Konten dari Pengguna

Pengolahan Sampah Organik dengan Larva Black Soldier Fly (BSF)

Novia Rahmawati

Novia Rahmawati

Hai, perkenalkan saya Novia Rahmawati seorang mahasiswa jurusan kimia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novia Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sampah organik (sumber: dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampah organik (sumber: dokumen pribadi)

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang dapat terdegradasi secara alami oleh alam. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, kertas, daun, ranting pohon, kayu, serta kotoran hewan dan manusia.

Sampah organik dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan, salah satunya menyebabkan pemanasan global (global warming). Pemanasan global ini terjadi karena sampah organik dapat menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Gas metana ini memiliki kekuatan terhadap pemantulan panas dari bumi kembali lagi ke bumi yang lebih besar dibandingkan dengan karbondioksida.

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, Indonesia menghasilkan timbunan sampah sebanyak 68,7 ton per tahun yang didominasi oleh sampah organik. Sampah sisa makanan menyumbang sebanyak 41,27% dengan sekitar 38,28% jumlah sampah tersebut bersumber dari rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengurangi penumpukan sampah organik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi untuk mendegradasi sampah organik menghasilkan pupuk organik.

Ilustrasi biokonversi sampah organik (sumber: dokumen pribadi)

Larva Black Soldier Fly (BSF) dapat mendegradasi sampah organik karena terdapat beberapa bakteri di dalam saluran pencernaannya. Larva Black Soldier Fly (BSF) memanfaatkan sampah organik sebagai sumber nutrisinya untuk berkembang biak hingga fase prepupa. Pada fase ini larva dimanfaatkan secara maksimal sebagai pendegradasi sampah.

Penggunaan organisme sebagai agen biokonversi merupakan sebuah inovasi terbarukan yang ramah lingkungan. Kemampuan Black Soldier Fly (BSF) untuk mereduksi limbah organik lebih baik dibandingkan dengan jenis serangga lain karena larva Black Soldier Fly (BSF) dapat mengonsumsi makanan sebanyak dua kali dari berat tubuhnya.

Pupuk organik atau kompos hasil pengolahan dengan larva Black Soldier Fly (BSF) menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi dan berkualitas tinggi. Nutrisi yang terkandung dalam pupuk kompos ini tergantung dari bahan organik yang digunakan. Biasanya pupuk kompos dari Black Soldier Fly (BSF) mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan makronutrien seperti magnesium (Mg) dan kalsium (Ca).

Untuk itu, penggunaan agen biokonversi seperti larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan sebuah inovasi yang dapat membantu mengatasi permasalahan sampah organik. Selain itu, pupuk yang dihasilkan dari hasil degradasi ini memiliki kualitas yang baik yang dapat membantu industri pertanian.

Novia Rahmawati, mahasiswa Kimia UIN Sunan Gunung Djati