Kartini dan Pergaulan Zaman Kini: Sudahkah Kita Menghargai Perjuangannya?

Saya adalah seorang mahasiswi universitas pamulang, program studi pendidikan ekonomi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Indah Novania Adhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, kita memperingati Hari Kartini dengan mengenakan kebaya, mengadakan lomba, dan mengunggah kutipan inspiratif di media sosial. Tapi di balik semua itu, ada pertanyaan yang perlu kita renungkan: apakah cara kita bergaul dan bersikap hari ini benar-benar mencerminkan nilai-nilai perjuangan Kartini?
Raden Ajeng Kartini berjuang agar perempuan bisa berpikir bebas, mendapatkan pendidikan, dan dihargai sebagai manusia seutuhnya. Ia menulis tentang pentingnya kesopanan, kebijaksanaan, dan martabat dalam kehidupan sosial. Namun, di era sekarang, kita justru sering melihat pergaulan yang jauh dari nilai-nilai itu.
Banyak anak muda yang terjebak dalam budaya pamer, saling menjatuhkan di media sosial, atau mengukur nilai diri dari penampilan dan popularitas. Perempuan yang seharusnya saling mendukung, malah saling menghakimi. Laki-laki yang seharusnya menjadi mitra setara, kadang masih memandang rendah kemampuan perempuan. Pergaulan bebas, konten vulgar, dan hilangnya batas etika menjadi hal yang dianggap “biasa” demi eksistensi.
Padahal, semangat Kartini bukan tentang kebebasan tanpa arah. Ia tentang kebebasan yang bertanggung jawab. Tentang menjadi perempuan (dan laki-laki) yang berpendidikan, beretika, dan punya tujuan. Tentang membangun relasi sosial yang saling menghargai, bukan saling merendahkan.
Hari Kartini seharusnya menjadi momen untuk mengevaluasi: apakah kita sudah menjadi generasi yang Kartini impikan? Apakah cara kita bergaul, berbicara, dan memperlakukan orang lain sudah mencerminkan nilai-nilai yang ia perjuangkan?
Menghargai perjuangan Kartini bukan hanya soal mengenang, tapi soal meneruskan. Bukan hanya soal simbol, tapi soal sikap. Mari jadikan Hari Kartini sebagai titik balik untuk memperbaiki cara kita bergaul—dengan lebih bijak, lebih sopan, dan lebih menghargai satu sama lain.
