Panggung RAKSA Karang Taruna RW 06 Jatipulo: Dari Warga,oleh Pemuda, untuk Semua
Tulisan dari Nikita Aidina Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suasana hangat menyelimuti pemukiman warga saat panggung seni di lingkungan RW 06 Kelurahan Jatipulo dipadati masyarakat sekitar. Lewat agenda bertajuk RAKSA (Ragam Seni Kreasi Anak Bangsa), Karang Taruna RW 06 Jatipulo membuktikan bahwa ruang publik di gang perkotaan bisa bertransformasi menjadi panggung budaya yang hidup sekaligus wadah belajar bersama, jauh dari kesan seremonial yang kaku.
Panggung bergemuruh dengan ragam kekayaan seni tradisional Nusantara yang dibawakan penuh semangat oleh generasi muda. Sorak penonton mengiringi keluwesan Tari Cupang Menor, keceriaan Tari Kicir-kicir, hingga pesona gerak Tari Lenggang Nyai, Tari Bentang Panggung, Tari Kembang Kipas, dan Tari Janger. Kehangatan malam kian semarak saat pertunjukan Lenong khas warga RW 06 tampil di atas panggung. Bumbu banyolan lokal dan celetukan spontan sukses menyatukan gelak tawa dari anak-anak hingga para sesepuh lingkungan dalam kebersamaan

Menariknya, panggung RAKSA tidak berhenti sebatas ajang unjuk bakat seni. Karang Taruna RW 06 menyuguhkan nilai edukasi nyata melalui pembekalan pengelolaan sampah dan pembuatan pupuk kompos. Di tengah padatnya permukiman ibu kota, materi ini menjadi solusi konkret bagi warga untuk mulai memilah sampah organik langsung dari dapur rumah tangga dan mengolahnya kembali menjadi nutrisi bagi pekarangan.
Inisiatif akar rumput ini kian berbobot dengan kehadiran berbagai elemen penting masyarakat. Doa bersama dan dukungan moral mengalir dari Ustadz Roni, jajaran pengurus rukun warga dari RW tetangga, serta para mitra pendukung. Sinergi ini semakin utuh saat Bapak Lurah Jatipulo, Bapak Ketua RW 06, serta Anggota DPRD Bapak Abdul Aziz turut hadir dan larut dalam kehangatan antusiasme warga secara langsung.
Di balik riuh panggung RAKSA, ada kerja mandiri anak-anak Karang Taruna RW 06 Jatipulo di balik layar. Dari menyusun rangkaian acara, merangkul para tokoh masyarakat, hingga berkoordinasi dengan para tamu undangan, semua dipersiapkan bersama. Panggung ini menjadi bukti nyata bahwa geliat seni tradisi, kesadaran kelola sampah, dan keakraban antarwarga bisa tumbuh berdampingan secara alami di gang pemukiman RW 06 JATIPULO.

