Animasi Cerita Rakyat sebagai Media Edukasi pada Generasi Muda

Nilam Alfa Salmah
Pejuang rupiah seorang employee, Seorang Mahasiswi Sastra Indonesia UNPAM
Konten dari Pengguna
4 September 2022 19:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nilam Alfa Salmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lima Mahasiswa Sasindo Unpam Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Kebun Baca Sumber gambar : Pkm's Galery
zoom-in-whitePerbesar
Lima Mahasiswa Sasindo Unpam Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Kebun Baca Sumber gambar : Pkm's Galery
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang Selatan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai ajang mengenalkan inovasi baru melalui kanal You Tube mengenai animasi cerita rakyat sebagai salah satu pelestarian budaya.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini dilakukan di Kebun Baca, Perumahan Bukit Waringin Bojong Gede. Terdapat beberapa anak sekitaran usia 7-12 tahun beserta ada pengurus dan tamu dari Kebun Baca. Mereka diajak diskusi bersama serta dikenalkan terkait animasi cerita rakyat.
Nilam, selaku ketua kelompok dari PKM tersebut mengatakan, ingin mengenalkan pada anak-anak terkait animasi cerita rakyat yang ada pada kanal You Tube agar anak-anak tidak hanya tahu ceritanya saja namun bisa melihat ilustrasinya melalui animasi seperti salah satu kanal You Tube milik Gromore Studio Series, yang menciptakan inovasi baru animasi cerita rakyat dengan visual yang luar biasa.
Sesuai tema yang diangkat "Inovasi Animasi Cerita Rakyat Sebagai Pelestarian Budaya pada Anak". Kelompok PKM tersebut, berharap anak-anak tahu dan memahami tentang cerita rakyat serta mengetahui asal-usul atau legenda dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dengan adanya teknologi yang canggih, apalagi dengan adanya media sosial banyak sekali anak-anak lebih suka bermain gadget apalagi sekarang lagi ramainya video TT. Seperti halnya salah satu anak Kebun Baca tersebut yang bernama Putri berusia 9 tahun saat ditanyai suka menonton apa, ia menjawab "Suka menonton TT kadang bikin video TT juga" bahkan ketika salah satu anggota PKM tak sengaja menonton video TT dengan audio "S bagi duo" Putri dan teman-temannya langsung menyahut. Dari itu kita bisa melihat bahwasanya anak kecil zaman sekarang sudah mengetahui banyak yang ada di media sosial. Untuk itu, dengan adanya media digital, dan jarang pula anak Indonesia suka membaca, kita sebagai generasi penerus memberikan dan mengenalkan inovasi tontonan animasi yakni animasi cerita rakyat. Agar cerita rakyat tak tergerus zaman dan mengenalkan suku-suku dan budaya yang ada di Indonesia pada anak-anak generasi muda.
Sumber gambar : Nilam's Galery
Pada pelajaran sekolah pastinya akan mempelajari tentang cerita rakyat, yang mana jarang sekali guru memberikan tontonan film terkait ilustrasi cerita rakyat. Apalagi anak-anak Indonesia dikenal kurangnya minat baca buku, setidaknya mengetahui cerita rakyat melalui tontonan. Karena, agar pendidikan tidak membosankan setidaknya ada hal-hal baru yang bisa diterima dan diresap oleh pelajar.
ADVERTISEMENT
Salah satu tamu dari Kebun Baca tersebut yakni Bintang mengatakan, menonton animasi cerita rakyat tersebut mengingatkannya pada zaman sekolah. "Dulu saat sekolah dasar, guru saya mengilustrasikannya dengan benda asli seperti cerita "Batu Menangis" guru saya menggunakan batu asli lalu dikasih aliran air dan itu dulu sangat seru saat menontonnya," ucapnya, Sabtu, 30 Juli 2022.