Konten dari Pengguna

Global Learning, Local Impact: Workshop Bersama Hyginus Lee

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indah Novania Adhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto pribadi
zoom-in-whitePerbesar
foto pribadi

Di era yang SemakiSemakin terhubung, pendidikan tak lagi terbatas oleh ruang kelas atau batas negara. kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global. semangat inilah yang terasa kuat dalam workshop internasional yang digelar bersama Hyginus Lester Junior Lee, pendiri Labuan Research,Innovation and Creativity Society dari Malaysia.

Workshop ini bukan sekadar ajang berbagi teori, tetapi ruang dialog yang hidup antara para pendidik, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai latar belakang. Hyginus Lee membawakan sesi yang menggugah, membahas bagaimana pendidikan harus berevolusi menjadi ekosistem yang mendukung inovasi dan kewirausahaan. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi tentang membentuk karakter, membangun jejaring, dan menciptakan solusi nyata untuk masalah di sekitar kita.

Salah satu hal yang menarik dari sesi ini adalah pendekatan Lee terhadap konsep “learning by doing.” Ia mendorong peserta untuk tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak. Menurutnya, generasi muda harus diberi ruang untuk bereksperimen, gagal, dan belajar dari proses tersebut. “Inovasi lahir dari keberanian mencoba,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Pendidikan Ekonomi, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung semangat ini. Mahasiswa dan dosen aktif berdiskusi, menyampaikan ide, dan merancang inisiatif lanjutan seperti pembentukan Economic Innovation Hub dan Student Entrepreneur Incubator. Kedua program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, melakukan riset, dan membangun proyek sosial yang berdampak.

Lebih dari itu, workshop ini membuka mata banyak peserta tentang pentingnya membangun koneksi global. Ketika mahasiswa dari berbagai negara duduk bersama, bertukar cerita, dan saling belajar, maka pendidikan menjadi alat pemersatu yang kuat. Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sebagai warga dunia.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan masa depan adalah pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berbasis kolaborasi. Ketika ide global bertemu dengan aksi lokal, maka dampaknya bisa sangat luar biasa. Workshop bersama Hyginus Lee bukan hanya meninggalkan ilmu, tetapi juga semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi.