Food & Travel
·
30 Desember 2020 17:49

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang

Konten ini diproduksi oleh Nisrina Fauziyah Fahrudin
Nisrina Fauziyah Fahrudin, Mahasiswa Studi Kejepangan, Universitas Airlangga
Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132008)
Tradisi Masyarakat Jepang Menyambut Tahun Baru Di Kuil Zojoji Tokyo. Sumber foto: https://japanesestation.com/culture/tradition/rasakan-tradisi-masyarakat-jepang-menyambut-tahun-baru-di-kuil-zojoji-tokyo
Awal mula adanya perayaan tahun baru sebenarnya berasal dari perayaan yang dilakukan saat datangnya musim semi. Saat musim semi bunga sakura bermekaran dengan sangat indah, dimana hal ini dianggap sebagai berkah yang diberikan dewa atas bunga yang telah gugur sebelumnya pada musim gugur. Penyambutan dengan perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada dewa-dewa tersebut.
ADVERTISEMENT
Penentuan tahun baru di Jepang sampai tahun 1872 didasarkan pada penanggalan imlek, dimana hal ini dilakukan untuk memberi kemudahan bagi petani dalam menentukan waktu bercocok tanam. Hingga akhirnya pada 1 Januari 1873, penanggalan dialihkan pada penanggalan masehi. Tradisi perayaan tahun baru yang dilakukan pada tanggal 1 Januari inilah yang disebut dengan tradisi modern.
Secara umum, tradisi tahun baru di Jepang (日本のお正月) dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap sebelum, berlangsung, dan sesudah tahun baru, seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Shiwasu 師走(12月1日~)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132009)
Shiwasu memiliki arti dalam bahasa Jepang Kuno sebagai guru berlari berkeliling. Sumber foto: http://www.iromegane.com/japan/culture/shiwasu-the-month-when-the-masters-run/
Shiwasu memiliki arti dalam bahasa Jepang Kuno sebagai guru berlari berkeliling. Hal ini diartikan sedemikian rupa karena bulan ke-dua belas merupakan bulan yang paling sibuk di antara yang lain. Bagaimana tidak, pada bulan ini terdapat berbagai perayaan untuk menyambut datangnya tahun baru. Oleh karena itu, penggunaan kata Shiwasu 師走 dapat diuraikan dengan seorang biksu yang biasanya tenangpun dapat berlari karena mempersiapkan perayaan ini.
ADVERTISEMENT

Nenmatsu 年末(12月13日~31日)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132010)
Shimenawakazari, hiasan tahun baru. Sumber foto: https://gourmettodaycookbook.com/
Tanggal 24 Desember merupakan awal hari libur di Jepang bagi pegawai kantor. Bagi pedagang waktu lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan pribadinya. Pada kurun waktu antara tanggal 13-31 ini terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai persiapan sebelum tahun baru, seperti berikut:
a. Oosouji
Oosouji secara harfiah diterjemahkan sebagai kegiatan pembersihan besar-besaran. Bagi orang Jepang, membawa "barang-barang lama" ke tahun baru adalah nasib buruk. Maka semakin bersih semakin baik. Tradisi ini selain dilakukan di rumah juga dilakukan di klenteng/kuil. Mereka melakukan susubarai atau membersihkan jelaga kuil. Pada saat itu mereka mengenakan pakaian khusus yang ditujukan untuk pergi ke kuil saja.
b. Menulis Nengajou
Dasar utama dari Nengajou adalah pada “Nenshi-Mawari” yaitu pertemuan antar keluarga, teman atau tetangga untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka selama setahun sebelumnya. Jadi jika memiliki sesuatu hal yang paling berkesan dengan orang tersebut sebaiknya hal itu ditulis dalam nengajou beserta ucapan terima kasih. Untuk pengirimannya dapat melalui kantor pos, dimana harus sudah dikirim sebelum tanggal 25 Desember, jika ingin sampai tepat waktu pada tanggal 1 Januari. Hal ini harus dilakukan karena pekerja pos sudah diliburkan mulai 25 Desember, jadi bila terlambat kartu mungkin akan sampai pada tanggal 7 Januari. Kode kombinasi huruf dan angka yang berada di bawah kartu merupakan nomor lotre yang undiannya dilakukan pada sekitar tanggal 15 Januari, dimana hadiahnya dapat diklaim di kantor pos terdekat.
ADVERTISEMENT
c. Memasang kadomatsu dan shimenawakazari
Pemasangan ini harus mulai dilakukan pada tanggal 28 Desember atau 30 Desember, dan tidak boleh pada tanggal 29 atau 31 desember. Tanggal 29 dianggap sebagai angka buruk karena belakangnya memiliki bilangan 9 yang bukan merupakan kelipatan 2 (berpasangan). Untuk tanggal 31 tidak diperbolehkan karena diangga terlalu mendadak dalam menyambut datangnya dewa sehingga termasuk dalam tindakan tidak menghormati kamisama.

