Memahami Autisme Lewat Terapi Air: Manfaat Besar Berenang bagi Anak Autis

Freelance Writer - AI Enthusiast - Social Media Specialist - Full time Mom & Wife - Bachelor degree of Economy Management - Special Need's Parent
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Novia Luciana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami autisme dapat dilakukan mulai dari kegiatan yang menyenangkan, salah satunya dengan berenang. Pada beberapa anak berkebutuhan khusus, berenang dapat membuatnya lebih tenang, terkontrol, dan tampak bahagia. Efek menakjubkan ini rupanya tak hanya berdampak pada emosinya saja, namun pada beberapa aspek penting tumbuh kembang anak autis.
Berenang Mampu Membantu Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Autis
Kemampuan motorik dibagi menjadi dua, yaitu motorik kasar yang meliputi kegiatan seperti berjalan, melompat, keseimbangan, berlari, dan motorik halus seperti menulis, makan, mengambil minum, menggunting, hingga menjumput. Bagi anak autis, gangguan motorik bisa saja terjadi baik motorik kasar, motorik halus, atau gabungan keduanya.
Ajaibnya, rutinitas berenang dapat membantu anak autis untuk melatih motorik kasar dan halus mereka melalui gerakan tangan dan kaki yang saling bekerja sama satu sama lain. Terapi berenang ini dapat dilakukan para terapis atau guru dengan metode kelas renang yang terstruktur atau permainan menyenangkan di kolam renang. Perhatikan kembali kondisi anak saat sedang berenang. Tak perlu memaksa anak berenang bila ia ternyata masih takut saat dibawa ke kolam renang.
Melatih Fokus dan Kemampuan Mengikuti Instruksi untuk Anak Autis
Anak berkebutuhan khusus biasanya akan lebih sulit untuk fokus dan mengikuti perintah karena otak mereka bekerja secara istimewa bagai berada di dunianya sendiri. Namun orang tua tidak perlu khawatir dan berkecil hati karena fokus anak bisa dilatih dengan terapi yang tepat. Salah satu kegiatan yang dapat melatih fokus anak dan melatih kemampuan mengikuti instruksi adalah berenang.
Saat kelas renang, biasanya anak-anak akan diarahkan untuk mendengarkan aba-aba terapis atau gurunya. Tentu saja tidak dilepas begitu saja, para terapis akan memberikan contoh langsung bagaimana menggerakkan kaki atau tangannya supaya lebih tepat. Ritme kegiatan terarah seperti inilah yang akan membantu anak berkebutuhan khusus untuk belajar fokus dan menerima instruksi orang di sekitarnya. Ini juga membuktikan bahwa berenang mampu memperbaiki interaksi sosial bagi anak autis.
Berenang Memberi efek Tenang dan Emosi yang Lebih Stabil
Emosi anak dengan spektrum autisme punya tingkatan yang berbeda. Umumnya mereka kerap tantrum atau meltdown karena memiliki suatu keinginan atau kebutuhan namun orang sekitarnya belum bisa memahami dengan baik. Rupanya penelitian yang diungkapkan oleh National Center for Biotechnology Information membuktikan bahwa dengan berenang, emosi pada anak berkebutuhan khusus bisa lebih stabil. Selain itu, anak-anak istimewa ini juga akan mengalami rangsangan sensorik yang nyaman dan menyenangkan.
Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Autis
Siapa sangka manfaat berenang bisa sangat signifikan bagi anak berkebutuhan khusus. Faktanya, banyak orang tua yang menyatakan ketika kelas renang selesai, anak-anak istimewa ini tampak jauh lebih percaya diri daripada sebelumnya. Hal ini bukan tanpa alasan yang jelas karena ketika berenang, seluruh tubuhnya akan banyak melakukan gerakan yang terkoordinasi dengan baik sehingga hormon stres pun bisa perlahan dilepaskan dan rasa percaya diri itu seakan kembali tumbuh.
Memunculkan Beragam Keterampilan yang Baru Setelah Berenang
Bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, keterampilan sekecil apa pun merupakan sebuah keberhasilan yang istimewa dan menyenangkan. Tak heran bila segala macam cara dilakukan agar si kecil dapat tumbuh mandiri secara maksimal. Uniknya lagi, pada hasil penelitian tentang manfaat berenang bagi anak autis, orang tua mengungkapkan bahwa anak mereka kerap kali menunjukkan keterampilan baru yang sebelumnya sulit untuk dilakukan. Misalnya, anak mulai bisa meniup, menggunakan sedotan, atau bahkan bisa menggunakan sendok dan garpu untuk makan sendiri.
Meredakan Perilaku Berulang yang Menjadi Ciri Khas Anak Autis
Sebagian besar anak autis memiliki perilaku berulang yang menjadi ciri khasnya, misalnya seperti menggerakkan tangan berulang kali seperti mengepakkan sayap (flapping), tak bisa duduk diam (badan bergerak ke depan dan ke belakang terus menerus) atau stimming, menghentak-hentakkan kaki, dan masih banyak lagi. Dengan rutin melakukan renang, umumnya perilaku berulang ini bisa banyak berkurang. Hal ini dikarenakan kegiatan sang anak dianggap padat sehingga ia tak memiliki waktu jeda untuk melakukan perilaku berulang.
Kesimpulannya, dari berbagai macam penelitian yang dilakukan, para peniliti sangat setuju bila kelas berenang merupakan salah satu alternatif olah raga yang sangat baik dan memberikan banyak manfaat bagi anak dengan spektrum autisme. Keterampilan motorik mulai membaik, interaksi sosial perlahan terlihat, hingga gangguan sensorik dan perilaku berulang mulai berkurang. Tak hanya itu saja, dengan rutin melakukan renang, maka dapat membantu kondisi fisik untuk selalu bugar.
