Konten dari Pengguna

Berwisata ke Tiongkok, Bayarnya Tetap Cara Indonesia

Novita Damayanti

Novita Damayanti

Staf Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novita Damayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kali ingin pergi liburan ke luar negeri, saya langsung memikirkan dua hal yaitu keindahan tempat wisatanya dan bagaimana urusan metode pembayaran selama disana. Hal ini pun menjadi salah satu pertimbangan saat memilih Tiongkok menjadi tujuan wisata. Pesona sejarah peradaban panjang, lokasi wisata seperti Tembok China dan kota-kota modern yang futuristik sangat menarik untuk dijelajahi. Terlebih saat ini Tiongkok terasa semakin ramah bagi wisatawan Indonesia. Selain karena akses transportasi yang semakin baik dan destinasi wisata yang semakin beragam, kemudahan bertransaksi juga mulai dapat kita rasakan. Salah satu gebrakan hadir pada 30 April 2026, saat Bank Indonesia melakukan soft launching QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok.

Bagi saya sebagai seorang wisatawan, kabar ini seperti membawa angin segar dan kelegaan sebelum memutuskan untuk berkunjung ke Tiongkok. QRIS Antarnegara memungkinkan kita membayar di luar negeri hanya dengan memindai QR Code dari ponsel yang biasa digunakan di Indonesia. Tidak perlu menukar uang tunai dalam jumlah besar, tidak perlu bingung mencari mesin penukaran, dan tidak perlu lagi mengkhawatirkan nilai tukar kurs yang kurang bersahabat. Semua langsung terkonversi otomatis ke Rupiah.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) yang digagas oleh Bank Indonesia. Meski terdengar teknis, dampaknya sangat terasa di kalangan wisatawan. Secangkir kopi, tiket transportasi lokal, hingga oleh-oleh khas setempat bisa dibayar dengan lebih mudah dan cepat.

Tak heran jika minat wisatawan Indonesia ke Tiongkok terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pada Januari–Februari tahun ini, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok mencapai sekitar 116.978 orang, meningkat 36,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tiongkok kini menempati peringkat keempat tujuan favorit wisatawan Indonesia setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura.

Selain itu, perjalanan ke Tiongkok kini terasa semakin mudah dan bersahabat karena sejak 12 Juni 2025, Indonesia resmi masuk dalam daftar negara penerima fasilitas bebas visa transit hingga 10 hari dari pemerintah Tiongkok. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan Indonesia untuk singgah dan menjelajahi kota-kota besar di Tiongkok tanpa harus mengurus visa, selama melanjutkan perjalanan ke negara ketiga. Transit yang dulu identik dengan menunggu di bandara kini bisa dimanfaatkan untuk menikmati suasana kota, budaya, dan kuliner setempat. Bagi para traveler, ini membuka peluang menjelajah lebih lama tanpa prosedur berbelit.

Menariknya, manfaat QRIS antarnegara tidak hanya dirasakan wisatawan Indonesia, tetapi juga wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Kemudahan pembayaran ini membuat pengalaman liburan menjadi lebih nyaman, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di wilayah destinasi wisata lokal.

Bagi saya, lagi- lagi liburan bukan hanya soal destinasi, tetapi juga kenyamanan selama perjalanan. Dengan hadirnya QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok, liburan ke negeri Tirai Bambu kini terasa lebih praktis, aman, dan menyenangkan—seolah membawa “rasa Indonesia” ke luar negeri,

.