Industri Logistik Perkokoh Bisnis e-Commerce di Pasar idEA
Tulisan dari Noval Kurniadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberhasilan bisnis e-commerce tidak hanya ditentukan dari kualitas produk yang dijual saja, melainkan juga oleh industri logistik. Sektor tersebut mendorong perekonomian masyarakat dengan memudahkan penjual dalam mengirimkan produknya kepada konsumen dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya tanpa perlu khawatir soal batasan jarak yang jauh.
Memasuki era digital, industri logistik bagaikan bunga di musim semi. Pertumbuhannya semakin subur khususnya di Indonesia. Menurut Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo), tahun 2017, kapitalisasi jasa kurir saja sudah menyentuh angka Rp 50 triliun. Pertumbuhan bisnis industri logistik secara keseluruhan berkisar 10 -15 % per tahunnya.
Menanjaknya angka tersebut ternyata turut mempengaruhi Indonesia dalam pemeringkatan negara dalam Logistics Performance Index (LPI) atau Indeks Performa Logistik yang dikeluarkan oleh Bank Dunia.
Dengan melibatkan beberapa komponen penilaian seperti bea cukai (customs), infrastruktur (infrastructure), pengiriman internasional (international shipments), kompetensi logistik (logistics competence), ketepatan waktu (timeliness) serta pelacakan dan pencatatan (tracking and tracing), Indonesia berhasil meraih peringkat ke-46 dengan skor 3.15 pada 2018. Ini merupakan sebuah prestasi karena di tahun sebelumnya Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat 63 dunia.
Atas pencapaian tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebut bahwa sejak 2018 Indonesia sedang mengalami era kebangkitan industri logistik. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto bahkan mengatakan bahwa bisnis logistik tanah air diprediksi terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang.
Kendati menuju ke arah yang lebih positif, masyarakat yang masih enggan melakukan transaksi lewat e-commerce masih terbilang banyak. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), tercatat ada 56% total pengguna internat di Indonesia yang belum pernah melakukan transaksi belanja online atau via marketplace. Selain karena faktor ongkos kirim yang lebih mahal dari produk dan barang tidak sampai, jaminan keamanan serta kepastian barang tiba di lokasi juga menjadi persoalan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) berkolaborasi dengan Traya Eksibisi Internasional menyelenggarakan pameran e-commerce pertama di Indonesia yakni Pasar idEA dari 15-18 Agustus 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta.
“Industri logistik adalah tonggak bisnis e-commerce. Keberadaannya kini tak bisa dipisahkan dari gaya hidup dalam bertransaksi digital sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenalnya lebih dekat.” papar Ketua Umum idEA Ignatius Untung.
Dalam festival belanja from online to offline ini, Pasar idEA tidak hanya menghadirkan berbagai industri e-commerce ternama seperti Tokopedia dan Blibli saja, melainkan juga turut memperkenalkan berbagai industri logistik kepada masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah Lion Parcel, Ninja Express, JNE, Tiki, J&T, Paxel dan bahkan hingga Lalamove. Di Pasar idEA, mereka berlomba-lomba dalam menerapkan strategi masing-masing untuk menghadapi pesatnya perkembangan dunia e-commerce dengan melakukan branding dan memberikan penawaran yang menarik.
Lion Parcel misalnya. Di pasar idEA kali ini, Lion Parcel membuka kesempatan bagi para pengunjung yang hendak menjadi pengusaha untuk bergabung menjadi mitra POS untuk memperoleh potensi penghasilan hingga ratusan juta rupiah. Ada pula promo Dua Kilo Irit dimana para pelanggan hanya membayar biaya pengiriman seharga berat barang 1,00 kg untuk berat sampai 2,00 kg. Promo ini berlaku di seluruh daerah di Indonesia.
Digital Marketing Manager Lion Parcel mengatakan bahwa mereka turut senang dapat terlibat di Pasar idEA. “Kami mendukung perkembangan e-commerce Indonesia dengan memberikan jasa pengiriman tercepat dan terluas se-Indonesia. Kami berharap hal tersebut turut menggerakkan perekonomian bangsa.”
Ninja Xpress juga tak kalah menarik. Khusus pengunjung Pasar idEA, mereka dapat menikmati promo berupa 10 kali gratis pengiriman dengan Ninja Packs ke semua daerah di Jabodetabek hanya dengan membayar Rp90.000 saja. Bagi pengunjung yang tertarik untuk menjadi pengusaha, Ninja Express juga mengadakan Ninja Academy Program dengan keuntungan mengikuti kelas-kelas bisnis dan lokakarya pengembangan skill secara gratis selama 6 bulan.
Sementara JNE memperkuat e-commerce khususnya kepada seller dengan mengadakan program JLC (JNE Loyalty Card). Melalui program ini, pelanggan bisa mendapatkan keuntungan berupa poin setiap kali melakukan pengiriman via JNE yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.
Semakin banyak poin yang didapat, maka semakin besar nilai hadiahnya. Salah satunya adalah poin yang terkumpul juga dapat dikonversi menjadi e-voucher Tokopedia dalam bentuk saldo OVO dan voucher di sejumlah tempat makan seperti KFC, Domino’s, The Harvest dan Breadlife.
Penawaran menarik juga datang dari TIKI. Selama penyelenggaraan pameran, TIKI memberikan promo kepada para pengunjung berupa diskon 10% bagi mitra yang ingin bergabung membuka gerai jasa pengiriman kilat serta potongan diskon sebesar 15% untuk layanan reguler maupun over night service (ONS).
Presiden Direktur TIKI Titi Oktarina mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat menggairahkan dengan pertumbuhan dagang elektronik tercepat di Asia Tenggara. Terlebih, pengiriman barang adalah tonggak utama dalam bisnis e-commerce.
"Bagaimana barang yang sudah dibeli dapat tiba di tempat konsumen dengan cepat dan aman. Ini akan berdampak langsung terhadap kepercayaan konsumen kepada online shop atau marketplace," katanya dalam kegiatan Pasar Idea 2019.

