Konten dari Pengguna

QRIS : Menuju Gerbang Pembayaran Asia

Novita Damayanti

Novita Damayanti

Staf Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novita Damayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

QRIS : Menuju Gerbang Pembayaran Asia
zoom-in-whitePerbesar

Ekonomi keuangan digital saat ini masif berkembang di Indonesia. Diantaranya melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan BIFast yang keduanya merupakan produk asli dalam negeri. Bahkan, QRIS sempat menjadi salah satu poin penting yang disinggung oleh Amerika Serikat tahun lalu.

Pesona digitalisasi ternyata mampu mendorong akselerasi dan mempermudah proses bisnis melalui simplifikasi. Jaman semakin maju, digitalisasi menjadi kawan karib yang membersamai sendi-sendi kehidupan sehari-hari.

Ternyata, teknologi bukan satu-satunya yang dihampiri oleh digitalisasi. Dari ekonomi hingga sosial budaya pun perlahan tapi pasti sudah tersentuh olehnya. Pesona digitalisasi ternyata mampu mendorong akselerasi dan mempermudah proses bisnis melalui simplifikasi. Namun, kita tak boleh terlena karna kita tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga pencetus yang harus tetap menjaga digitalisasi berkembang dalam ruang yang tepat. Disinilah pemerintah memegang peran penting dalam kerangka kebijakan perkembangan digitalisasi suatu negara, termasuk Indonesia.

Setelah berhasil bekerja sama secara internasional dengan negara Malaysia, Singapura, Thailand dan Jepang, terhitung sejak April 2026 Bank Indonesia kembali melebarkan sayap dan memperkuat kerjasama internasional melalui QRIS cross border yang saat ini sudah bisa kita gunakan di negeri ginseng, Korea Selatan. Hal ini tentunya sangat mempermudah masyarakat Indonesia yang bertransaksi saat di luar negeri.

Saya adalah salah satu pengguna aktif QRIS dalam bertransaksi di dalam negeri. Selain itu, saya juga sudah berhasil menggunakan QRIS cross border saat berlibur ke Bangkok pada bulan Januari lalu. Kesan yang saya peroleh terhadap QRIS cross border ini sangat positif, saya dapat bertansaksi dengan mudah di toko-toko ternama hingga berbelanja di Pasar Pratunam yang sangat terkenal. Saya hanya perlu membuka m-banking dan memindai QR yang disediakan oleh penjual, maka saat pembayaran berhasil nominal konversi dari Bath ke Rupiah pun otomatis muncul pada gawai saya. Karena penasaran, saya mencoba untuk menggunakan aplikasi m-banking dari bank pelat merah dan bank swasta yang ternyata semuanya berhasil.

Namun, bukan berarti tidak ada kendala. Beberapa QR pedagang entah mengapa tidak bisa dipindai, alasannya karna harus menggunakan bank lokal. Disini saya menyadari betapa maju dan mudahnya bertransaksi dengan QRIS di Indonesia. Hanya dengan satu kode QR saja kita bisa membayar dengan berbagai aplikasi, mulai dari perbankan hingga dompet digital. Tiba-tiba saya terbersit, apakah Indonesia akan menjadi role model dalam ekonomi digital? Akankah kita kembali bangkit menjadi Macan Asia? Tentunya hanya waktu yang bisa menjawab, tidak salah kalau kita menaruh harapan kepada bangsa ini, salah satunya melalui ekosistem ekonomi digital yang semakin berkembang dari hari ke hari.