Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Eating Disorder

Nindya Kumala

Nindya Kumala

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nindya Kumala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber : pixabay.com

Apa sih yang dimaksud dengan Eating Disorder?

Eating disorder atau gangguan makan adalah keadaan psikologis yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat dan tidak wajar yang disebabkan oleh gabungan beberapa faktor. Terdapat berbagai gejala yang dapat diklasifikasikan sebagai kondisi gangguan makan misalnya pola perilaku membatasi dengan ketat makanan yang masuk ke dalam tubuh, membuang makanan dengan cara muntah, minum obat pencahar, dan olahraga berlebihan, serta makan berlebih dalam jumlah yang sangat besar dan cepat. 

Gangguan ini adalah gangguan psikologis yang melibatkan persepsi diri seseorang, kebanyakan orang yang mengalaminya sangat kritis terhadap diri mereka sendiri. Banyaknya kesalahpahaman mengenai eating disorder baik dari gejala dan cara pengobatannya membuat eating disorder terkadang sulit untuk ditangani, sehingga diperlukan bantuan ahli medis dan psikolog untuk mengobatinya. 

Apa yang menyebabkan seseorang mengalami Eating Disorder?

Terdapat gabungan berbagai faktor yang menyebabkan seseorang mengalami eating disorder. Faktor internal (genetik, kondisi kesehatan mental) dan faktor eksternal (lingkungan). Faktor internal yang berkontribusi pada gangguan makan adalah obsesi pada berat badan, bentuk tubuh, dan obsesi pada makanan. 

Faktor kondisi kesehatan mental merupakan faktor yang paling berisiko yang menyebabkan gangguan makan misalnya depresi, kecemasan, dan perfeksionisme sehingga seseorang selalu merasa tidak puas akan bentuk tubuhnya. Faktor eksternal atau lingkungan juga berkontribusi misalnya stigma berat badan yang terinternalisasi, kritik mengenai fisik, dan perundungan.

Dampak apa yang dapat terjadi jika seseorang mengalami Eating Disorder?

Apabila gangguan makan ini tidak kunjung diobati maka akan mengganggu fungsi organ tubuh dalam melaksanakan tugasnya dikarenakan tubuh tidak mendapatkan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Organ yang terdampak dari gangguan makan ini adalah organ jantung, organ lambung, dan organ tulang. 

Eating disorder memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan kesehatan mental pengidapnya. Sehingga, eating disorder ini menjadi kondisi kesehatan mental yang serius dan seharusnya mendapat perhatian lebih. Namun, masih banyak orang yang mengabaikan dan memandang rendah kondisi psikologis ini. Padahal risiko dari gangguan makan ini dapat menyebabkan seseorang mengalami komplikasi yang berujung kematian.

Mitos dan fakta mengenai Eating Disorder

Banyak informasi yang bermunculan di internet dan sosial media mengenai eating disorder. Namun, banyak dari informasi tersebut yang belum terbukti kebenarannya. Berdasarkan studi literatur yang didapatkan, di bawah ini adalah beberapa mitos dan fakta mengenai eating disorder:

  • Eating disorder bukan kondisi kesehatan yang serius dan tidak membahayakan pengidapnya, faktanya beberapa penelitian mengatakan bahwa ada kaitannya antara gangguan makan dengan kondisi stress berat, serta gangguan makan juga menyebabkan kegagalan berfungsi organ di dalam tubuh.

  • Eating disorder tidak dapat disembuhkan, faktanya eating disorder dapat disembuhkan melalui bantuan ahli medis dan psikolog, bahkan dalam kasus yang intensinya berat sekalipun.

  • Seseorang yang mengidap eating disorder dapat dilihat dari berat badannya, faktanya seseorang yang memiliki gangguan makan tidak dapat diketahui hanya dari berat badannya saja. Seseorang yang memiliki berat badan sehat sesuai takaran medis pun bisa saja memiliki kondisi gangguan makan. 

  • Tidak ada kaitan antara eating disorder dengan kondisi psikologis seseorang, faktanya didapati bahwa rata-rata pengidap eating disorder sedang mengalami kondisi kesehatan mental, depresi dengan intensi berat.

Cara mengobati Eating Disorder

Apabila seseorang memiliki gejala yang mengarah pada kondisi eating disorder, maka sudah seharusnya segera memeriksakan dirinya ke dokter maupun psikolog untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Terdapat berbagai cara untuk mengobati eating disorder :

  • Cara pertama mengatasi eating disorder dapat dilakukan oleh diri sendiri misalnya dengan cara memberikan afirmasi positif kepada dirinya bahwa makanan yang akan dimakan adalah makanan sehat yang akan membuat tubuhnya menjadi lebih baik dan tubuhnya memerlukan makanan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, pengidap juga dituntun untuk lebih mencintai dirinya sendiri dan mencintai bentuk tubuhnya, menerapkan pola makan yang sehat dan teratur, dan mengelola stress dengan berolahraga. 

  • Cara kedua adalah dengan bantuan psikolog misalnya dengan melakukan psikoterapi, seseorang akan mendapatkan terapi kognitif untuk mengatasi masalah psikologi mendasar yang mendorong gejala. Pengobatan biasanya mencakup gabungan konseling dan pemantauan nutrisi , apabila psikoterapi tidak memiliki efek penyembuhan.

  • Cara ketiga dengan bantuan medis misalnya diberikan obat dan dilakukan rawat inap bagi pengidapnya apabila gangguan makan yang diderita sudah dalam skala yang serius misalnya anoreksia atau bulimia yang menyebabkan mal nutrisi bagi pengidapnya. 

Meskipun eating disorder tergolong gangguan psikologis yang sulit diobati, namun ada terapi dan intervensi yang efektif yang dapat menyembuhkan gangguan makan ini. Apabila sebuah pengobatan dilakukan lebih awal, maka akan memiliki tingkat keberhasilan untuk sembuh total yang lebih tinggi. Namun, sayangnya banyak orang yang berobat saat gangguan makan sudah memberikan efek yang kompleks pada tubuh dan pikiran. Pengobatan yang tepat dapat mengurangi peluang kematian akibat eating disorder. 

Eating disorder dapat memicu rasa ketidakberdayaan yang kuat karena gangguan ini sangat memengaruhi perkembangan identitas dan harga diri seseorang. Sudah seharusnya, dilakukan edukasi yang tepat mengenai eating disorder bagi individu, keluarga dan komunitas untuk membantu mengikis stigma dan meningkatkan akses untuk pengobatan eating disorder. 

Referensi

Kass, A. E., Kolko, R. P., & Wilfley, D. E. (2013, November). Psychological treatments for eating disorders. Current opinion in psychiatry. Retrieved November 26, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4096990/

Lauren Muhlheim, P. D. (2020, January 26). 9 essential facts about eating disorders. Verywell Mind. Retrieved November 27, 2022, from https://www.verywellmind.com/essential-facts-about-eating-disorders-4164361

Petre, A. (2022, May 18). Learn about 6 common types of eating disorders and their symptoms. Healthline. Retrieved November 26, 2022, from https://www.healthline.com/nutrition/common-eating-disorders#what-they-are

(2022). YouTube. Retrieved November 26, 2022, from https://youtu.be/3Bax8ijH038.