbilang sering terjadi, namun bahaya yang mengintai dari serangan campak tidak boleh dianggap ringan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini bisa menyebabkan kematian.

Campak memang satu dari penyakit menular yang banyak menyerang anak-anak. Penyakit ini bisa menyebar melalui bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi. Gejalanya diawali dengan demam, batuk, pilek, dan mata merah. Kemudian muncul bintik-bintik merah yang menyebar dari kepala hingga ke seluruh tubuh.

[ Baca juga: Kepanikan Oki Setiana Dewi Menangani Kedua Anaknya yang Sakit Campak ]

"Rubella atau campak termasuk penyakit yg disebabkan virus. Awalnya gejalanya demam, nyeri tenggorok, ruam kulit. Kalau pada anak paling sering gejala diperberat ke sesak nafas dan infeksi jaringan paru. Kalau pada ibu hamil bisa keguguran," ujar dokter umum Bonita Effendi, BMedSc pada kumparan (kumparan.com)

Dokter Bonita mengatakan, gejala campak ini bisa menyerang sangat berat ketika pasien tidak mendapat vaksin campak seperti yang dicanangkan pemerintah.

Ilustrasi anak divaksin. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak divaksin. (Foto: Flickr)

[ Baca juga: Gigi Berlubang yang Tak Terurus Bisa Picu Serangan Jantung ]

Berdasarkan data Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, pada tahun 2015 dari 8.185 kasus campak, sebanyak 54% di antaranya tidak mendapat vaksin campak.

"Vaksin campak penting bagi anak. Karena saat lahir tubuh belum memiliki pertahanan tubuh yang terbentuk untuk melawan virus. Jika belum tervaksin maka bisa jadi manifestasinya (efek yg terjadi pada tubuh seperti ruam, demam, infeksi saluran nafas) lebih berat dibandingkan dengan yang sudah tervaksin," ujar dokter Bonita.

Ia juga menambahkan, selain manifestasi campak, risiko komplikasi dari penyakit campak juga bisa lebih berat pada mereka yang tidak tervaksin.

Kasus campak di Indonesia. (Foto: Dok. depkes.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Kasus campak di Indonesia. (Foto: Dok. depkes.go.id)

[ Baca juga: Terlalu Sering Mengetik di Smartphone Bisa Bikin Jempol Kamu Cedera ]

Vaksin campak sendiri punya manfaat untuk mencegah parahnya manifestasi serangan virus di dalam tubuh.

"Vaksin campak saat ini yang ada bisa dari vaksin MMR (measles mumps rubella). Yaitu, vaksin hidup yang sudah dilemahkan. Jadi saat diberikan melalui suntikan, vaksin hidup yang sudah dilemahkan dianggap seperti "kuman" (antigen); jadi tubuh kita akan bereaksi dengan menghasilkan antibodi (pertahanan untuk melawan antigen)," ujar Bonita.

Membawa anak untuk melakukan vaksin juga ada aturannya. Anak harus dipastikan dalam keadaan sehat, dan para orang tua harus ingat riwayat vaksin yang pernah diberikan. Di Indonesia sendiri ada 2 macam vaksin, campak dan MMR.

Vaksin campak diberikan pada anak usia 9 bulan, dan diulang kembali pada saat memasuki usia 18 bulan. Vaksin booster juga harus kembali diberikan pada usia 6 tahun.

Untuk vaksin MMR, bisa diberikan dua kali pada anak usia 15 bulan dan 5 tahun. Biasanya anak usia 15 bulan yang sudah divaksin MMR tidak perlu lagi memberikan vaksin serupa pada saat anak mencapai usia 18 bulan. Vaksin MMR sendiri biasanya bisa langsung menangani campak dan gondongan.

Ilustrasi anak sehat. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sehat. (Foto: Pixabay)

Memberikan vaksin campak memang menjadi dilema ibu saat ini. Terlebih dengan berbagai isu tentang penggunaan zat gelatin babi pada vaksi. Di sisi lain, vaksin juga sangat penting bagi kesehatan anak untuk mencegah penyakit menular berbahaya yang bisa mengancam nyawa keluarga Anda.

Depkes RI melansir semakin tinggi cakupan imunisasi (vaksin) maka semakin rendah kejadian kasus campak dan begitu juga sebaliknya. Mempertahankan cakupan imunisasi campak jadi satu langkah penting dalam mengendalikan kasus campak.