Omisoka 大晦日 (12月31日)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132011)
Kohaku Uta Gassen, acara perlombaan menyanyi antara grup merah dan grup putih pada channel TV NHK. Sumber foto: https://www.tokyohive.com/article/2015/11/nhk-reveals-artist-line-up-for-66th-kohaku-uta-gassen
Persiapan omisoka ini sudah sejak jam 4 sore, dengan memasak makanan enak seperti steak dan sukiyaki. Hal ini dilakukan karena menutup tahun dengan makanan yang enak sama saja dengan berdoa agar tahun depan tidak kekurangan makanan. Kemudian tidak lupa dengan minum sake dan menonton Kohaku Uta Gassen. Acara ini merupakan perlombaan yang dilakukan oleh grup merah yang terdiri dari anggota perempuan dan grup putih yang beranggotakan laki-laki. Pemenang ditentukan dari pilihan penonton channel TV NHK. Terdapat juga lonceng kuil yang dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai penggambaran dosa-dosa manusia dengan masing-masing maknanya yang berbeda. Pembunyian lonceng ini dinamakan dengan Joya no kane. Begitu sudah terdengar bunyi lonceng artinya sudah boleh keluar rumah dan berdoa. Ketika tahun baru tempat-tempat di Jepang tidak begitu ramai dan justru kuil lah yang ramai karena banyak orang berdoa di sana.
ADVERTISEMENT

Toshikoshi 年越し (00:00)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132012)
Toshikoshi soba, makanan lambang penghubung antara tahun sebelumnya dengan yang akan datang. Sumber foto: http://fae-magazine.com/2012/12/31/japanese-new-year-oshogatsu/
Di malam harinya biasanya dilakukan dengan makan toshikoshi soba yang penyajiannya boleh panas atau dingin. Makan soba ini diartikan sebagai penghubung antara tahun sebelumnya dengan yang akan datang, karena soba memiliki bentuk yang panjang (simbol panjang rejeki). Ini berasal dari nama kegiatan tersebut yaitu toshi (tahun) dan koshi (melewati). Dibanding mie yang dibuat dari tepung gandum, mie soba lebih lembut dan mudah putus, sehingga diharapkan semua masalah pada tahun sebelumnya terputus dan tidak dilanjutkan ke tahun yang akan datang.

Ganjitsu 元日 (1月1日)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132013)
Osechi, lauk pauk yang disajikan sebagai hidangan dalam perayaan tahun baru. Sumber foto: http://blog.livedoor.jp/rumikonobara/archives/51680899.html
Ganjitsu merupakan awal dimulainya tahun baru yaitu pada tanggal 1 januari (dini hari). Pada saat itu biasanya diawali dengan membersihkan kamidana dan butsudan yang sudah dipasang sebelumnya. Setelah itu dilanjutkan dengan menyiapkan beberapa hidangan dan alat makan seperti di bawah ini:
ADVERTISEMENT
a. Otoso
Otoso mengandung sedikit alcohol dan obat di dalamnya. Dengan air panas dan sedikit sake, diharapkan memperkecil kemungkinan penyakit tahun baru menyerang. Saat ini yang melaksanakan ritual ini sudah sedikit, karena memerlukan peralatan yang khusus.
b. Iwaibashi
Ini merupakan nama khusus sebuah sumpit yang penggunaannya hanya pada saat perayaan tertentu di Jepang. Sumpit ini merupakan simbol keselamatan yang digunakan hingga tanggal 3 Januari.
c. Ozoni
Ozoni memiliki isi yang bermacam-macam sesuai daerahnya. Pada daerah Kyoto dan Nara biasanya menggunakan kuah miso dengan isian yang harus ada, yaitu udang. Hal ini bukan tanpa alasan, udang ketika direbus akan membulat seperti orang tua yang semakin membungkuk, sehingga melambangkan umur yang panjang.
ADVERTISEMENT
d. Osechi
Lauk pauk yang disajikan sebagai hidangan dalam perayaan tahun baru disebut dengan osechi. Rasanya manis dari udang yang direbus dan gurih dari kuah.
e. Datemaki
Datemaki merupakan roti gulung yang rasanya seperti ikan manis, berbeda dengan yang ada di Indonesia, dimana umumnya memiliki rasa manis.
f. Nishiki Tamago
Tamago berarti telur, sementara nishiki merujuk pada sulaman brokat mahal yang terbuat dari benang-benang sutra warna-warni. Oleh karena itu makanan ini memiliki warna putih dan kuning yang artinya keindahan.
g. Kohaku Namasu
Bisa dikatakan seperti acar Indonesia yang terdiri dari lobak dan wortel yang diparut tipis-tipis. Memiliki warna merah dan putih yang berarti keselamatan.
h. Kazunoko
Kazu berarti angka dan ko berarti anak-anak. Kazunoko adalah telur ikan nishin yang berwarna kuning dan digunakan sebagai harapan agar dikaruniai banyak anak pada tahun yang baru.
ADVERTISEMENT
i. Kuromame
Kuromame adalah kacang kedelai yang direbus dengan banyak gula, sehingga memiliki rasa manis dan penampilan yang mengkilap. Maknanya adalah agar uban tidak cepat tumbuh, atau awet muda. Kadang juga diberi emas sebagai lambang kesejahteraan dan kesehatan keluarga.
j. Kamaboko
Seperti bakso ikan yang ada di Indonesia dengan warna merah dan putih. Bentuknya bermacam-macam, ada yang pohon cemara, bangau, atau bulat polos seperti matahari pertama.
k. Nimono
Nimono adalah hidangan rebus yang umumnya terdiri dari ubi, konyaku, jamur shitake, ayam, kerang, ebi, dll yang direbus dalam kaldu shiru dan dibumbui dengan sake, kecap, dan sedikit pemanis.
l. Kurikinton
Kurikinton adalah makanan tradisional Jepang yang terdiri dari ubi tumbuk dan chestnut dengan sirup kastanye dan mirin. Rasanya manis seperti kue biji nangka dari Makassar.
ADVERTISEMENT
Sedangkan pada pagi harinya sering disebut dengan istilah (元旦) yang artinya pagi pertama di awal tahun. Pada waktu ini juga terdapat beberapa kegiatan dan perlengkapan yang diperlukan seperti berikut:
a. Otoshidama
Otoshidama adalah tradisi memberikan uang dengan dimasukkan ke dalam amplop, biasanya amplop putih polos, disertai pesan dari orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Anak-anak TK biasanya mendapat ¥2000, SD ¥3000, SD kelas 5 hingga SMA ¥5000, dan kuliah ¥10000.
b. Kagamimochi
Kagamimochi adalah dua kue mochi yang terbuat dari beras ketan yang ditumpuk dan diatasnya dihiasi dengan buah daidai (sejenis jeruk yang memiliki ukuran lebih besar). Biasanya tidak dimakan hingga tanggal 4 Januari, namun setelah itu diperbolehkan.
ADVERTISEMENT

