Olah Daun Kering Jadi Briket, Tim KKN UNDIP Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan
Tulisan dari Novi Diana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukoharjo, 2026 — Pembakaran sampah, khususnya daun kering, masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu diperhatikan di Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan kering pada musim kemarau. Oleh karena itu, diperlukan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami langkah penanganan kebakaran sekaligus alternatif dalam mengelola limbah organik.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler TIM II Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi di Desa Pundungrejo dengan mengangkat tema “Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lingkungan Desa”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026 tersebut berfokus pada edukasi alur penanganan kebakaran hutan serta pengenalan pemanfaatan daun kering menjadi briket arang.
Novi Diana Avelia, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Diponegoro, menjadi salah satu pelaksana program kerja tersebut dengan melibatkan masyarakat Desa Pundungrejo. Dalam kegiatan ini, disosialisasikan poster alur penanganan kebakaran hutan yang memuat tahapan secara sederhana dan sistematis, mulai dari pelaporan kejadian, verifikasi oleh pihak terkait, proses penanganan, hingga evaluasi.
Selain sosialisasi mengenai penanganan kebakaran, program ini menghasilkan inovasi pemanfaatan daun kering menjadi briket arang. Daun kering diolah melalui proses pengarangan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, dan pengeringan hingga menjadi briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu pilihan pengelolaan limbah organik yang dapat mengurangi kebutuhan untuk membakar daun kering secara terbuka.
Program kerja ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai penanganan kebakaran serta memberikan alternatif pemanfaatan limbah daun kering. Keberadaan media edukasi dan inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan risiko kebakaran dan mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan di Desa Pundungrejo.

