Konten dari Pengguna

Masih Perlukah Public Speaking di Era AI?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nisya Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Ilustrasi dibuat menggunakan AI (ChatGPT), 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Ilustrasi dibuat menggunakan AI (ChatGPT), 2026.

Sekarang bikin presentasi kuliah jauh lebih gampang. Tinggal minta AI, materinya langsung jadi. Saya juga pernah begitu di mata kuliah Public Speaking. Materinya saya minta dari AI, lalu saya hafalkan saja.

Hasilnya baru terasa waktu saya diminta menjelaskan lebih jauh. Saya benar-benar blank. Padahal tadi lancar menyebutkan isinya, tapi begitu harus menjelaskan dengan bahasa sendiri, tidak ada yang keluar. Saat itu saya sadar kalau saya hanya menghafal, bukan memahami.

Ironisnya, ini terjadi di mata kuliah yang justru mengajarkan cara berbicara di depan orang. Dari situ saya bertanya-tanya, kalau AI sudah bisa menyiapkan semuanya, apakah public speaking masih perlu dipelajari?

AI Membantu, tapi Pahamnya Tetap Urusan Kita

Buat mahasiswa, AI memang berguna. Kalau bingung mulai dari mana, kita bisa minta penjelasan yang lebih sederhana. Tapi gampangnya itu bikin kita malas mengolah sendiri. Jawaban sudah ada, ya sudah, dibaca lalu dihafal.

UNESCO lewat panduan tentang AI generatif di pendidikan (Miao & Holmes, 2023) mengingatkan supaya AI digunakan dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan penggunanya tetap punya kendali. Menurut saya, dalam urusan presentasi, itu artinya kita yang harus paham isinya, sementara AI cuma alat bantu.

Gugup Itu Wajar, tapi Harus Dilatih

Kalau soal berbicara di depan kelas, banyak mahasiswa pasti pernah gugup. Saya juga. Halimah dan Nuraida (2025) meneliti kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa tahun pertama di Jawa Barat, jadi ini memang masalah yang nyata di kalangan mahasiswa, bukan cuma perasaan pribadi.

Karena itu, percaya diri tidak akan datang hanya karena materi kita sudah lengkap. Kita perlu sering mencoba bicara, walaupun belum lancar.

AI Bisa Dipakai untuk Latihan

AI tidak harus dipakai hanya untuk membuat materi. Setelah belajar, coba jelaskan ulang tanpa lihat catatan. Bagian yang macet itulah yang belum kita pahami. Kita juga bisa minta AI membuat pertanyaan yang mungkin muncul, lalu jawab sendiri dulu sebelum melihat jawabannya. Dengan begitu kalau dosen bertanya di luar dugaan, kita sudah terbiasa mencoba menjawab.

Jadi, Masih Perlu?

Menurut saya masih. AI bisa membantu menyiapkan materi, tapi yang berdiri di depan kelas dan menjawab pertanyaan tetap kita. Saya tidak anti AI, karena saya sendiri terbantu olehnya. Tapi pengalaman ngeblank di kelas Public Speaking membuat saya sadar, AI bisa membantu menyiapkan materi, sedangkan yang harus paham dan menjelaskannya tetap saya sendiri.

Referensi

Halimah, H., & Nuraida, I. (2025). Exploring public speaking anxiety among the first-year college students in West Java Indonesia. EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 10(1), 83–94. https://doi.org/10.21462/educasia.v10i1.300

Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://www.unesco.org/en/articles/guidance-generative-ai-education-and-research