Konten dari Pengguna

Berhenti Berharap

Anisa Catherine

Anisa Catherine

Indonesian Literature

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anisa Catherine tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkenalkan, namaku Nayla. Aku suka sekali memandang laut sembari duduk di tepi pantai menikmati nyanyian ombak diiringi derunya angin dan dihiasi dengan langit yang Biru. Entah mengapa rasanya membuat aku merasa tenang dan nyaman berada disini, terlebih lagi ditemani oleh sosok pria tampan, bertubuh tinggi, kulit hitam manis, dan alis yang tebal, namanya Alexander. Ia tetanggaku. Rumah kami dekat dengan pantai, itulah alasan mengapa kami selalu ke pantai dan menghabiskan waktu bersama.

Seiring berjalannya waktu, ada yang sedikit berbeda dengan perasaanku, jantungku mulai berdebar-debar saat menatapnya. Inikah namanya cinta? Apakah aku telah jatuh cinta padanya?

Aku tidak tahu kalau ini sebuah kebetulan atau memang sudah takdir, kini Alex menyatakan perasaannya padaku. Ternyata Alex lebih dulu mencintaiku dan baru sekarang ia berani menyatakannya padaku. Hari ini adalah hari yang paling indah dalam hidupku, kami telah resmi berpacaran. Aku sangat bahagia telah menjadi miliknya, dan selalu berharap agar aku dan Alex menjadi sepasang kekasih untuk selamanya.

Namun, ternyata harapanku terlalu tinggi. Kami menjalin hubungan hanya sebulan. Alex meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Mendadak tidak ada kabar, bahkan media sosialnya pun tidak aktif. Entah apa salahku sampai Alex begitu tega memperlakukanku seperti ini. Aku harus pergi kerumah nya untuk mencari tahu yang sebenarnya.

Namun saat aku hendak pergi kerumah Alex, tiba- tiba Ibu menghampiriku dan meminta untuk menggantikan perannya karena ia ingin menjenguk temannya yang sakit.

" Nak, tolong ke supermarket untuk membeli beberapa bumbu dapur ya. Selepas itu antar adikmu ke sekolah. Hari ini baru saja mendapatkan kabar bahwa temen ibu sakit, dan ibu ingin menjenguknya," Pinta ibuku.

"Iya bu" Ucapku dengan bergumam bahwa ia tidak jadi ke rumah Alex.

Lalu, aku pergi ke supermarket dan menjalankan tugasku yang diberikan oleh ibu. Hari ini aku gagal kerumah Alex dan terpaksa harus menunggu besok untuk menemuinya.

***

Keesokan harinya

Saat aku tiba di rumah Alex dan mengetuk pintu, tidak ada satupun yang membuka pintu untukku.

"Hei, sedang apa kau disana?" tanya Dafid yang merupakan temanku dan Alex

"Daf, aku sedang mencari Alex kemana dia?" Tanyaku

"Memangnya kamu tidak tahu bahwa Alex dan keluarganya sudah pindah sejak seminggu yang lalu?" Ujar Dafid

"Hah? pindah kemana? Aku tidak tau," Tanyaku kembali

"Alex pindah ke Bandung dan sebelum pindah dia sempat bicara kepadaku bahwa Alex ingin putus darimu," jawab Dafid

Aku sangat terkejut mendengar ucapan Dafid.

"Sudah ya aku pergi dulu. Sampai jumpa," Ujarnya sembari melambaikan tangan padaku

"Hah, hei Daf tunggu," Teriakku yang berharap Dafid kembali namun nihil.

Setelah mengetahui Alex pindah dan memutuskan hubungannya denganku, entah mengapa aku menjadi trauma akan cinta rasanya sangat hancur. Diriku bagai rembulan yang tidak lagi memiliki sinarnya, karena sinar itu telah sirna.

***

Sebulan kemudian

Di pesisir pantai, kini aku sendiri tidak lagi dengannya, hari ini langit berwarna biru gelap pertanda akan turun hujan, tidak ada mentari yang ada hanya suara alunan ombak, tak terasa air mataku pun jatuh saat mengingat kenanganku dengan Alex. Aku selalu berusaha untuk melupakannya namun semakin coba ku lupakan, semakin erat kenangannya dihatiku.

Aku mencoba untuk melihat media sosial milik Alex dan aku menemukannya. Aku melihat fotonya bersama wanita lain, ternyata ini alasannya ia mengakhiri hubungan kami. Ia sudah mempunyai kekasih baru, hatiku semakin hancur. Benar kata pepatah Lebih baik tidak tau apa - apa daripada harus tau namun akhirnya membuat sakit hati.

Rasanya aku ingin sekali memutar waktu saat aku dan Alex masih bersama mengukir kenangan yang indah, namun kini hanya menjadi kenangan yang menyakitkan. Ketika aku ditampar oleh kenyataan bahwa dia bukan lagi milikku dan semestinya aku berhenti. Berhenti untuk tidak lagi mencari tau tentangnya, berhenti untuk tidak mengharapkannya kembali.

Sumber foto : instagram @anisa.auliaaa Kredite Photo by Anisa Aulia