Konten dari Pengguna

Gangguan Kecemasan Sosial dan Gejalanya

Nila zaima

Nila zaima

Dosen IAIN Kediri dan Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nila zaima tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mengalami ketakutan atau kekhawatiran berlebih ketika berada di antara banyak orang? atau pernahkah kamu merasa tidak nyaman bertemu dengan orang baru? seringkah kamu lebih memilih untuk menghindari kerumunan dan menyendiri?

Waspadai gangguan kecemasan sosial yang bisa menimpa siapa saja! kenali gejalanya dan dapatkan bantuan yang tepat untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial tersebut.

Ilustrasi gambar : Canva.com

Apa itu Gangguan Kecemasan Sosial ?

Mari kita kenali lebih dalam tentang gangguan ini. Jadi, gangguan kecemasan sosial atau yang sering disebut juga dengan phobia social dalam DSM-5 ini merupakan ketakutan atau kecemasan yang nyata tentang satu atau lebih situasi sosial, terutama ketika kita merasa diawasi atau diperhatikan oleh orang lain. Ketakutan atau kecemasan yang intens tersebut cenderung membuat kita menghindari situasi sosial. Contohnya ketika berinteraksi (bercakap-cakap, bertemu orang yang tidak dikenal), diamati (ketika makan atau minum), dan tampil di depan orang lain (ketika memberikan pidato).

Kecemasan sosial ini sering kali terjadi pada masa remaja dan dewasa awal. Sebuah studi mengemukakan bahwa pada usia 17 tahun kemampuan individu untuk mengatasi stres berada pada titik terendah. Nah, pada masa ini remaja cenderung sering mengalami kecemasan yang sulit dikontrol. Akibatnya remaja akan sering mengalami rasa malu, kesepian bahkan gejala depresi.

Sebuah survey dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, dan yang paling banyak dialami oleh remaja (10-17 tahun) adalah gangguan cemas (gabungan antara fobia sosial dan gangguan cemas menyeluruh). gangguan lain yang dialami remaja juga termasuk depresi mayor, gangguan perilaku, PTSD, dan ADHD. Ironisnya, hanya sebesar 2,6% remaja yang menggunakan fasilitas kesehatan mental / konseling untuk membantu masalah mereka.

Selanjutnya, sebuah studi penelitian juga menunjukkan bahwa bentuk gangguan kecemasan yang paling banyak dialami remaja adalah gangguan kecemasan sosial, dan perempuan lebih rentan mengalami kecemasan sosial dibanding laki-laki.

Bagaimana Gejala-gejala dari Gangguan Kecemasan Sosial?

Nah, kita bisa melihat gangguan kecemasan sosial dari gejala-gejala yang muncul sebagai berikut:

• Kecemasan sosial itu lebih dari sekedar rasa malu. Hal ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari kita, rasa percaya diri, hubungan sosial, pekerjaan ataupun sekolah.

• Ketakutan, kecemasan, atau penghindaran dilakukan terus-menerus secara intens, dan ini biasanya berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

• Kekhawatiran akan situasi sosial yang berlebihan. Nah, biasanya ini terjadi ketika kita bertemu dengan orang baru dan berada di lingkungan baru. Hal ini terjadi karena kekhawatiran berlebih akan penilaian orang lain terhadap kita.

• Menghindari atau terlalu khawatir tentang kegiatan sosial, seperti ketika kita melakukan kegiatan kelompok, makan bersama, acara pesta dan lain-lain.

• Selalu khawatir akan melakukan sesuatu yang memalukan di depan orang lain.

• Merasa sulit untuk melakukan sesuatu ketika orang lain sedang melihat, misalnya ketika kita makan, berjalan, presentasi dan sebagainya.

• Takut dikritik dan cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain.

• Memiliki harga diri yang rendah.

• Gejala fisik yang sering muncul ketika kita berada di situasi sosial yakni merasa sakit, berkeringat, gemetar atau jantung berdebar.

• Terkadang mengalami serangan panik, misalnya mengalami rasa takut dan cemas yang luar biasa selama beberapa menit.

