Kaesang dan Arah Baru Politik Generasi Muda

Nirwansyah
Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik IMM Ciputat
Konten dari Pengguna
21 Oktober 2023 17:05 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nirwansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memberikan sambutan saat berkunjung ke Kantor Persatuan Gereja Indonesia (PGI), di Jakarta, Selasa (3/10/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memberikan sambutan saat berkunjung ke Kantor Persatuan Gereja Indonesia (PGI), di Jakarta, Selasa (3/10/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Sabtu (23/9/2023). Hal ini ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI kepada Kaesang di kediaman Presiden Jokowi di Solo. Tak lama berselang, dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) di Djakarta Theater, Kaesang didapuk sebagai nakhoda baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
ADVERTISEMENT
Didapuknya Kaesang sebagai Ketua Umum PSI tak lama setelah resmi menjadi anggota menuai ragam pandangan. Pro dan kontra. Ia menganggap nada sumbang yang dilayangkan kepada dirinya setelah bergabung dengan PSI adalah hal biasa.
Sebagai anak muda, Kaesang memutuskan untuk menempuh jalur yang tak banyak diminati oleh kawula muda, yakni jalur politik. Politik menjadi salah satu di antara kawasan kegiatan manusia yang sering ditandai oleh iklim panas. Kaesang sepenuhnya sadar akan iklim tersebut sekaligus mengakui bahwa kebanyakan generasi muda apatis atau acuh tak acuh terhadap dunia politik.
Barang tentu, hal demikian bukan tanpa alasan. Kebanyakan praktik politik yang berlangsung jarang yang bersih. Itulah sebabnya dan tak mengherankan apabila politik kerap dicap kotor, penuh kebusukan, sarang fitnah, hoaks, korupsi, dan hal-hal amoral lainnya. Intinya, pandangan anak muda terhadap politik banyak dibanjiri oleh arus pesimisme.
ADVERTISEMENT
Kaesang mencoba melihat politik dari sudut pandang lain. Optimisme. Dalam pandangan yang optimistik itu ia menyatakan:
Memang hendaknya seperti itulah politik. Yaitu, politik yang tidak kehilangan substansi misi sebagai penyalur hati nurani dan aspirasi masyarakat demi perbaikan kehidupan bersama sebagai bangsa.
Di mata Kaesang, berpolitik adalah demi kebajikan dan kesejahteraan. Menurutnya, politik dapat dijalankan dengan penuh integritas dan untuk kemajuan bersama. Syaratnya, harus ada rasa saling hormat di antara anak bangsa dalam memperjuangkan segala cita-cita baik menuju Indonesia yang lebih hebat.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, ia mendorong anak-anak muda untuk lebih banyak terlibat dalam urusan publik serta terjun ke dunia politik. Ia meyakini bahwa jalan tersebut merupakan cara terbaik dari sekian banyak cara bagi generasi muda untuk menyelamatkan masa depannya sekaligus bentuk penghormatan terhadap generasi terdahulu.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kaesang bisa saja bergabung dengan partai besar. Akan tetapi, baginya, melabuhkan pilihan ke partai tertentu merupakan sebuah panggilan. “Saya jatuh cinta kepada PSI. Partai dengan idealisme dan integritas yang kokoh dan konsisten dalam perjuangan anak muda. Partai ini surplus gagasan genuine dan brilian,” tutur Kaesang.
ADVERTISEMENT
Konsistensi dalam memperjuangkan suara generasi muda inilah yang akhirnya membuat Kaesang menaruh hati kepada PSI. Seperti diketahui bahwa PSI acap disebut sebagai partainya anak muda. Dan hal itu semakin diteguhkan PSI dengan mengangkat Kaesang Pangarep yang usianya masih dua puluhan sebagai nakhoda baru. Dengan kata lain, saat ini Kaesang merupakan ketum partai dengan usia termuda.
Kaesang memang masih tergolong baru dalam dunia perpolitikan Indonesia. Meski usianya jauh lebih muda dibandingkan ketum parpol lain, Kaesang memulai langkahnya dengan semangat optimisme. “Saya yakin dan optimis,” ujar Kaesang dalam pidatonya, “arus, dan gelombang akan berpihak kepada kita anak muda.”
Sinyal semacam ini dapat dimaknai bahwa anak muda sudah saatnya membuang jauh-jauh sikap apatis terhadap politik yang amoral. Anak muda mesti menjemput kembali spiritnya sebagaimana banyak tercatat dalam perjalanan republik ini, yakni terlibat aktif dalam menentukan gerak laju bangsa.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, kemunculan Kaesang sebagai ketua umum termuda dari partainya anak muda dapat memberikan warna, wajah, dan arah baru dalam dunia politik kekinian. Semoga!