Konten dari Pengguna

Kerjasama Dengan Tiongkok Tanpa USD

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novita Damayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” – kalimat ini sering kita dengar khususnya untuk gen milenial. China atau yang sekarang disebut Tiongkok, memang berlokasi jauh dari Indonesia. Dari Jakarta, penerbangan langsung ke Tiongkok dapat ditempuh selama 5 – 7 jam penerbangan tergantung ke kota mana akan mendarat.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara Tiongkok berkembang sangat pesat dari sisi pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologinya. Hal ini terlihat dari pembangunan jaringan transportasi modern, seperti kereta cepat dan jalan tol berskala besar, serta kemajuan signifikan dalam teknologi digital, kecerdasan buatan, manufaktur, dan energi terbarukan. Perkembangan tersebut menjadikan Tiongkok sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan teknologi global yang berpengaruh di dunia.

Perkembangan infrastruktur dan teknologi ini menjadikan Tiongkok sebagai salah satu tujuan wisata yang diminati khususnya oleh warga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menjalin kerjasama internasional yang baik dengan Tiongkok. Salah satu bukti dan implementasi kerjasama internasional ini yaitu pada 30 April 2026 Bank Indonesia melakukan soft launching QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok. QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok merupakan salah satu bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) yang digagas oleh Bank Indonesia. Saat ini Indonesia sudah siap untuk berkunjung dan menapaki tembok digitalisasi China yang perkembangannya dikenal cukup pesat, salah satunya dengan adanya Alipay dari Grup Alibaba.

Tiongkok menjadi negara ke-6 setelah Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Korea Selatan yang sudah bekerjasama dengan Indonesia melalui QRIS Cross-border payment, yang memungkinkan adanya pembayaran lintas batas antarnegara dengan konversi mata uang secara otomatis. Dengan QRIS Cross-Border, transaksi pembayaran pun menjadi lebih mudah dan cepat. Perluasan QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok ini merupakan angin segar untuk wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok. Kemudahan transaksi pembayaran digital yang hanya memerlukan smartphone dengan konektivitas jaringan internet di luar negeri merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Hal ini membuat nama Indonesia semakin dikenal di mata dunia sebagai negara yang terus melakukan terobosan dan inovasi dalam perkembangan ekonomi digital. Momentum ini merupakan langkah penting dalam mendorong integrasi sistem pembayaran lintas negara, serta memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital global.

Terobosan terbaru sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dan penguatan infrastruktur keuangan, Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) yang sama-sama merupakan Bank Sentral kedua negara baru saja sepakat untuk menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara BI dan PBOC. Kedua bank sentral juga menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Tiongkok melalui tiga capaian utama. Dengan adanya kerjasama keuangan ini, ke depannya kedua negara akan terus memperkuat transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok, mengembangkan infrastruktur keuangan, serta memperluas kerja sama antarbank sentral, termasuk pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan isu terkini terkait gejolak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain khususnya USD, kerjasama Indonesia dengan Tiongkok ini secara tidak langsung meningkatkan penggunaan mata uang lokal Tiongkok (CNY) yang membuat pilihan transaksi dan diversifikasi mata uang lain sehingga Indonesia tidak hanya tergantung dengan USD saja. Dengan adanya pilihan dan diversifikasi mata uang lain untuk transaksi, maka diharapkan ke depannya Rupiah akan kembali menguat dan berjaya kembali untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2812426.aspx