Digital Marketing Kripik Pisang Melalui Program MBKM Sarjana Desa ITB AD

Mahasiswa Manajemen Sarjana Desa ITB Ahmad Dahlan
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Novia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), saya bersama tim berkesempatan untuk berperan aktif dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Program ini memiliki fokus utama untuk mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan potensi lokal, salah satunya produk kripik pisang. Desa Cipinang dikenal dengan hasil pertanian pisangnya yang melimpah, seperti pisang raja, kepok, dan lilin. Oleh karena itu, banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan pisang tersebut sebagai bahan dasar produk kripik.
Namun, setelah terjun langsung ke lapangan dan berbicara dengan para pelaku UMKM, kami menemukan berbagai tantangan yang mereka hadapi. Permasalahan terbesar yang mereka keluhkan adalah kurangnya pengetahuan tentang pemasaran, terutama dalam hal memasarkan produk di luar wilayah desa. Selain itu, akses pasar yang terbatas, kemasan yang belum menarik, hingga keterbatasan penggunaan media sosial menjadi penghambat utama dalam pengembangan usaha mereka.
Melihat kondisi ini, tim kami segera menyusun rencana pendampingan yang mencakup beberapa solusi konkret untuk membantu para pelaku UMKM kripik pisang di Desa Cipinang. Berikut beberapa langkah yang kami lakukan:
Pelatihan Pemasaran Digital
Langkah awal yang kami ambil adalah memberikan pelatihan pemasaran digital kepada para pelaku UMKM. Pelatihan ini mencakup materi tentang pentingnya branding produk dan strategi pemasaran online. Kami juga memberikan panduan tentang cara membangun merek yang kuat, mulai dari logo hingga citra produk yang konsisten di berbagai platform digital.
Pemanfaatan Platform E-commerce dan Media Sosial
Selanjutnya, kami mendorong mereka untuk memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial seperti Instagram dan Facebook. Ini adalah upaya untuk membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas. Kami juga memberikan pelatihan dasar mengenai cara menggunakan platform tersebut secara efektif, mulai dari mengunggah produk hingga mempromosikannya.
Pengembangan Kemasan Produk
Salah satu hal yang menarik perhatian kami adalah bagaimana produk kripik pisang ini dikemas. Kemasan yang kurang menarik menjadi salah satu faktor yang menghambat daya saing produk di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kami memberikan pelatihan tentang pentingnya desain kemasan yang menarik dan fungsional, yang dapat mencerminkan kualitas produk.
Pelatihan Konten Kreatif dan Strategi Media Sosial
Kami juga mengajarkan cara mengambil foto produk yang baik serta membuat video promosi yang kreatif. Pelaku UMKM diajari cara memanfaatkan testimoni pelanggan sebagai alat pemasaran yang efektif. Melalui media sosial, mereka dapat menyajikan produk mereka secara lebih menarik dengan tampilan visual yang profesional.
Kerjasama dengan Penyedia Jasa Pengiriman
Untuk mengatasi hambatan dalam distribusi, kami menghubungkan pelaku UMKM dengan beberapa penyedia jasa pengiriman yang dapat membantu mereka dalam mendistribusikan produk ke luar daerah. Selain itu, kami juga mencari opsi untuk mendapatkan tarif pengiriman khusus bagi UMKM sehingga dapat lebih kompetitif di pasar.
Setelah beberapa bulan menjalani program ini, kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Para pelaku UMKM mulai lebih percaya diri dalam mempromosikan produknya. Mereka juga lebih mahir dalam memanfaatkan media sosial dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pemasaran. Desain kemasan produk yang lebih profesional pun mulai diterapkan, sehingga produk kripik pisang mereka terlihat lebih menarik dan layak untuk dipasarkan di luar wilayah desa.
Meskipun hasil yang dicapai sudah cukup baik, kami masih melihat bahwa pendampingan lanjutan tetap diperlukan. Para pelaku UMKM perlu terus didukung, terutama dalam mengembangkan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran yang lebih berkelanjutan. Kami juga merekomendasikan kerjasama yang lebih erat dengan karang taruna dan generasi milenial setempat yang lebih paham tentang teknologi dan media sosial.
Bagi saya pribadi dan teman-teman mahasiswa lainnya, pengalaman ini sangat berharga. Kami tidak hanya berkontribusi kepada masyarakat, tetapi juga mendapatkan pelajaran penting tentang bagaimana memberdayakan UMKM melalui pendekatan yang praktis dan berkelanjutan. Program ini juga membantu kami mengasah keterampilan soft skill, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek, yang sangat berguna untuk karier di masa depan.
Dengan kerja sama yang baik antara pelaku UMKM, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, kami yakin bahwa potensi kripik pisang dari Desa Cipinang akan semakin berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan yang bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
