Pengertian, Macam, dan Jenis Tipologi Belajar-Benyamin S. Bloom

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nova Pebriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TIPOLOGI BELAJAR
Tipologi belajar merupakan kombinasi dari kemampuan seseorang dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi belajar. Karena itu setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda, dan tipologi belajar membantu mengidentifikasi cara terbaik bagi seseorang untuk memproses informasi. De Porter & Hermacki mengemukakan bahwa tipologi belajar siswa merupakan cara yang digunakan siswa untuk mempermudah mereka dalam proses pembelajaran dan bagaimana siswa menyerap, lalu mengatur, serta mengolah informasi tersebut. Tipologi belajar siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu visual, auditori, dan kinestetik . Tipologi belajar juga merujuk pada pengelompokkan gaya atau preferensi individu dalam proses belajar berdasarkan karakteristik tertentu.
MACAM-MACAM TIPOLOGI BELAJAR
1. Tipologi Gaya Belajar VAK (Visual, Auditori, Kinestetik).
Visual: Menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Siswa dengan gaya belajar visual lebih mudah memahami informasi melalui gambar, grafik, diagram, dan representasi visual lainnya.
Auditori: Mengandalkan pada pendengaran agar bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik gaya belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Siswa yang memiliki gaya belajar auditori cenderung belajar lebih efektif melalui pendengaran.
Kinestetik: Mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Siswa kinestetik lebih efektif belajar dengan cara melakukan.
2. Tipologi Gaya Belajar VARK (Visual, Auditory, Reading/Writing, Kinesthetic)
Model VARK merupakan pengembangan dari VAK dengan menambahkan satu kategori tambahan, yaitu Reading/Writing (Membaca/Menulis). Gaya ini mengacu pada siswa yang belajar paling baik melalui teks tertulis, baik itu membaca buku, artikel, atau menulis catatan. Reading/Writing yaitu Siswa dengan gaya belajar ini lebih suka belajar dengan membaca dan menulis. Mereka merasa lebih nyaman memahami informasi yang disajikan dalam bentuk teks tertulis.
3. Teori Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk)-Howard Gardner
Howard Gardner mengemukakan teori tentang kecerdasan majemuk yang menunjukkan bahwa manusia memiliki berbagai jenis kecerdasan atau cara belajar yang berbeda-beda. Ada 8 kecerdasan utama dalam model ini beberapa diantaranya ada:
a). Kecerdasan Linguistik: Yaitu, kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Siswa dengan kecerdasan ini kuat dalam bahasa dan berkomunikasi.
b). Kecerdasan Logis-Matematis: Yaitu, kekuatan dalam berpikir logis, menyusun strategi, dan kemampuan dalam matematika atau sains.
c). Kecerdasan Visual-Spasial: Yaitu, kemampuan memahami dan memanipulasi ruang, objek, dan visualisasi. Siswa ini biasanya kuat dalam seni, arsitektur, atau desain.
4. Tipologi Belajar Kolb
Gaya belajar menurut David Kolb merupakan gaya belajar yang menekankan pada proses pengolahan informasi. David Kolb menegaskan bahwa orientasi seseorang dalam proses belajar dipengaruhi empat kecenderungan, yaitu concrete experience (feeling), reflective observation conceptualization (watching), (thinking), dan abstract active experimentation (doing). Artinya Kolb berpandangan bahwa karena rancangan pembelajaran itu termasuk sebagai salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa yang harus dipersiapkan dengan maksimal.
5. Tipologi Belajar Berdasarkan Modalitas Sensorik
Dengan tipologi ini didasarkan pada modalitas sensorik yang dominan dalam memproses informasi diantaranya:
a). Belajar Melalui Penglihatan (Visual Learners): Adalah dominasi pada mata sebagai alat utama dalam belajar.
b). Belajar Melalui Pendengaran (Auditory Learners): Adalah dominasi pada telinga untuk mendengar dan memahami informasi.
c). Belajar Melalui Gerakan (Tactile/Kinesthetic Learners): Mereka lebih nyaman belajar dengan merasakan atau memegang objek, melakukan gerakan fisik, atau pengalaman langsung.
JENIS BELAJAR MENURUT BLOOM
Benyamin S. Bloom adalah seorang pakar pendidikan yang dikenal memperkenalkan konsep taksonomi. Taksonomi pembelajaran adalah pengelompokan tujuan berdasarkan bidang atau domain pembelajaran. Secara umum terbentuk tiga bidang pembelajaran:
1. Cognitive domain (kawasan kognitif), yaitu kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang bisa diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: pengetahuan, pemahaman, penerapan, penguraian, memadukan, dan penilaian.
2. Affective domain (kawasan afektif), yaitu kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: penerimaan, sambutan, penilaian, pengorganisasian , dan karakterisasi.
3. Psychomotor domain (kawasan psikomotorik), yaitu kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari : kesiapan, meniru, membiasakan, dan adaptasi.
Dosen Pengampu: Maolidah M.Psi
