Inovasi Dan Kreasi Pembelajaran Qur’an Hadis Di Institusi Pendidikan

Mahasiswa IAIN Pontianak Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Nadia Putri Bilbina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika berbicara mengenai inovasi, maka harus kita kaji terlebih dahulu mengenai pengertiannya yakni pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru; pembaruan; penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat); unsur yang mengalami pembaruan dalam bahasa modern inovasi pendidikan merupakan inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Inovasi pendidikan mencakup persoalan yang berkaitan dengan komponen sistem pendidikan, baik dalam arti sempit yaitu jenjang Lembaga pendidikan, maupun dalam arti luas yaitu sistem pendidikan nasional.inovasi dalam pendidikan dapat berupa apa saja, produk atau sistem Inovasi (pembaharuan) terkait dengan invention dan discovery. Invention adalah suatu penemuan sesuatu yang benar – benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Penemuan sesuatu (benda) itu sebelumnya belum pernah ada, kemudian diadakan dengan bentuk kreasi baru. Discovery adalah suatu penemuan (benda), yang benda itu sebenarnya telah ada sebelumnya, tetapi semua belum diketahui orang. Jadi, inovasi adalah usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) baik invention dan discovery.
Inovasi terhadap pendidikan agama islam berbasis multikultural dalam Al qur’an dan Hadis di antaranya dapat melalui:
1) Memanfaatkan teknologi informasi dalam dunia pendidikan, Pengembangan dan penerapan teknologi informasi juga bermafaat untuk pendidikan agama islam berbasismulikultural dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan teknologi untuk pendidikan.
2) Pada beberapa tahun ke belakang, dengan bentuk sajian yang menyerupai radio, yaitu sajian informasi berupa audio atau suara tanpa visual, sebuah produk baru dalam media di era disruptif sebagai wujud pemenuhan kebutuhan informasi bagi khalayak luas. Dan podcast dapat menjadi alternatif media informasi anti hoax. Perkembangan teknologi dan informasi telah dibuktikan dengan kemunculan media baru yang penggunaannya semakin masif. salah satu media baru tersebut adalah podcast, yaitu sebuah dokumen digital audio yang dibuat dan kemudian diunggah secara online untuk dibagikan atau didistribusikan ke publik. Podcast dianggap sebagai alternatif radio, di mana Nielsen pada 2016 memprediksi bahwa tahun 2020 merupakan awal dari "new golden age of audio". Hal ini terbukti, di mana jumlah pendengar podcast meningkat tiga kali lipat pada tahun 2020 di indonesia. apabila dihubungkan dengan teori uses and gratifications, podcast sesuai dengan kepentingan pendengarnya dalam dimensi informasi, kesenangan, komunikasi, dan transaksi. Jumlah pendengar podcast yang meningkat juga telah menjadikan podcast sebagai sumber informasi utama bagi pendengarnya.
3) Perkembangan platform media sosial telah meningkat secara signifikan di era internet saat ini. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah platform media sosial dapat memudahkan khalayak dalam mencari informasi, maka baiknya pemerintah memanfaatkan sarana ini untuk dapat mensosialisasikan mengenai pendidikan agama islam berbasis muktikultural. Sebab konten media sosial sangat berpengaruh terhadap sumber informasi Meningkatnya penggunaan media Sosial (Medsos) di Indonesia menjadi alasan Medsos dijadikan sebagai alat dalam memasarkan produk maupun konten yang dibuat oleh lembaga/Instansi. Banyak peneliti yang mengkaji tentang pemasaran melalui media sosial (Social Media Marketing). Dari hasil penelitian tersebut dapat dibuktikan bahwa, Medsos cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam memasarkan produk. (muhammad hidayaturrahman, 2022: 12-13).
Pembelajaran adalah hal urgen dalam proses pendidikan (Rahman, 2018; Rosyad, 2019). Sebab, di dalamnya terdapat berbagai komponen yang terintegrasi sebagai suatu sistem (Pane & Dasopang. 2017; Dolong, 2016). Pembelajaran yang baik dan efektif adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat global (Oviyanti. 2013; Dacholfany, 2015). Hal ini meniscayakan pentingnya kreasi dan inovasi dalam pendidikan.
Inovasi pembelajaran dapat dikelola secara efektif dan efisien dengan memperhatikan empat aspek yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi (Khairuddin, 2020). Mengacu pada empat fungsi manajemen tersebut, pembelajaran membutuhkan pembaharuan-pembaharuan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam bagi siswa.
Di era yang serba berbasis teknologi ini, media pembelajaran tidak hanya sekadar prasyarat komponen pembelajaran melainkan sebagai sarana bagi pendidikan agar tetap terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Dalam Qur’an surat An-Naml ayat 28-30 dan 44 disebutkan bahwa terdapat keterkaitan antara ayat-ayat tersebut dengan proses pembelajaran yaitu media berupa burung hud-hud yang digunakan oleh Nabi Sulaiman untuk menyampaikan surat kepada Ratu Balqis merupakan sebuah bentuk implementasi atau perwujudan teknologi pada masa itu. Proses komunikasi antara keduanya menjadi lebih efektif dan efisian melalui bantuan burung hud-hud. Hal ini bahkan ditegaskan bahwa dalam pertemuan antara keduanya difasilitasi sarana dan prasarana dengan teknologi yang canggih pada masanya Alhasil, suasana pertemuan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis menjadi terasa nyaman dan kondusif (Pito, 2018). Mengingat hal tersebut maka sudah sepatutnya media disesuaikan dengan perkembangan teknlogi. Di samping itu, pemanfaatan teknologi informasi untuk kepentingan pembelajaran (Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007) juga akan membantu guru dalam memenuhi tugasnya sebagai pengajar dalam artian melanjutkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada kepada peserta didik (Nurjan, 2015) serta mengembangkan diri dan Keterampilannya.
Berdasarkan pada uraian pentingnya media pembelajaran yang terintegrasi dengan perkembangan teknlogi diatas kemudian mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan media pembelajaran. Selain beberapa hal diatas, pengembangan juga dilakukan berdasarkan pada hasil analisis permasalahan yang di peroleh melalui kegiatan wawancara dengan kepala madrasah, guru kelas, dan beberapa peserta didik bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada madrasah tersebut masih bersifat tradisionalis menggunakan media buku untuk mata pelajaran apapun dan metode ceramah sehingga pelaksanaan pembelajaran menjadi tidak kondusif, peserta didik menjadi pasif dan merasa bosan. (Zuliah Nurul.f, 2022: 58).
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Hidayaturrahman. 2022. “Inovasi Terhadap Pendidikan Agama Islam Berbasis
Multikultural Dalam Al Qur'an Dan Hadist”, Dawuh, 3(1), hlm:7-17
Zulia Nurul Faizah, Siti Rofi’ah. 2022. “Pengembangan Video Interaktif Tari Kreasi Daerah Berbasis 5w1h Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah”, Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 7(2), hlm:57-72
Makmur Syukri. 2021. “Inovasi Manajemen Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Bagi Siswa Di Man Batubara”, Jurnal Pendidikan Islam,10(1), hlm:443-455
