Pelan tapi Pasti, Bangkitnya Perekonomian

nitta silvia
penulis pemula dan silahkan berikan saran yang membangun untuk tulisan saya ya, terima kasih
Konten dari Pengguna
6 Maret 2023 15:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari nitta silvia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto : nitta silvia (dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto : nitta silvia (dokumen pribadi)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tulisan ini dimulai dengan pernyataan, setiap kita melakukan atau mengikuti Harbolnas (hari belanja online nasional) setiap bulan dan kemudian melakukan check out, maka barang akan sampai dalam beberapa waktu. Entah beberapa jam atau beberapa hari, tapi yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang akan mengirimkan barang yang telah kita pesan ini?. Jawaban pastinya adalah kurir atau service delivery, orang yang menjemput dan mengantarkan barang yang telah di pesan ke tempat tujuan. Dan untuk itulah JNE hadir untuk membantu dan menjembatani antara produsen (penjual/seller) dengan konsumen (pembeli). Dengan adanya kegiatan pengantaran barang seperti yang dilakukan oleh JNE ini, akan memberikan pengalaman kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan baik dari sisi produsen dan konsumen dalam hal pengalaman belanja yang dilakukan setiap acara Harbolnas atau diluar acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Lain hal dengan kegiatan antar barang atau ekspedisi, produsen yang menciptakan barang atau seller sebagai distributor selanjutnya dari produsen juga merasakan hal mengenai kepraktisan dalam pengiriman barang atau produknya, yaitu bagaimana dan kapan barang akan sampai ditangan konsumen tanpa harus mengirimkan secara langsung yang tentu menambah effort dari produsen atau seller tersebut. Selain dari sisi kepraktisan, kemudahan dan kecepatan juga memberikan pengalaman bagi produsen bagaimana barang yang dikirimkan ini dapat diterima dengan baik oleh konsumen, ini menjadi nilai tambah bagi produsen atau seller dalam hal memberikan pelayanan kepada konsumen yang telah membeli produknya.
Kemudian dari adanya perantara antara produsen/seller dengan konsumen memberikan peluang atau kesempatan bagi industri pengiriman yang juga menaikkan penyerapan tenaga kurir, pengelola atau pihak lainnya yang berada didalamnya. Hal ini pun juga memberi nilai positif bagi semua pihak. Disamping dari tingkat pengguna smartphone yang setiap tahun semakin bertambah dan itu belum termasuk pengguna e-commerce yang memberikan "market baru" dalam menjual produk memberikan angin segar bagi produsen/pelaku industri/seller untuk senantiasa menyambut angin baik atas berkembangkan pengguna untuk bertransaksi atau membeli barang.
ADVERTISEMENT
Dari hal itu lahirlah berbagai jenis barang yang semakin menarik, inovatif dan memiliki nilai pembeda antara produsen satu dengan yang lainnya, yang berdampak pada meningkatnya produksi yang ikut serta dalam mendongkrak perekonomian suatu wilayah bahkan negara. Tentu hal ini pun menjadi efek domino dari pergerakan barang yang awalnya dijual, kemudian diminati pembeli lalu diantarkan melalui kurir dan terjadilah transaksi ekonomi dan pelayanan jasa pengantaran di dalamnya. Memberikan efek cuan dalam bahasa anak milenial sekarang, yang tentu saja ini disambut baik semua pihak yang terlibat di dalam lingkaran ini. Tak menutup kemungkinan bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sebagai salah satu produsen atau reseller yang menjadi pemain pertama dari kegiatan perekonomian.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikarenakan tanpa adanya produsen yang menciptakan barang (baik dikonsumsi atau tidak) tidak akan menarik seorang atau beberapa konsumen untuk bertransaksi atau membeli barang tersebut, yang tentu tidak akan menimbulkan kegiatan pengiriman barang didalamnya. Tentu hal ini juga berdampak pada perekonomian suatu tempat karena tidak adanya kegiatan ekonomi yang memberikan nilai apapun. Untuk itu dengan adanya sektor UMKM yang terus menerus berkembang tentu memberikan nilai untuk terus bangkit. Tentu kita ingat apa yang terjadi di tahun 2020 dimana terjadi penularan virus yang kita sebut covid saat itu menjadi makhluk yang paling sangat tak disukai oleh semua orang karena virus ini sekali menjangkit seseorang maka dalam waktu cepat menyebar ke wilayah, kemudian daerah, negara hingga dunia. Itu tak luput dari berbagai pemberitaan yang ditimbulkan dari virus covid tersebut yang memberikan perasaan khawatir, takut, kesedihan yang mungkin dialami oleh kita atau orang disekitar kita.
ADVERTISEMENT
Melihat bagaimana orang-orang yang mulai membatasi aktifitas diluar ruang karena khawatir penularan yang masif pada saat itu. Yang berdampak luas terutama dalam hal perekonomian karena banyak pembatasan yang terjadi baik untuk mobilisasi transaksi ataupun penghentian sementara kegiatan ekonomi. Ini menjadi hal yang sangat merugikan semua orang karena ada yang menjadi korban karena virus dan ada yang menjadi korban perekonomian yang melambat. Respon yang timbul menjadi efek bagi beberapa pihak seperti produsen yang dalam pembuatan barang menjadi khawatir karena mungkin bahan baku yang sulit kemudian tenaga kerja yang juga tetap harus dilindungi keselamatannya. Banyak pemberitaan pada saat itu mengenai penguncian suatu wilayah (lockdown) karena khawatir virus tersebut semakin menyebar dan banyaknya pasien yang terjangkit virus serta membludaknya rumah sakit karena mereka menerima banyaknya pasien yang memiliki virus tersebut.
