Konflik Timur Memanas, Pajak Bisa Ikut Naik Siapkah Kita?

Mahasiswi Universitas Pamulang Prodi Akuntansi Perpajakan.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Novita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konflik di kawasan Timur mungkin terasa jauh, tetapi dampaknya diam-diam sudah masuk ke kehidupan kita. Dari harga energi yang melonjak hingga kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal, tekanan ekonomi global kini terasa nyata. Di tengah situasi ini, negara menghadapi beban fiskal yang semakin berat dan pajak sering menjadi pilihan cepat untuk menutupnya.
Pertanyaannya, siapkah masyarakat?
Kenaikan pajak, baik langsung maupun tidak langsung, berpotensi menjadi konsekuensi dari ketidakpastian global. Negara membutuhkan dana untuk menjaga stabilitas, tetapi masyarakat juga sedang berjuang menghadapi kenaikan harga kebutuhan. Di sinilah dilema muncul: antara menjaga keuangan negara dan melindungi daya beli rakyat.
Tanpa transparansi dan keadilan, kebijakan pajak justru bisa memicu ketidakpercayaan. Publik tidak hanya ingin diminta berkontribusi, tetapi juga ingin memastikan bahwa setiap rupiah digunakan dengan tepat.
Konflik mungkin terjadi jauh dari sini, tetapi dampaknya terasa dekat. Jika pajak benar-benar naik, pertanyaan besarnya bukan lagi “berapa besar”, melainkan “seberapa adil” dan apakah kita benar-benar siap menghadapinya.
