Konten dari Pengguna

Pandemi Mengubah Sistem Pembelajaran

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novana Dhea Nurlaili tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

cover by https://pixabay.com/id/photos/buku-halaman-bab-membuka-buka-buku-1283865/
zoom-in-whitePerbesar
cover by https://pixabay.com/id/photos/buku-halaman-bab-membuka-buka-buku-1283865/

Pandemi covid-19 di Indonesia sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun. Semua kegiatan yang dilakukan banyak berubah seperti harus menggunakan masker, menjaga jarak dari kerumunan, selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Segala upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan kasus covid-19. Menurut pandangan saya banyak orang yang panik dan takut terhadap pandemi ini karena tingginya tingkat kasus yang ada di Indonesia dari yang terkena virus sampai yang meninggal dunia.

Karena kasus covid-19 ini makin banyak beredar pemerintah melakukan beberapa kebijakan, yaitu dari Pembatasan Sosial Berskala Besar ('PSBB') atau 'lockdown' dan ada juga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau biasa disebut sebagai 'PPKM'. Dengan adanya Kebijakan tersebut pemerintah melakukan pembatasan tertentu dari tutupnya tempat hiburan, kantor sampai sekolah supaya penyebaran virus dapat ditekan atau dikendalikan.

Hal tersebut membuat banyak sekali perubahan khususnya di dalam bidang pendidikan. Contohnya kita kalau ingin belajar biasanya dilakukan di sekolah dan di tempat tertentu (seperti tempat les atau bimbel) pasti dengan cara tatap muka dan bertemu langsung dengan gurunya. Namun, di era pandemi ini kita diharuskan melakukan segala kegiatan dari rumah saja melalui perangkat pendukung yang tersambung dengan daring (dalam jaringan) atau online. Mungkin hal itu tidak pernah kita pikirkan sebelumnya kita bisa belajar dari jarak jauh tanpa harus bertemu langsung.

Saya sebagai pelajar awalnya sedikit kaget dengan perubahan baru tersebut karena cukup sulit untuk membiasakan diri belajar tanpa bertemu langsung dan merasa aneh berinteraksi dari jarak jauh. Namun, tidak lama saya malah sangat tertarik dengan pembelajaran daring ini karena saya dapat mengetahui ilmu yang kita dapatkan tidak hanya dari sekolah saja kita bisa belajar sendiri. Internet sudah sangat banyak menyediakan media belajar, materi pembahasan, bahkan sampai video khusus untuk belajar.

Lalu bagaimana dengan anak-anak kecil dalam pembelajaran daring ini? Orang tua yang memiliki anak yang bersekolah dari PAUD sampai dengan SMP rata-rata banyak mengeluh karena anaknya tidak semangat belajar. Misalnya, pembelajaran daring ini menggunakan gawai untuk belajar namun sebagian anak malah menggunakan untuk bermain permainan, menonton video youtube atau film dan kurang adanya motivasi untuk belajar.

Beberapa masalah yang timbul karena pembelajaran secara daring

Masalah yang sering timbul di dalam pembelajaran daring, yaitu sinyal. Orang yang ada diperkotaan saja kadang sulit untuk mendapatkan sinyal, apalagi orang yang ada di perdesaan. Mungkin bagi yang bersekolah diswasta mereka tetap membayar uang bulanan atau SPP namun setiap sekolah ada perbedaan kebijakan untuk membayar dan mereka juga membeli paket data internet menurut saya itu sangat merugikan walaupun pemerintah sudah memberikan paket data kepada para pelajar dan pengajar. Karena masih banyak kendala yang timbul dari pembagian data internet tersebut.

Tidak hanya ada kekurangan saja di dalam pembelajaran di era pandemi ini. Namun, ada dampak positif yang dapat kita ambil contohnya kita dapat menguasai teknologi yang sudah ada, bahkan bisa lebih mengetahui berkembang teknologi dengan baik lagi dan menimbulkan memotivasi diri bahwa belajar harus kreatif inovatif. Mempermudah pekerjaan salah satunya belajar tidak perlu harus menempuh jarak karena belajar dapat dilakukan dari rumah saja.

Setelah kasus covid-19 sedikit mereda dan penyebaran vaksin yang sudah mulai merata beberapa sekolah melakukan pembelajaran dengan tatap muka, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Mengadakan pembelajaran dengan membolehkan 50% siswa saja dalam sekali pertemuan dan 50% lainnya dilakukan dengan hari besoknya dengan kata lain pembelajaran tatap muka dilakukan dengan selang-seling.

Dapat disimpulkan bahwa pandemi ini sebenarnya membawa perubahan dalam sistem pembelajaran yang mana biasanya dilakukan dengan cara tatap muka ternyata belajar juga bisa di mana saja karena adanya jaringan dan perangkat yang memadai. Saran saya sebagai pelajar kita harus mengusai semua ilmu dan dapat mengetahui apa saja perubahan yang ada. Pelajar yang tidak ketinggalan zaman, tetapi pelajar yang ikut berpartisipasi dalam perubahan zaman. Di zaman sekarang ini kita harus mempunyai keahlian lebih dari orang-orang biasanya agar kita dapat membuat generasi penerus yang sangat baik.