Konten dari Pengguna

Bahaya Memakan Daging Mentah bagi Kucing

Nisrina Fairuz Firdaus
Mahasiswa Semester 2 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
3 Juni 2022 9:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nisrina Fairuz Firdaus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber gambar: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: Dokumen Pribadi
ADVERTISEMENT
Menurut penelitian, kucing merupakan hewan liar pemakan daging yang telah dijinakkan oleh bangsa di Mesir Kuno pada 3.500 tahun yang lalu. Kejadian ini bermula ketika seorang petani di Mesir Kuno menggunakan kucing liar untuk mengusir dan memangsa tikus-tikus atau hewan pengerat lain yang memakan hasil panen mereka. Hubungan ini pun menjadi hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak baik dari manusia maupun kucing yang mendapat imbalan berupa makanan.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut menyebabkan kita sering menjumpai bahwa kucing suka memakan daging atau ikan yang mentah. Tidak bisa dipungkiri juga karena kucing sejatinya merupakan hewan karnivora. Namun, memakan daging mentah ternyata berbahaya bagi kesehatan kucing.
Berikut adalah dampak buruk bagi kucing yang disebabkan oleh daging mentah:
1. Penyakit Toksoplasmosis
Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii merupakan parasit intraseluler yang hidup didalam sel-sel hewan maupun manusia. Parasit ini dapat ditemukan pada kotoran kucing, sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih, atau daging yang belum matang. Toxoplasma gondii dapat menginfeksi hewan, terutama kucing. Toxoplasma gondii dapat berkembang di lapisan usus kucing dan bisa keluar bersama kotoran. Parasit ini dapat menyerang berbagai organ dan jaringan seperti otot jantung, otot rangka, retina dan sistem saraf pusat yang meliputi otak dan mendula spinalis.
ADVERTISEMENT
2. Penyakit Salmonellosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella sp. Gejala penyakit salmonellosis antara lain diare, muntah, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika tidak kunjung diobati, salmonellosis dapat menyebabkan gastroenteritis atau septikemia.
3. Kekurangan vitamin B
Untuk membuat tubuhnya tetap sehat, kucing membutuhkan beberapa vitamin. Salah satunya adalah vitamin B tiamin. Dikutip dari Excited Cats, menurut Sally Perea, ahli nutrisi hewan bersertifikat, di dalam ikan mentah terkandung suatu enzim yang bisa menghancurkan dan menghambat vitamin B tersebut yakni enzim tiaminase. Jika kucing kekurangan vitamin B akan menyebabkan kejang-kejang dan rusaknya saraf-saraf pada jaringan otak.
Meskipun mampu menimbulkan penyakit yang berbahaya, daging tetap diperlukan bagi tubuh kucing. Lalu, bagaimana cara mengolah daging untuk dijadikan makanan kucing? Cara yang benar adalah membersihkan daging dari lemaknya. Jika lemak tidak dihilangkan akan berdampak pada gangguan pencernaan. Daging tersebut kemudian dimasak dengan suhu sekitar 73 derajat celcius. Lalu, daging dapat disajikan sebagai camilan, bukan sebagai makanan utama.
ADVERTISEMENT