Konten dari Pengguna

10 makam keramat di Bogor untuk wisata religi

Nita Sellya
Nita Sellya (Teh Nit) adalah lifestyle blogger yang membahas macam-macam, kadang sesuai pengalaman sendiri, kadang sesuai pengalaman orang lain.
13 Juli 2022 7:28 WIB
·
waktu baca 8 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nita Sellya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bogor selain dikenal dengan talas, Puncak, Kebun Raya, dan kulinerannya, ternyata juga dikenal memiliki banyak makam keramat yang ramai peziarah baik dari kalangan biasa dan pejabat, atau wisata religi. Arus peziarah tak hanya datang dari sekitar Bogor saja, dari kota-kota lain juga banyak, apalagi menjelang momen-momen tertentu. Hmm siapa saja ya yang makamnya dijadikan makam keramat di Bogor ini?
ADVERTISEMENT
Adab ketika berkunjung ke makam keramat
Sebelum masuk ke daftar makam keramat di Bogor, ada baiknya kita mengetahui apa saja nih, adab mengunjungi makam. Makam keramat memiliki nilai historis yang tinggi, oleh sebab itu saat berziarah tidak boleh berkelakuan seenaknya. Ada beberapa adab yang sebaiknya tidak dilanggar:
Kalau dilanggar gimana? Yaa.. ngapain juga? Ini tentang menghormati tempat peristirahatan terakhir seseorang. Kalau sederhana seperti ini kita masih gak bisa, gimana untuk hal-hal yang lebih besar 🙂
Daftar makam keramat di Bogor
1. Makam Keramat Empang Bogor
ADVERTISEMENT
Makam Empang Bogor merupakan salah satu makam keramat di Kota Bogor yang paling banyak didatangi peziarah.
Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir para habib yang menjadi panutan umat Islam khususnya warga Bogor. Di antara banyaknya makam yang ada di sini ada satu yang paling populer yaitu makam Habib Abdullah bin Mukhsin Al Athas.
Selain Habib Abdullah bin Mukhsin Al Athas, anak-anak dan murid kesayangan beliau yaitu Habib Alwi Bin Muhammad Bin Thohir juga dimakamkan di sini. Di sana juga ada makam ulama besar sekaligus pemimpin pondok pesantren Al-Busro Depok yaitu Habib Abdurrohman bin Ahmad Assegaf.
Habib Abdullah bin Mukhsin Al Athas adalah seorang ulama besar yang lahir di Hadramaut Yaman sekaligus orang yang membangun Masjid An Nur atau dikenal juga dengan Masjid Keramat Empang Bogor.
ADVERTISEMENT
Habib Abdullah bin Mukhsin Al Athas merupakan seorang waliyullah yang berjasa dalam perkembangan Islam di Indonesia. Tidak heran jika makamnya selalu ramai peziarah tak hanya dari kota Bogor saja namun juga dari tempat-tempat lain.
Alamat: Komplek masjid Annur, Jl. Lolongok, RT 02 RW 04, Empang, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
2. Makam Mbah Jepra
Menurut sejarah, Mbah Jepra adalah sosok yang membuat desa Paledang sekaligus penjaga Kota Bogor.
Mbah Jepra merupakan panglima perang dari pasukan Sri Baduga milik Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Makam keramat yang ini banyak didatangi peziarah dari kalangan orang biasa, paranormal, hingga pejabat.
Tak jauh dari makam ada sumber mata air bernama Cah Kahuripan. Biasanya setelah berziarah, para peziarah akan mandi sumber mata air ini. Ritual mandi paling sering dilakukan pada saat Kamis malam atau malam Jumat. Kamu mau ke sana malam ini?
ADVERTISEMENT
Alamat: Komplek Kebun Raya Bogor, lokasi tepatnya berada di belakang pagar Istana Bogor.
3. Makam Keramat Mbah Dalem Pangeran Petir
Makam keramat di Kota Bogor yang sosoknya masih misterius sampai sekarang adalah makam Mbah Dalem Pangeran Petir.
Lokasi makam ini merupakan sebuah petilasan. Walau tidak diketahui secara pasti siapa sosok asli beliau, masyarakat percaya jika Mbah Dalem merupakan sesepuh Sunda yang berjasa menyebarkan agama Islam di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Dari cerita yang beredar beliau merupakan ahli dzikir sekaligus tuan tanah, surat tanah dari zaman Belanda atas nama Mbah Dalem masih disimpan sampai sekarang oleh penjaga makam.