ADVERTISEMENT
Tak terhitung jumlah pasien, korban akibat virus, kerugian ekonomi yang dialami dan pembatasan pembatasan yang terjadi sehubungan untuk menekan penyebaran covid ini. Menjadi hal umum ketika berita memberikan gambaran bagaimana rumah sakit selalu penuh, orang mengantri di layanan kesehatan, berdesakan untuk membeli bahan makanan karena animo ketakutan yang disampaikan entah oleh siapa. Tentu kalau bukan saat pandemi itu memberikan angin segar bagi produsen dan bangkitnya ekonomi karena banyaknya permintaan yang ada tapi saat di pandemi saat itu tentu bukan menjadi hal yang baik karena pembatasan ini pun juga memberikan impact kepada produsen yang membuat barang tersebut. Kata “kelangkaan” menjadi kata yang muncul bersamaan dengan berkurangnya pasokan untuk membuat barang jadi ini, dan tentu saja menjadi hal yang menyulitkan bagi banyak pihak tentunya. Karena sebagai konsumen, “kelangkaan” ini menjadi bagian yang tak mudah didapatkan dengan mudah ketika membutuhkan sesuatu.
ADVERTISEMENT
Kelangkaan ini pula yang menjadi celah bagi oknum yang memanfaatkan dengan tak baik yaitu mencoba untuk menimbun lalu menjual dengan harga yang tinggi yang tentu saja itu memberikan kesulitan lainnya, karena di masa pandemi itu adanya pelemahan ekonomi yang tentu saja juga berpengaruh terhadap pemasukan konsumen. Beberapa kegiatan usaha menjadi tak stabil yang mungkin membuka celah layoff yang terjadi di beberapa perusahaan yang merumahkan sebagian kecil atau besar karyawannya karena harus berusaha agar perusahaan tidak mati. Sedih mendengar ketika tetangga atau teman terkena dampaknya, yang itu semua bermuara pada virus covid ini. Tak mudah suatu wilayah, negara atau global untuk pulih tapi pelan namun pasti virus itu perlahan dapat dikendalikan.
ADVERTISEMENT
Program percepatan penemuan obat, antivirus bahkan vaksinasi massal digalakkan guna penyembuhan dan perlindungan bagi masyarakatnya agar kebal terhadap virus covid ini. Tak mudah dalam pelaksanaannya karena banyak orang yang terlibat tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi instansi pemerintah sebagai pemegang kendali utama atas pengendalian virus yang terjadi dan masyarakat yang perlu edukasi lebih atas manfaatnya. Penolakan tentu ada mengenai perlindungan melalui vaksinasi ini dan penerimaan juga tak kalah banyak serta hasil setelah vaksinasi ini pun juga tidak dapat dikesampingkan. Banyak warga yang telah di vaksinasi memberikan perlindungan bagi dirinya sendiri, kemudian lingkaran sosial yang menghentikan penyebaran virus dan mulai bangkitnya kembali kegiatan masyarakat. Karena dampak yang dihasilkan telah dilihat masyarakat secara luas dan juga sedikit dorongan dari perangkat masyarakat untuk ikut program vaksinasi massal tentu menjadi langkah awal untuk bangkit kembali dari pandemi yang menyerang yang bukan hanya satu negara tapi sebagian besar negara.
ADVERTISEMENT
Kita menjadi lebih berani untuk keluar rumah karena sudah ada perlindungan dari vaksin itu sendiri dan kesadaran akan perlindungan kesehatan saat melakukan aktifitas diluar rumah. Yang awalnya masyarakat takut bersinggungan dengan orang lain kemudian menjadi lebih berani dan perlahan perekonomian mulai menunjukkan arah positif (bukan virus saja yang positif). Itulah kebangkitan yang dapat dimaknai dengan sangat positif karena memberikan dampak baik secara meluas dan global bagi banyak orang, sama seperti JNE yang telah ada bersama masyarakat indonesia selama tiga dekade lebih untuk memberikan layanan pengantaran barang baik antar wilayah, daerah bahkan negara. Tentu pengiriman ini mempermudah kita dalam memberikan dokumen atau barang ke orang yang akan menerima karena JNE memberikan pelayanan prima untuk barang sampai dengan selamat dan cepat.
ADVERTISEMENT
#JNE32tahun, #JNEBangkitBersama dan #jnecontentcompetition2023 #ConnectingHappiness.
Source :
https://www.jne.co.id/en/news/news-detail/jne-the-best-customer-choice-for-delivery-service-company
https://www.jne.co.id/en/company/company-profile/history-and-milestone
https://www.jne.co.id/en/news/news-detail/jnes-educative-development-programs-to-improve-small-and-medium-enterprises-smes-of-rancaekek-and-sumedang
https://www.jne.co.id/id/berita/berita-detail/presdir-jne-berikan-inspirasi-bisnis-di-pesta-wirausaha-nasional-2023
http://repositori.unsil.ac.id/6948/2/BAB%20I.pdf
https://www.topbrand-award.com/komparasi_brand/bandingkan?id_award=1&id_kategori=25&id_subkategori=583
https://swa.co.id/swa/trends/marketing/geliat-jne-di-tengah-pusaran-persaingan?