Konten dari Pengguna

Bahaya Pinjaman Online: Jerat Bunga Tinggi dan Ancaman Mengintai Masyarakat

Nirina Dewi Jurianto

Nirina Dewi Jurianto

Mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nirina Dewi Jurianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi pinjaman online (sumber : https://pixabay.com/id/photos/kredit-bank-uang-keuangan-4516068/)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pinjaman online (sumber : https://pixabay.com/id/photos/kredit-bank-uang-keuangan-4516068/)

Di Indonesia, pinjaman online kini semakin marak sebagai solusi instan bagi mereka yang membutuhkan dana dengan cepat. Namun, di balik kemudahan akses dan proses pencairan yang singkat terdapat sejumlah bahaya yang mengintai, seperti bunga yang mencekik hingga terjadinya ancaman psikologis yang serius.

Bunga dan Denda Tinggi

Salah satu masalah utama dari pinjaman online adalah adanya bunga yang tinggi bahkan dapat mencapai lebih dari 1% perhari. Banyak nasabah terjebak dalam lingkaran hutang yag sulit dilunasi akibat akumulasi bunga dan denda tersebut. Jika telat membayar, jumlah hutang bisa meningkat berkali - kali lipat.

Penyalahgunaan Data Pribadi.

Pinjaman online ilegal sering kali meminta akses ke seluruh kontak, galeri, dan media sosial pengguna. Data ini digunakan untuk mengancam nasabah dengan menghubungi kerabat atau menyebarkan informasi pribadi ketika terjadi keterlambatan. Hal tersebut tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban.

Intimidasi dan Ancaman

Praktik penagihan pinjaman online sering kali melibatkan intimidasi, bahkan ancaman kekerasan. Banyak korban melaporkan bahwa mereka terkena tekanan mental akibat penagihan yang kasar dan tidak manusiawi, seperti teror melalui pesan singkat atau telepon.

Regulasi dan Edukasi Penting

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk menertibkan pinjaman online ilegal. Namun, masyarakat juga dihimbau untuk lebih berhati - hati dalam memilih layanan pinjaman online. Sebelum meminjam, pastikan platform tersebut sudah terdaftar di OJK dan pahami syarat ketentuannya, serta pertimbangkan kemampuan membayar.

Solusi Jangka Panjang

Pakar keuangan menyarankan masyarakat agar mencari alternatif lain, seperti koperasi atau memanfaatkan program bantuan pemerintah daripada terjebak pinjaman online. Selain itu, peningkatan literasi keuangan dianggap sebagai kunci utama untuk menghindari pinjaman online.

Kasus - kasus terkait pinjaman online terus meningkat setiap tahunnya dan dampaknya telah dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya pinjaman online dan alangkah baiknya mengambil langkah - langkah preventif demi melindungi diri serta keluarga dari jeratan hutang yang mematikan.

Nirina Dewi Jurianto, mahasiswa Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga.