Konten dari Pengguna

Celengan Impian: Menabung Sejak Dini

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indah Novania Adhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di sebuah sudut Kampung Pemulung, Jurang Mangu, semangat belajar tak pernah padam—meski hujan deras mengguyur dan banjir menggenangi jalanan. Pada minggu pertama program 2M (Minggu Mengajar) , Taman Baca Amalia menjadi saksi bagaimana anak-anak dari berbagai usia, mulai dari yang belum sekolah hingga yang telah tamat pendidikan dasar, berkumpul untuk belajar sambil bermain.

Kegiatan ini bukan sekadar sesi belajar biasa. Di tengah keterbatasan dan cuaca ekstrem, anak-anak tetap datang dengan senyum dan antusiasme. Mereka duduk bersama, menyimak, tertawa, dan mulai berkreasi: membuat celengan dari botol plastik bekas. Bukan hanya soal keterampilan tangan, tapi juga tentang menyemai nilai—daur ulang, kreativitas, dan pengelolaan uang sejak dini.

foto dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
foto dokumentasi pribadi

Awalnya, tantangan sempat muncul. Sebagian anak belum terkumpul, dan hujan deras membuat akses ke lokasi menjadi sulit. Namun, berkat koordinasi tim pelaksana dan semangat luar biasa dari para peserta, kegiatan tetap berjalan lancar. Bahkan, banjir yang menggenang tak mampu meredam semangat mereka untuk belajar dan berkarya.

Hasilnya? Celengan-celengan unik dengan warna dan bentuk yang beragam, masing-masing mencerminkan karakter dan imajinasi anak-anak. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi mereka untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa dihargai.

Program 2M bukan hanya tentang menyampaikan materi, tapi tentang menghadirkan harapan. Di tengah keterbatasan, anak-anak Kampung Pemulung menunjukkan bahwa semangat belajar bisa tumbuh di mana saja—bahkan di tengah banjir. Dan mungkin, dari celengan sederhana itu, akan lahir mimpi-mimpi besar yang kelak mengubah dunia.