• Ada kalanya seseorang dengan gangguan kecemasan sosial juga memiliki masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan umum, atau gangguan panik.

Apa Penyebab Kecemasan Sosial?

Gangguan kecemasan sosial disebabkan karena beberapa faktor nih, seperti:

  • Riwayat keluarga. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan diturunkan dalam keluarga. Namun, hal ini belum dapat dipastikan apakah hanya genetika atau perilaku yang dipelajari anak.

  • Pengalaman masa lalu, seperti peristiwa masa kanak-kanak ketika diintimidasi di sekolah dan celaan fisik yang pernah kita alami.

  • Sifat anak. Anak-anak yang terlalu pemalu atau memiliki kelekatan tinggi dengan orangtua, dapat berisiko mengalami kecemasan sosial saat memasuki usia remaja akhir.

  • Pola asuh orang tua terhadap anak, terutama pola asuh otoriter.

  • Perundungan dan penolakan oleh teman sebaya.

Apa Dampak Gangguan Kecemasan Sosial?

Gangguan kecemasan sosial memiliki dampak negatif jika tidak segera kita atasi. Dampak tersebut dapat merugikan diri kita sendiri dan orang lain, seperti menarik diri dari lingkungan, stress dan depresi, penggunaan obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol, bermasalah ketika di sekolah ataupun di tempat kerja, kualitas hidup yang memburuk, dan dampak esktremnya adalah pikiran bahkan tindakan bunuh diri.

Kapan harus meminta bantuan?

Dampak dari gangguan kecemasan sosial cukup merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Nah, untuk mengantisipasinya ketika mengalami gangguan kecemasan sosial baiknya kita meminta bantuan seorang profesional. Kira-kira kapan waktu yang tepat bagi kita untuk meminta bantuan?

  • Jika gangguan yang dialami tidak kunjung mereda, bahkan lebih parah dari sebelumnya

  • Jika gangguan yang dialami berpengaruh negatif terhadap berbagai aspek dalam kehidupan, pekerjaan, sekolah, dan hubungan sosial

Bantuan profesional dapat diperoleh dari psikolog, psikiater dan juga konselor. Untuk meminta bantuan profesional tersebut, kita tidak harus mendatangi mereka secara langsung, saat ini sudah tersedia platform bantuan di aplikasi yang dapat menghubungkan kita dengan seorang profesional yang akan membantu mengatasi masalah kecemasan yang kita alami. Aplikasi-aplikasi tersebut misalnya Riliv, InnerHour self-care therapy: anxiety & Depression, Kalm, Psikologimu, MindDoc, Diceritain, MoodTools

Bagaimana Membantu Diri Sendiri untuk Mengatasi Kecemasan Sosial?

Gangguan kecemasan yang kita alami dibagi menjadi tiga kategori yakni tinggi, sedang dan rendah. Jika gangguan berada pada kategori rendah atau sedang, kita bisa melakukan self-help dengan menggunakan teknik-teknik sederhana seperti, meditasi, relaksasi dengan mengatur pernafasan, mindfulness, self-talk, mengontrol pikiran untuk fokus pada apa yang orang lain katakan bukan asumsi pribadi yang negatif dan belum pasti, membuat buku harian dan menuliskan kecemasan-kecemasan yang dialami untuk lebih mengenali kecemasan itu sendiri. Kita juga dapat menerapkan pola hidup sehat seperti makan teratur, tidur yang cukup dan berolahraga.

Bagaimana Cara Kita Membantu Orang Lain yang Terkena Gangguan Kecemasan Sosial?

Dalam berinteraksi, seringkali kita mengamati orang lain terutama dari perilaku yang ditunjukkan. Nah, jika melihat orang terdekat mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, kita dapat membantunya dengan mengajak berkomunikasi untuk mengenali gangguan yang dia alami. Kita juga dapat menyarankan agar mereka mencari bantuan profesional yang tepat, atau menemani mereka mengunjungi helper profesional tersebut. Tetap bersabar dan dukung orang tersebut untuk melanjutkan pengobatan jika itu membutuhkan lebih banyak waktu.