Sejak dulu, makam Mbah Dalem ramai peziarah dari berbagai wilayah. Di makam yang sudah berusia ratusan tahun ini terdapat sebuah batu karang yang terlihat hidup. Hal ini dibenarkan penjaga makam yang mengatakan jika batu karang tersebut pernah beberapa kali dipotong tapi masih tetap tumbuh.
ADVERTISEMENT
Alamat: Jl. Soleh Iskandar, Kedung Badak, Kel. Tanah Sareal, Kota Bogor.
4. Makam Keramat Mbah Khair
Mbah Khair merupakan pendekar pencak silat yang disegani sekaligus kyai yang menciptakan aliran pencak silat Cimande. Kira-kira tahun 1760 beliau memperkenalkan jurus silat pertama pada murid-muridnya.
Selain berdakwah, Mbah Khair juga seorang pedagang kuda. Saat di Batavia Mbah Khair berkesempatan bertemu dengan pendekar-pendekar silat yang berasal dari Minangkabau dan China. Di sinilah Mbah Khair bertukar pengalaman dalam hal dunia persilatan untuk menambah ilmu dan wawasan.
Saat berada di Cianjur Mbah Khair ditawari untuk menjadi guru silat keluarga bupati yang saat itu bernama Bupati Rd. Aria Wiratanudatar VI dikenal juga dengan nama Dalem Enoh (1776-1813).
ADVERTISEMENT
Pada tahun 1825, mbah Khair meninggal dunia dan dimakamkan di Hingga kini karya mbah Khair masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat.
Alamat: Jl. Ahmad Yani, Ds. Tanah Sareal, Kec. Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat.
5. Makam Mbah Dalem Sholawat (Bupati Bogor Pertama)
Raden Adipati Surya Wiranata adalah bupati pertama Bogor, sekaligus cucu dari pendiri masjid Agung At Thohiriyah sekaligus masjid pertama yang dibangun di Bogor raya.
Raden Adipati ikut membantu pengembangan dan meneruskan pembangunan setelah sang kakek meninggal. Masjid ini dulu bernama masjid Agung Empang. Setelah Raden Adipati wafat, penyempurnaan masjid diteruskan oleh putranya.
Kini nama Raden Adipati diabadikan menjadi sebuah jalan di kawasan empang, Selain menjadi bupati yang baik, beliau juga merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Bogor.
ADVERTISEMENT
Panggilan “Mbah Dalem Sholawat” berasal dari kebiasaan beliau yang sangat rajin melantunkan sholawat. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga besar Dalem sholawat yang berada di
Alamat: Jl. Raden Aria Wiranata, Empang, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
6. Makam Mbah Arya Rahiya (R.H Ariya Baya)
Ariya Baya lebih dikenal warga Bogor dengan nama Arya Rahiya. Beliau merupakan sosok penting dalam perkembangan Islam di kota Bogor.
Arya Rahiya berasal dari Sukapura yang dulunya merupakan wilayah Mataram kini menjadi Tasikmalaya. Beliau merupakan keturunan ke-22 dari Raden Tumenggung Wiradadaha III atau Mbah Dalem Sawidak.
Berbeda dari tokoh penyebar agama Islam lain yang berasal dari garis keturunan ulama, Ariya Baya masih merupakan garis keturunan raden yang berasal dari Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Ajaran Islam yang diajarkan oleh mbah Arya yaitu Tarekat Syattariyah. Salah satu ciri khas dari tarekat ini adalah ketika berdzikir menggunakan tawasul nama-nama tokoh Islam besar sebelumnya. Dzikir tawasul ini sangat berkembang di Bogor dan mudah ditemukan karena banyak warganya yang mengamalkan ajaran ini.
Peziarah tidak hanya berasal dari warga Bogor saja, banyak juga peziarah yang berasal dari wilayah Jawa barat lain hingga Jawa timur. Menurut juru kunci jumlah peziarah tiap bulan mencapai 900 orang dan akan bertambah saat hari besar umat muslim.
Alamat: desa Pasir Angin, Kec. Mega Mendung, Kabupaten Bogor.
7. Makam Raden Saleh
Raden Saleh merupakan seorang waliyullah, hingga kini beliau dikenal sebagai dzurriyah nabi Muhammad SAW atau Sayyid.