Nenshi 年始 (~1月3日)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132014)
Hatsumode di Kanda Myojin, Tokyo. Sumber foto: https://tokyobling.wordpress.com/2015/01/26/hatsumode-at-kanda-myojin-2/
Pada saat ini terdapat kegiatan bernama Hatsumode, atau tradisi mengunjungi kuil pertama setiap tahunnya, yang biasanya berlangsung dalam tiga hari pertama bulan Januari. Terdapat pula hamaya atau anak panah pemberian dari kuil Shinto tersebut dan dianggap sebagai benda keberuntungan. Benda ini kemudian diletakkan di depan rumah untuk menolak bala. Setelah mengunjungi kuil biasanya masyarakat Jepang membeli omikuji atau ramalan untuk tahun tersebut apakah membawa kebaikan atau keburukan. Bisa juga mereka melihat matahari pertama atau Hatsuhi node di pantai atau gunung fuji dan menceritakan mimpi yang didapat pada tanggal 3 Januari atau Hatsu yume. Terdapat kepercayaan bahwa seseorang yang mimpi melihat gunung fuji, elang, atau terong bisa menjadi pertanda baik baginya. Selain itu juga terdapat hatsuri, fukubukuro, dan kakizome yang berarti penjualan pertama, kantong keberuntungan, dan tulisan pertama.
ADVERTISEMENT

Matsu no uchi 松の内(~1月15日)

Menarik! Begini 7 Pembagian Waktu Tradisi Tahun Baru di Jepang (132015)
Bubur tujuh rupa atau nanakusa-gayu, bubur nasi dengan sayur aneka macam guna menyambut tahun baru. Sumber foto: http://tokyopic.com/article/615
Pada tanggal 7 Januari terdapat tradisi makan bubur tujuh rupa yang terdiri dari 7 macam sayur yang berbeda guna menetralisir kolesterol selama perayaan tahun baru yang sebelumnya sudah dilaksankan dengan makanan yang enak-enak. Kemudian pada tanggal 15 Januari-nya terdapat perayaan dondoyaki dimana dilakukan dengan membakar menara yang terbuat dari bambu hijau, pohon cemara, dan jerami sebagai simbol membersihkan diri. Festival ini merupakan penutup dari serangkaian kegiatan yang dilakukan dari sebelum tahun baru hingga setelahnya.
Sumber:
Ong, S. and Miyashita, Imelda C. (2020) Perayaan Tahun Baru Masyarakat Jepang. Bincang Santai Budaya Jepang. Indonesia.