Pengalaman Kerja dan Peluang Lulusan Baru
Tulisan dari Nisya Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencari pekerjaan setelah lulus kuliah bukanlah hal yang mudah. Salah satu kendala yang sering ditemui lulusan baru adalah persyaratan pengalaman kerja. Banyak lowongan yang meminta pelamar memiliki pengalaman minimal satu atau dua tahun, padahal mereka baru saja menyelesaikan pendidikan dan belum memiliki banyak kesempatan untuk bekerja.
Kondisi ini cukup membingungkan. Untuk mendapatkan pengalaman, seseorang perlu bekerja terlebih dahulu. Namun, ketika melamar pekerjaan, pengalaman justru menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi. Akibatnya, lulusan baru sering kesulitan mendapatkan kesempatan pertama untuk memulai karier.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan universitas pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,39%. Angka tersebut menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi juga menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan. Meskipun tidak semua pengangguran tersebut merupakan lulusan baru, kondisi ini tetap menjadi perhatian bagi mereka yang sedang memulai karier.
Pengalaman Kerja Bukan Satu-Satunya Tolak Ukur
Perusahaan tentu memiliki alasan untuk mencari karyawan yang berpengalaman. Karyawan yang sudah terbiasa bekerja biasanya lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya. Namun, menurut saya, persyaratan pengalaman sebaiknya disesuaikan dengan posisi yang ditawarkan.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, pengalaman memang bisa menjadi pertimbangan penting. Akan tetapi, untuk posisi pemula, perusahaan juga perlu melihat kemampuan dasar, sikap, dan kemauan pelamar untuk belajar.
Lulusan baru sebenarnya bisa mendapatkan pengalaman melalui kegiatan lain, seperti magang, organisasi, kepanitiaan, atau proyek selama kuliah. Kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan bekerja sama, mengatur waktu, dan menyelesaikan tanggung jawab. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat lama pengalaman kerja, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan potensi calon karyawan.
Peran Perencanaan SDM dalam Perekrutan Karyawan
Dalam sebuah perusahaan, perencanaan sumber daya manusia (SDM) berperan penting dalam menentukan jumlah tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan. Perencanaan ini seharusnya tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga memikirkan kebutuhan perusahaan di masa depan.
Menurut saya, perusahaan perlu memberikan ruang bagi karyawan baru untuk berkembang. Salah satu caranya adalah membuka posisi khusus bagi lulusan baru, memberikan pelatihan, serta menyediakan pendampingan dari karyawan yang lebih berpengalaman.
Dengan pelatihan dan arahan yang tepat, karyawan baru dapat mempelajari pekerjaan secara bertahap. Perusahaan juga memiliki kesempatan untuk membentuk tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya kerjanya.
Langkah ini memang membutuhkan waktu dan biaya. Namun, perusahaan tidak bisa hanya berharap mendapatkan karyawan yang sudah siap bekerja tanpa memikirkan cara mengembangkan kemampuan karyawan yang baru direkrut.
Magang Bisa Menjadi Awal, tetapi Bukan Satu-Satunya Jalan
Magang menjadi salah satu cara bagi mahasiswa dan lulusan baru untuk mengenal dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mereka bisa belajar menyelesaikan tugas, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan memahami tanggung jawab di lingkungan profesional.
Pemerintah juga menyediakan Program Magang Nasional untuk memperluas kesempatan belajar langsung di dunia kerja. Program ini dapat membantu peserta memperoleh pengalaman yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja secara lebih luas.
Namun, menurut saya, magang harus benar-benar memberikan pengalaman belajar. Peserta perlu mendapatkan tugas yang jelas dan arahan yang sesuai, bukan sekadar membantu pekerjaan tanpa kesempatan mengembangkan kemampuan.
Selain itu, tidak semua orang memiliki kesempatan mengikuti magang. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tetap mempertimbangkan kemampuan yang diperoleh melalui kegiatan lain. Kesempatan kerja bagi lulusan baru tidak seharusnya bergantung pada satu jalur saja.
Memberi Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang
Lulusan baru memang perlu terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Namun, perusahaan juga perlu menyadari bahwa setiap karyawan yang berpengalaman pernah berada di tahap awal karier.
Perusahaan tentu berhak menentukan kualifikasi karyawan sesuai kebutuhan. Akan tetapi, untuk posisi pemula, kemampuan, sikap, dan kemauan untuk belajar juga patut menjadi pertimbangan.
Jika perusahaan terus meminta pengalaman tanpa membuka kesempatan bagi pemula, lalu dari mana lulusan baru bisa mendapatkan pengalaman tersebut? Memberikan kesempatan kepada mereka bukan hanya membantu pencari kerja, tetapi juga menjadi salah satu cara perusahaan menyiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan di masa depan.
Referensi
1. Badan Pusat Statistik. (2026). Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan, 2025. https://www.bps.go.id/en/statistics-table/2/MTE3OSMy/tingkat-pengangguran-terbuka-berdasarkan-.html
2. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2026). Pemerintah Buka Angkatan Kedua Program Pemagangan Nasional, Targetkan 150 Ribu Peserta. https://setkab.go.id/pemerintah-buka-angkatan-kedua-program-pemagangan-nasional-targetkan-150-ribu-peserta/