ADVERTISEMENT
Tidak heran jika makam Raden Saleh yang berada di gang (tenang, walau dalam gang, tidaklah sulit menemukan makam beliau) ini selalu ramai peziarah, bahkan haul rutin juga diadakan di makam beliau.
Raden Saleh selain memiliki keimanan yang luar biasa, beliau adalah sosok yang memiliki jiwa sosial, seni, dan nasionalisme yang tinggi di masanya.
Salah satu lukisan Raden Saleh yang terkenal, Penangkapan Diponegoro. Sumber: republika.co.id
Raden Saleh Syarif Bustaman dikenal juga sebagai seorang maestro pelukis. Makam ini tidak sengaja ditemukan pada tahun 1923 dan mendapatkan perhatian Presiden Ir Soekarno. Kini makam Raden Saleh sudah memiliki joglo.
Alamat: Jl. Raden Saleh, Kel. Empang, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor
8. Makam Keramat Leuweung Larangan
ADVERTISEMENT
Leuweung (hutan) Larangan merupakan sebuah hutan yang berada di bukit berjalan dengan ketinggian 800 m terletak di Kabupaten Bogor. Pemakaman keramat ini berisi makam beberapa tokoh besar pada masanya. Ada juga beberapa makam keramat milik tokoh penyebar agama Islam yang masih masuk dalam silsilah keturunan Arya Wiratama dan makam Mbah Arya Pasir. Adapun nama pemilik makamnya adalah Syech Mama Wali Haji Yusuf, Syarifah binti Ainoloh, dan Amah binti Hasanah.
Pada saat berada di pemakaman Leuweung Larangan tidak diperbolehkan untuk mengambil foto dan menulis narasi tanpa izin. Kunjungan wisata religi ke makam didominasi perempuan dengan jumlah kunjungan peziarah 600-800 orang per bulan.
Alamat: Desa Pancawati Kec. Caringin Kab.Bogor.
9. Makam Keramat Syekh Umar Bogor
ADVERTISEMENT
Siapakah sosok sebenarnya dari Syekh Umar hingga kini masih menjadi misteri, namun ia dikenal merupakan sosok penyebar agama Islam yang berasal dari Banten, berbudi luhur serta salah satu tokoh yang ikut andil dalam pembangunan masjid Al Karomah Martapura.
Lokasinya jauh dari hingar bingar perkotaan dan dikelilingi pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, banyak peziarah yang datang dengan tujuan berdoa kepada Allah supaya diberi keselamatan dan dimudahkan untuk lepas dari lilitan hutang.
Menurut kuncen makam, banyak doa dari peziarah yang dikabulkan dan mereka pun kembali berziarah lagi dan melakukan syukuran dengan menyembelih hewan seperti kambing dan kerbau.
Di sekitar area makam juga terdapat sebuah sumur yang dulunya digunakan Syekh Umar untuk wudhu dan mandi. Kini airnya boleh digunakan oleh peziarah di tempat namun tidak boleh dibawa pulang.
ADVERTISEMENT
Alamat: Kampung Cicantara, Desa Tenjo, Tenjo, Kabupaten Bogor
10. Makam Keramat Bakom
KH. Asyari Bakom atau lebih dikenal dengan nama Mama Bakom merupakan sosok kyai kharismatik yang memiliki pengaruh sangat besar di masyarakat.
Melalui ketulusan, keikhlasan dan pengabdian beliau dalam mengajarkan agama Islam berhasil melahirkan ribuan murid. Sehingga masyarakat memberikan gelar kepada beliau yaitu Waliyullah al-Asyari
KH. Asyari Bakom adalah pengikut Tarekat Qodiriyah wa An Naqsabandiyah yang berasal dari Banten dan memutuskan untuk menyiarkan agama Islam di Banten hingga akhir hayatnya.
Selama masa hidupnya beliau berdedikasi membimbing dan mendidik umat Islam di sana dengan mendirikan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti pesantren, tabligh, dan majelis ilmu.
Hingga kini masih banyak peziarah yang mengunjungi makam pendiri pesantren tertua di Bogor ini.
ADVERTISEMENT
Alamat: Jl. Bakom Pesantren, Bojongkerta, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor.
Tulisan ini bukanlah dibuat untuk melanggar ajaran agama, melainkan sebagai referensi apabila kamu berniat berziarah dan berwisata religi. Bersikaplah rendah hati dan saling menghormati ketika berkunjung. A little respect always goes a long way 🙂 Semoga bermanfaat ya!