• 0

Program Listrik Desa, Menuju Jawa Barat Caang 100%

Program Listrik Desa, Menuju Jawa Barat Caang 100%


Listrik merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia. Pasalnya, listrik merupakan pembuka menuju jalan peradaban yaitu perekonomian, pendidikan, kesehatan, teknologi, sampai pada pertahanan.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 26.142 KK masyarakat miskin dan tidak mampu di pelosok Jabar dialiri listrik pada Tahun Anggaran 2017. Hingga data terakhir di Desember 2016, tercatat rasio elektrifikasi di Jawa Barat sebesar 97,87%. Tak berhenti sampai situ saja, Pemprov Jabar pun terus berupaya meningkatkannya hingga 100%.
Program Listrik Desa diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemprov Jabar dan PT PLN (Persero), pada 11 Juli 2017. “Untuk tahun ini, kita menetapkan target 26.142 RT yang akan dialiri listrik, letaknya di pelosok-pelosok terutama di Jabar Selatan,” ungkap Eddy I.M Nasution, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pemprov Jabar akan menanggung biaya instalansi rumah sederhana dan biaya penyambungan listrik PLN melalui skema bansos. “Nanti PLN yang akan mengurus jaringan listrik ke target-target yang telah disepakati bersama,” jelasnya. Dan untuk mendukung program ini, Pemprov pun telah mengalokasikan Rp. 197 M untuk pembangunan jaringan di lokasi yang sulit.

PLN dan Pemprov Jabar

PLN dan Pemprov Jabar (Foto: Dok. PLN)
Tak hanya bekerjasama dengan PLN. Di bulan Agustus lalu, Pemprov Jabar pun telah melangsungkan penandatanganan kontrak dengan 11 perusahaan penyedia usaha jasa penunjang tenaga listik, dengan sasaran 25 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Di antaranya adalah, Cianjur, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kab. Bogor, Depok, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Purwakarta, Karawang, Kota Bandung, Cimahi, Kab. Bandung Barat, Subang, Kab. Tasik, Kota Tasik, Banjar, Ciamis, Pangandaran, Sumedang, Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. Dengan target waktu akhir Desember 2017, seluruh target akan teraliri listrik.
Eddy mengestimasi dalam jangka waktu tiga bulan, program penyambungan listrik 26.142 RT sasaran akan rampung. “Kendala tiap tahun adalah kami semakin susah mencari lokasi yang akan disambungi listrik, karena posisi tempat tinggal sasaran yang semakin terpencil. Alhamdulillah, kali ini telah ada jaringannya dan masyarakat miskin yang menjadi target adalah yang telah terdaftar di TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan),” paparnya.
Program Listrik Desa nampaknya berjalan cukup baik. Terbukti, pada Hari Listrik Nasional ke-72, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat meresmikan penyalaan jaringan listrik pedesaan yang tersebar untuk 233 dusun dan 156 desa di seluruh wilayah Jawa Barat.
Terhitung kurang dari 1 tahun program Listrik Desa berjalan. Hingga September 2017 rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,5%. Namun demikian, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengaku pihaknya akan terus berupaya untuk mewujudkan 'Jabar Caang 2018', yakni tercapainya rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat 100 % pada tahun 2018. "Saat ini ada 233 dusun dialiri listrik, dengan sepanjang 170 kilometer jaringan, sehingga bisa dirasakan sampai ke pelosok-pelosok desa. Dari sisa 851 dusun yang belum teraliri listrik, dikurang 233 dusun saat ini, jadi tinggal 658 dusun di Jawa Barat, mudah-mudahan bisa diselesaikan 2018, ingat, dusun ya bukan desa," katanya.
Program Listrik Desa Pemprov Jabar pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin. “Kami terus berupaya mengakseleraasi tercapainya Program 'Jabar Caang 2018' yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah yang membantu kami mengimplementasikan pengembangan jaringan listrik di pedesaan.” Ujarnya.
Hingga saat ini, wilayah terbanyak yang telah dialiri listrik antara lain, Cianjur (59 dusun), Sukabumi (36 dusun), Bogor (27 dusun), Cimahi (21 dusun), Tasikmalaya (21 dusun), Cirebon (20 dusun) dan Garut (20 dusun).


NewsJawa BaratListrik

500

Baca Lainnya