Mendekatkan India dengan Indonesia ala YouTuber Agoes Aufiya

Sesdilu 69 - Ex KBRI New Delhi
Tulisan dari Noviandri Wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Not only do the names of our nations rhyme but also there is a distinct rhythm in the India-Indonesia friendship” - Perdana Menteri Narendra Modi.

Diplomasi bukan lagi monopoli profesi para diplomat.
Di era teknologi yang semakin maju ini, semua orang bisa berdiplomasi dengan caranya masing-masing. Mempererat persahabatan antarnegara, memperkuat sepemahaman antarbangsa.
Seorang Agoes Aufiya, diaspora dan sekaligus YouTuber Indonesia di India adalah salah satu contohnya.
Melalui kanal YouTube @Mohd.AgoesAufiya, Agoes mengajak penontonnya yang mayoritas publik Indonesia untuk melihat, mengenal, dan memahami India secara lebih dekat.
Ya, India, negara berpenduduk terbanyak kedua di dunia (1,36 miliar jiwa), ekonomi terbesar kelima (US$ 2,87 triliun), dan negara tetangga Indonesia yang berbatasan di perairan.
Konten video yang dibuat oleh Agoes semuanya terkait dengan India. Mulai dari kuliner, wisata, budaya, pendidikan, hingga pengalaman hidup di India.
Di antara YouTuber Indonesia yang tinggal di India, bisa dibilang Agoes adalah vlogger dengan tema utama India yang saat ini memiliki jumlah pelanggan (subscriber) terbanyak.
Jumlahnya mencapai hampir 400 ribu pelanggan dengan total penonton (views) melampaui 70 juta penonton.
Konten vlog Agoes tergolong unik, mengangkat hal-hal yang tidak lazim diketahui oleh masyarakat Indonesia kebanyakan. Seperti proses kremasi jenazah di tepi Sungai Gangga, jasa membersihkan telinga ala India, tips menjalin hubungan dengan pria India, dan sistem kasta di India.
Menjembatani Kesenjangan Pemahaman
Agoes Aufiya tinggal di India sejak tahun 2013. Pria asal Kalimantan Selatan ini merantau ke India untuk menempuh pendidikan pascasarjana di Jawaharlal Nehru University, New Delhi, salah satu perguruan tinggi terkemuka di India.
Setelah gelar Master of Arts (MA) dan Master of Philosophy (MPhil) berhasil ia peroleh, Agoes melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 (Phd) di universitas yang sama. Kini ia tengah menyelesaikan disertasi dan sekaligus menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam wawancara saya dengan Agoes, ia mengungkapkan bahwa konten-konten YouTube-nya dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman masyarakat Indonesia mengenai India dan situasi di India yang sesungguhnya.
Banyak pertanyaan dari para kerabat dan warganet mengenai India. Ia mengamati bahwa pemahaman warga +62 tentang India masih terbatas, atau bahkan sering kali keliru.
Berita dan informasi tentang India yang mereka dapat dari media cenderung dari sisi negatif, ketimbang sisi positif.
Di dalam salah satu vlognya yang berjudul “Rahasia Kenapa Saya Jarang Menjelek-jelekan India?”, Agoes menekankan bahwa India adalah teman seperjuangan bangsa Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dari tangan kolonialisme.
Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa ia lakukan untuk membalas budi kepada bangsa India adalah dengan tidak menjelek-jelekkan India.
Betul, India adalah salah satu negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Di tahun 1947, Perdana Menteri India kala itu, Jawaharlal Nehru, menugaskan seorang pilot India bernama Biju Patnaik, untuk menjemput Perdana Menteri Sutan Sjahrir di Indonesia, agar dapat keluar dari blokade Belanda dan membawanya ke New Delhi guna menghadiri Konferensi Hubungan Inter-Asia.
Pada konferensi itu, PM Sjahrir menegaskan kemerdekaan Indonesia dan menggalang dukungan negara-negara Asia lainnya untuk mengakui kedaulatan Indonesia.
Selain sebagai negara sahabat yang berbagi kesamaan sejarah dan budaya, India kini adalah mitra dagang RI terbesar kelima dan tujuan ekspor RI terbesar keempat (2020).
Komoditas ekspor RI ke India utamanya batu bara dan minyak kelapa sawit. Kedua negara juga saling mendukung di berbagai forum internasional.
Belajar dari India
Indonesia dan India sama-sama negara berkembang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sudah sepatutnya kedua bangsa dapat saling menghargai dan belajar dari satu sama lain.
Guna memberikan pemahaman itu, Agoes membuat konten “15 hal India lebih baik dari Indonesia” dan sebaliknya, “15 hal Indonesia lebih baik dari India.”
Tak banyak yang tahu tentang kemajuan dan pembangunan di India. India sesungguhnya lebih dari sekadar film Bollywood, bangunan Taj Mahal, baju saree, dan kuah kari.
Tahukah Anda bahwa India negara pemilik senjata nuklir dan telah mampu membuat roket luar angkasa, rudal balistik antarbenua, dan pesawat tempur sendiri?
India juga produsen berbagai jenis kendaraan bermotor, sebut saja Tata, Mahindra, dan Royal Enfield. India juga maju di bidang farmasi dan teknologi informasi.
Hub industri teknologi informasi India, atau dikenal dengan Silicon Valley-nya India, berada di kota Bangalore.
Diplomasi oleh ‘Agen Budaya’
Cara Agoes membawakan konten-kontennya terbilang lugas, apa adanya, namun tetap menjunjung norma kesopanan.
Mungkin karena pembawaannya itulah ia mendapatkan banyak respon positif dari para penontonnya, yang kerap ia panggil dengan sapaan khas “mere dost”, atau “teman saya” dalam bahasa Hindi.
Apa yang dilakukan oleh Agoes melalui kanal YouTube-nya mungkin tidak berarti besar bagi hubungan Indonesia-India di tingkat antarnegara.
Namun, konten-konten positif yang dibuat oleh para ‘agen budaya’ semacam Agoes Aufiya ini jelas sangat membantu misi diplomasi Indonesia dalam merekatkan hati dan pikiran antar kedua bangsa.
Dengan menguatnya rasa saling memahami di tingkat masyarakat, maka persahabatan Indonesia dan India yang telah mencapai tingkatan Kemitraan Strategis Komprehensif ini semoga dapat semakin dekat, erat, dan hangat.
Indonesia Jaya!
Jai Hind! (Jayalah India)
(Keterangan: Artikel ini dibuat setelah melakukan wawancara dengan Sdr. Agoes Aufiya dan penggunaan gambar konten dari kanal YouTube narasumber telah seizin narasumber).
