Konten dari Pengguna

Menciptakan Produk Inovasi dengan Strategi Marketing Co - Branding

Niken Meinica

Niken Meinica

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Niken Meinica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : freepik
zoom-in-whitePerbesar
sumber : freepik

Seiring perkembangan zaman, brand - brand menerapkan strategi marketing yang semakin berkembang dan bervariasi untuk menciptakan sebuah inovasi produk dari suatu brand. Persaingan pasar yang semakin ketat, membuat beberapa brand berkolaborasi bersama brand lainnya baik jenis produk yang sama maupun produk yang saling bertolak belakang. Strategi marketing tersebut dikenal dengan istilah Co - branding.

Co - branding merupakan strategi marketing dengan memanfaatkan brand lainnya atau berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk dari perpaduan dari brand satu dengan brand lainnya guna meningkatkan brand awareness, mendapatkan konsumen yang lebih luas serta saling menguntungkan antara pihak brand yang berkolaborasi.

Masing-masing brand memberikan konsep yang menjelaskan identitas brand mereka melalui logo, warna, bentuk, dan konsep lainnya untuk mempertegas identitas dari brand dan menghasilkan sebuah produk baru yang unik.

Kelebihan co - branding

  • Co - branding tidak hanya tertuju pada konsumen loyal melainkan juga mendatangkan konsumen baru yakni salah satunya konsumen dari brand lain yang berkolaborasi

  • Menciptakan produk - produk yang unik dan berinovasi sehingga dapat meningkatkan minat konsumen

  • Meningkatkan brand recognition dari masing-masing brand yang saling berkolaborasi

  • Masing-masing brand merasa terhormat atas ajakan berkolaborasi dan mendapatkan kredibilitas saat berkolaborasi dengan brand yang memiliki reputasi tinggi

  • Menghemat anggaran pengeluaran untuk promosi produk baru

Kelemahan co - branding

  • Berisiko tinggi terhadap brand image yang sudah dibangun sejak awal karena brand image akan saling berbenturan dan dapat membingungkan konsumen

  • Segmen pasar akan menyimpang dari segmentasi pasar yang sejak awal ditentukan oleh masing-masing brand, jika berkolaborasi dengan brand yang jenis produknya saling bertolak belakang dan gagal menunjukkan keterkaitan brand kepada konsumen sehingga produk dinilai tidak masuk akal

  • Masing-masing brand yang berkolaborasi dituntut untuk saling percaya dan berbagi sumber daya

Strategi co - branding dapat mendatangkan profit bagi brand sekaligus berisiko tinggi untuk brand. Namun banyak brand yang sukses melakukan co - branding dengan brand lainnya. Salah satunya brand Aero street yang berkolaborasi dengan brand local Indonesia.

Brand Aero street merupakan brand sepatu lokal asli Indonesia yang memiliki segmentasi pasar yang ditujukan untuk kalangan anak muda serta mengedepankan produk lokal Indonesia. Brand Aero street menerapkan co - branding dengan brand - brand lokal Indonesia lainnya dengan segmentasi pasar yang mirip segmentasi pasar dari brand Aero street seperti berkolaborasi dengan brand makanan, minuman, esport, musisi, dagelan, dan brand lokal lainnya. Meskipun jenis produknya bertolak belakang dengan brand sepatu Aero street. Namun mereka sukses melakukan co - branding.

Selain itu brand Aero street yang dikenal dengan harga yang sangat terjangkau secara bersamaan dengan co - branding juga menerapkan strategi marketing dengan menyediakan stock limited pada produk baru dari co - branding. Hal tersebut merupakan bagian dari strategi marketing yang bermain dengan psikologis konsumen sehingga konsumen merasa tergugah untuk berlomba-lomba membeli produk tersebut serta dinilai special karena tidak semua orang dapat memilikinya.

Co - branding dapat dilakukan oleh dua atau lebih brand serta tidak hanya untuk berkolaborasi dengan segmentasi pasar yang sama melainkan juga dapat berkolaborasi dengan brand yang bertolak belakang dengan segmentasi pasar antar brand untuk menghasilkan suatu produk yang lebih berinovasi dan unik.