Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP menyulap limbah rumah tangga menjadi sabun cuci piring

Noval Efendy

Noval Efendy

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Noval Efendy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan sabun cuci piring

Buah-buahan merupakan komoditas yang banyak diminati dan memiliki nilai ekonomi tinggi serta terdiri dari berbagai jenis, salah satunya jeruk. Jeruk memiliki bentuk bulat dengan kulit berwarna oranye. Aroma khas yang dikeluarkannya pun sangat kuat dan rasa manis asam yang khas dari jeruk membuat jeruk banyak diminati. Masyarakat tentunya memanfaatkan jeruk dari buahnya sementara kulitnya merupakan limbah yang umumnya dibuang begitu saja. Namun di tangan Noval Efendy, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) Program Studi Teknik Kimia kulit jeruk yang biasanya dibuang begitu saja dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Penyampaian materi Pemanfaatan Limbah kulit jeruk sebagai bahan baku pembutan sabun cuci piring serta pembagian produk sabun cuci piring, Sabtu 03/02/2024
zoom-in-whitePerbesar
Penyampaian materi Pemanfaatan Limbah kulit jeruk sebagai bahan baku pembutan sabun cuci piring serta pembagian produk sabun cuci piring, Sabtu 03/02/2024

Sebagai seorang mahasiswa Noval Efendy melakukan gebrakan dengan mengolah limbah kulit jeruk tersebut menjadi sabun yang dilakukan dengan pemaparan materi pembuatan sabun cuci piring dan juga dilengkapi simulasi pembuatan sabun pada sabtu tanggal 3 Februari 2024 yang berlokasi di serambi Masjid Nurul Huda Dukuh Karang RW 12 . Pelaksanaan simulasi ini dikuti oleh Ibu-Ibu PKK RW 12 Troketon Kecamatan Pedan Kabupaten . Para peserta sangat antusias dalam pelaksaanan hal tersebut yang ditandai dengan aktifnya peserta baik dalam berdiskusi maupun dalam sesi tanya jawab. Masyarakat juga tidak sabar untuk mempraktekan sendiri secara langsung pembuatan sabun dari kulit jeruk tersebut. Selain itu di Dukuh Karang, pengelolaan limbah yang belum terstruktur dan terorganisir dengan baik yang dibuktikan dengan pengolahan limbah secara dibakar di tiap rumah membuat pengolahan produk ini semakin diminati masyarakat.

Demonstrasi Pembutan Sabun cuci piring

Pengolahan sabun berbahan dasar kulit jeruk ini dapat dilakukan dengan cara mencampurkan larutan cuka yang sudah dipakai untuk merendam kulit jeruk selama kurang lebih 1 minggu hingga 2 minggu, dengan soda kue, garam, texapon, dan juga air. Larutan tersebut diaduk hingga merata dan menghasilkan busa sebanyak-banyaknya, lalu setelah busa menghilang sabun cuci piring sudah siap digunakan. Sebagai opsi larutan campuran tersebut bisa ditambahkan kembali pewarna maupun pewangi sesuai dengan keinginan. "Mudah diaplikasikan dan bermanfaat bukan?" ujar Noval

Hasil olahan limbah kulit jeruk menjadi sabun cuci piring oleh Noval Efendy

"Dengan adanya pemanfaatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi limbah yang ada di Dukuh Karang dan juga sekaligus meningkatkan nilai guna dari limbah kulit jeruk," pungkas mahasiswa Fakultas Teknik Undip Program Studi Teknik Kimia, Noval Efendy pada Sabtu (6/2/2024). Noval Efendy juga berharap perekonomian warga Dukuh Karang dapat meningkat dengan adanya pemanfataan program ini dengan dijual ataupun dibuat UMKM pengolahan kulit jeruk.

Leaflet prosedural pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar kulit jeruk
Leaflet prosedural pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar kulit jeruk

KKN TIM 1 Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024

Dosen Pembimbing Lapangan

1. Prof. Dr. rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, S.T., M.Eng., IPU. Asean Eng.

2. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

3. Riandhita Eri Werdani, S.M.B., M.S.M.