Hati-hati Memberi Label Sehat

Psikolog Anak dan Remaja, NTO Nurture Teach Observe, Childcare and Early Education
Tulisan dari Novita Tandry tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai praktisi kesehatan dan olahraga dengan sertifikat dan diploma dari Iscantik Martha Tilaar, University of Reebok, dan Rai Institute, serta dipercayakan sebagai Fitness Best Asia Icon Award (40 years & Above) 2018 oleh Fitness Best Asia Award, saya ingin berkomentar tentang makna hidup sehat.
Karena istilah "hidup sehat" sulit sekali kalau hanya dilihat kulit luarnya seperti rajin makan sayur dan buah (tapi waktu masak sendiri pake botol bumbu dan racikan sachet selemari).
Begitu pun kalimat "rajin olahraga", kehidupan non-stop cerita di medsos, hingga tidur nyenyak 8 jam itu juga didiskon. Membuat tubuh disiksa dengan kafein berlebihan atau stimulan lainnya. Saya mengajak teman-teman menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini, yah. Please dijawab dengan jujur:
Apakah kalian minimal 5 hari makan di rumah?
Masak sendiri dari bahan yang dibuat sendiri (bukan lauk beku tinggal dipanaskan atau bumbu instan)?
Apakah setiap kali makan pasti ada sayur-sayuran? Atau buah?
Apakah makanan kalian at least 5 hari dalam seminggu bebas gorengan?
Apakah "makan sehat" kalian itu sejujurnya enak dan menyenangkan, serta membuat yang melihat juga mau mencicipinya?
Apakah "makanan sehat" kalian juga terjangkau harganya dan bisa dijangkau oleh semua kalangan?
Apakah kalian berolahraga at least 5 hari seminggu, rutin, tanpa target kurus langsing tapi demi kesehatan dan kebugaran?
Apakah kalian mudah tertidur lelap saat memasuki jam tidur? Tanpa obat atau melatonin?
Apakah SETIAP HARI kalian CUKUP tidur? Minimal 8 jam tanpa terbangun? Dan kalau pipis langsung bisa terlelap lagi?
Bangun di pagi hari merasa bugar, happy, dan siap menyambut hari yang baru seperti hatinya habis makan es krim?
Mulailah berhati-hati memberi label sehat. Sehat versi siapa? Tubuh kita diciptakan tidak bisa dibohongi, diselingkuhin, dimanipulasi, dan tidak boleh diperlakukan kayak saldo bank.
Orang yang berumur panjang biasanya hidupnya terlihat "boring alias membosankan" bangun di jam yang sama, makan untuk hidup bukan untuk kesenangan lidah, punya pekerjaan yang memberikan berkat bagi orang lain, dilakukan tanpa memaksakan diri berlebihan, tidak bahagia berlebihan, tidak sedih/kecewa/takut/cemas berkelanjutan, tidak menimbun kekayaan tujuh turunan apalagi dengan cara tidak halal, tapi tidur di waktu dan jam yang sama, di atas kasur 'home sweet home' yang penuh cinta dan kenangan indah 💕
Happy Healthy Parenting! The hardest job you will ever love ❤
Novita Tandry, Psikolog Anak dan Remaja | NTO Nurture Teach Observe | Childcare and Early Education
Youtube & IG : @novitatandry
